Selasa, 09 Juli 2024

"Kampung Pattedong Dahulu dan Sekarang" Biografi Historikal H.M. Djunaid Sappo (Chapter 17)

(Chapter 16) Setelah beberapa minggu di Kampong Baru, rombongan ibu - ibu GERWAIS (Gerakan Wanita Islam) yang dipimpin oleh Haliya selaku Ketua GERWAIS yang juga isteri dari Kahar Mudzakkar, memberi penyuluhan kepada kaum Ibu mengenai kewajiban memakai jilbab apabila hendak keluar dari rumah.
Tim Penerangan KDT Ponrang menyusul rombongan ibu ibu GERWAIS untuk menyampaikan penggunaan mata uang yang berlaku adalah mata uang Republik Islam Indonesia (DI/TII) yaitu mata uang Jepang/Nippon yang sudah disahkan dengan tanda tangan Kahar Mudzakkar dan B.S.Baranti.

Mata uang yang dikeluarkan Pemerintah Republik Indonesia tidak berlaku dan harus ditukar dengan mata uang DI/TII.

Ibuku Hj Watiha yang menyimpan sejumlah mata uang Pemerintah RI, tidak turut serta menukar uangnya dengan pertimbangan bahwa penggunaaan mata uang DI/TII tidak berlaku di kota. Beliau tidak menukarkan uangnya karena sebagai penjahit pakaian, barang barang keperluan Beliau hanya dapat dibeli di Kota Palopo dengan menggunakan mata uang Pemerintah RI.

Di Kampong Baru kami bermukim selama ± 3 bulan, kemudian pindah ke Totting. Di tempat inilah untuk pertama kalinya Saya melihat langsung Kahar Mudzakkar dengan jarak yang dekat.

Kahar Mudzakkar adalah teman sekelas Ayahku Sappo dan Tekkeng alias Ambe Hana di Sekolah Rakyat Lanipa pada tahun 1930-an.

Rencana semula DI/TII akan memukimkan kami di Padang Kamburi untuk dijauhkan dari Kampung halaman kami yaitu Pattedong.

Minggu, 23 Juni 2024

Pondasi Cakar Ayam Hasil Karya Anak Bangsa Indonesia Prof Dr Ir Sedijatmo Pada Tahun 1961

Satu jenis pondasi yang familiar di telinga kita yaitu pondasi cakar ayam.


Pondasi cakar ayam terdiri dari plat beton bertulang yang relatif tipis yang didukung oleh buis-buis beton bertulang yang dipasang vertikal dan disatukan secara monolit dengan plat beton pada jarak 200-250 cm.

Tebal pelat beton berkisar antara 10-20 cm, sedang pipa-buis beton bertulang berdiameter 120 cm, tebal 8 cm dan panjang berkisar 150-250 cm. Buis-buis beton ini gunanya untuk pengaku pelat.

Dalam mendukung beban bangunan, pelat buis beton dan tanah yang terkurung di dalam pondasi bekerjasama, sehingga menciptakan suatu siatem komposit yang cara bekerjanya secara keseluruhan akan identik dengan pondasi rakit ralft foundation.

Pondasi cakar ayam merupakan jenis pondasi hasil karya anak bangsa Indonesia yaitu Prof Dr Ir Sedijatmo pada tahun 1961.

Ketika itu Prof Dr Ir Sedijatmo sebagai pejabat PLN harus mendirikan 7 menara listrik tegangan tinggi di daerah rawa-rawa Ancol Jakarta. Dengan susah payah, 2 menara berhasil didirikan dengan sistem pondasi konvensional, sedangkan sisa yang 5 lagi masih terbengkelai.

Menara ini untuk menyalurkan listrik dan pusat tenaga listrik di Tanjung Priok ke Gelanggang Olah Raga Senayan sebagai lokasi yang akan digunakan untuk pelenggaraan pesta olah raga Asian Games 1962.

Karena estimasi waktu sangat mendesak dan sistem pondasi konvensional sangat sukar diterapkan pada struktur rawa-rawa tersebut, maka dicarilah sistem konstruksi pondasi baru.

Inilah awal lahirnya ide Ir Sedijatmo untuk mendirikan menara di atas pondasi yang terdiri dari plat beton yang didukung oleh pipa-pipa beton di bawahnya.

Pipa dan plat itu melekat secara monolit (bersatu), dan mencengkeram tanah lembek secara meyakinkan. Oleh Sedijatmo, hasil temuannya itu diberi nama sistem pondasi cakar ayam.

Menara tersebut dapat diselesaikan tepat pada waktunya, dan tetap kokoh berdiri di daerah Ancol yang sekarang sudah menjadi kawasan industri.

Bagi daerah yang bertanah lembek, pondasi cakar ayam tidak hanya cocok untuk mendirikan gedung, tapi juga untuk membuat jalan dan landasan.

Satu keuntungan lagi, sistem ini tidak memerlukan sistem drainase dan sambungan kembang susut.

Mekanisme sistem podasi cakar ayam dalam memikul beban dari hasil pengamatan adalah sebagai berikut: Bila diatas pelat bekerja beban titik, maka beban tersebut membuat pelat melendut. Lendutan ini menyebabkan buis-buis cakar ayam berotasi.

Hasil pengamatan pada model menunjukkan rotasi cakar terbesar adalah pada cakar yang terletak di dekat beban. Rotasi cakar memobilisasi tekanan tanah lateral di belakang cakar-ayam dan merupakan momen yang melawan lendutan pelat. Dengan demikian, cara mengurangi lendutan pelat, semakin besar momen lawan cakar untuk melawan lendutan maka semakin besar reduksi lendutan.

Momen lawan cakar dipengaruhi oleh dimensi cakar dan kondisi kepadatan (kuat geser) tanah disekitar cakar,yaitu semakin panjang (dan juga lebar) cakar, maka semakin besar momen lawan terhadap lendutan pelat yang dapat diperoleh.

Banyak bangunan yang telah menggunakan sistem yang di ciptakan oleh Prof Sedijatmo ini, antara lain: ratusan menara PLN tegangan tinggi, hangar pesawat terbang dengan bentangan 64 m di Jakarta dan Surabaya, antara runway dan taxi way serta apron di Bandara Sukarno-Hatta Jakarta, jalan akses Pluit-Cengkareng, pabrik pupuk di Surabaya, kolam renang dan tribune di Samarinda, jalan tol palembang-indralaya, dan ratusan bangunan gedung bertingkat di berbagai kota.

Sistem pondasi cakar ayam ini dikenal pula di banyak negara, bahkan telah mendapat pengakuan hak paten internasional kepada Prof Dr Ir Sedijatmo di 40 negara, yaitu: Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, India, RRC, Jepang, Korea Selatan, Meksiko, Arab Saudi, Bahrain, Srilanka, Brazil, Qatar, Uni Soviet, Burma, Mesir, Afrika Selatan, Portugal, Spanyol, Argentina, Cile, Australia, Brunei Darussalam, Selandia Baru, Maroko, Jerman Barat, Jerman Timur, Inggris, Prancis, Italia, Belgia, Kanada, Amerika Serikat, Jerman Barat, Belanda; dan Denmark.

Sedyatmo dilahirkan di desa Karangpandan, Jawa Tengah Ahad Kliwon tanggal 24 Oktober 1909 sebagai putra ketiga Raden Mas Panji Hatmo Hudoyo (cucu Mangkunegoro III-Surakarta) dengan R. Ayu. Sarsani Mangunkusumo. Sedyatmo memiliki nama kecil Raden Mas Sarwanto. Saat berusia beberapa bulan, ia sakit cukup lama yang membuatnya harus mengganti nama. Orang tuanya kemudian memberikan nama baru R.M Sedyatmo. Nama Sedyatmo diambil dari kata Sedia dan Atmo yang artinya sedia, sanggup atau mau dan Atmo yang artinya anak.

Melalui nama baru ini, kedua orang tuanya mengharapkan Sedyatmo kelak menjadi anak yang baik dan berguna bagi masyarakat, bangsa dan negaranya. Sebuah do’a yang beberapa tahun kemudian terwujud nyata.

Sumber : Biografi Indonesia | Wikipedia

Sabtu, 22 Juni 2024

"Kampung Pattedong Dahulu dan Sekarang" Biografi Historikal H.M. Djunaid Sappo (Chapter 16)

(Chapter 15) Disepanjang jalan poros Belopa - Palopo Kampung Pattedong dan Kampung disekitarnya menjadi sepi seperti kota mati ditinggalkan oleh penduduknya.
Setiap hari ada saja pengungsi yang kembali ke kampung untuk mencari sisa sisa barang yang ditinggalkan, kemungkinan ada yang masih bisa digunakan. Peristiwa ini juga mengingatkan apa yang terjadi di Palestina saat ini.

Saya (H.M Djunaid Sappo/penulis) bersama Ibuku (Hj Watiha) berangkat untuk memanen padi yang sudah menguning di sawah kami.

Di sepanjang jalan di Kampung kami (Pattedong), kami melihat rumah rumah yang sudah tak berpenghuni kosong dan berantakan. Terlebih ketika melihat rumah kami sendiri, timbul rasa pilu dan menyayat hati.

Sekira bulan Januari 1959 bersama saudara sepupu Saya M Jusuf Dahlan dan Hasyim Dahlan, kami berangkat ke pantai di desa Cimpu berjalan kaki dari desa Jambu melalui Belopa. Sepanjang jalan dari Kampung Bajo ke Kota Belopa, kami jarang berpapasan dengan para penghuni Kota Belopa kecuali dengan beberapa orang anggota pasukan DI/TII.

Beberapa bangunan dan rumah di Belopa juga ditinggalkan oleh pemilik dan penghuninya mengungsi ke pedalaman hutan dan sebagian lagi mengungsi ke Kota Palopo hingga Belopa tampak seperti kota mati saat itu.

Pasukan DI/TII menangkap seluruh aparat desa yang ditinggalkan TNI termasuk aparat Desa Pattedong. Pasukan DI/TII juga menangkap anggota OPD (Organisasi Pertahanan Desa) dan Ketua Rukun Tetangga (RT) kemudian dibawa ke Bajo menjadi tahanan dan dihukum bekerja untuk kepentingan Komandan Pasukan DI/TII selama 6 bulan dan ada juga yang 12 bulan.

Beberapa orang aparat desa yang mendapat hukuman selama 6 bulan antara lain, Batong Ambe Baba, Singa' Ambe Saharia, Saing Ambe Mading, Singki, Ali Dewi, Maddanrang, Kasim Kattoba beserta yang lainnya. Dan yang mendapat hukuman 12 bulan antara lain, Anwar Ambe Jabi' dan adiknya Laesa Ambe Suki' serta Rasyid.

Ketua RT yang juga tak luput dari penangkapan Pasukan DI/TII yaitu Jadang Wa'na Bombang dan Baddullah Ambe Nahude dihukum dengan hanya masa 3 bulan.

Mantan anggota OPD yang telah "diselong" (divonis menurut istilah DI/TII) dengan cara diasingkan ke kawasan Batalyon 2 atau dikenal dengan nama KDB (Kepala Daerah Bawahan) 18 pada waktu itu. Saat ini kawasan tersebut masuk kedalam wilayah Kecamatan Lamasi Timur.

Setelah beberapa minggu di Kampong Baru, rombongan ibu - ibu GERWAIS (Gerakan Wanita Islam) yang dipimpin oleh Haliya selaku Ketua GERWAIS yang juga isteri dari Kahar Mudzakkar, memberi penyuluhan kepada kaum Ibu mengenai kewajiban memakai jilbab apabila hendak keluar dari rumah.

Rabu, 19 Juni 2024

Jamaah Haji Asal Makassar Telantar Usai Wukuf Dugaan Kelalaian PT Travel Tanur Mutmainnah

GMnews, Arab Saudi - Puluhan jamaah haji asal Makassar pengguna jasa travel PT. Travel Tanur Mutmainnah diduga ditelantarkan oleh pihak travel setelah melakukan wukuf.

Informasi dari seorang jamaah haji berinisial AA, mereka saat ini masih terlantar di trotoar jalan dekat pelataran Masjid Namira di sekitaran Arafah.

AA menyebutkan bahwa mereka telah menunggu jemputan sejak pukul 20.00, namun hingga pukul 2.30 dini hari belum ada kendaraan dari pihak travel yang datang menjemput.

“Kami merasa sangat kecewa dan tidak tahu harus bagaimana. Kami sudah menunggu selama berjam-jam tanpa ada kejelasan,” ujarnya.

Lebih lanjut, AA mengungkapkan bahwa fasilitas yang dijanjikan oleh pihak travel tidak sesuai dengan brosur yang mereka terima.

“Selama pelaksanaan ibadah haji kali ini, beberapa dari kami tidak mendapatkan fasilitas yang sesuai dengan yang dijanjikan. Bahkan saat Wukuf di Arafah, kami hanya diberi atap langit tanpa makanan dan minuman. Kami dilepas begitu saja untuk melaksanakan kegiatan wukuf tanpa ada dukungan logistik yang layak,” tutur AA.

Paket layanan yang dijanjikan untuk kegiatan Wukuf di Arafah, yang seharusnya meliputi layanan maktab yang layak, ternyata tidak diberikan. “Kami dijanjikan layanan maktab yang layak, tapi kenyataannya kami harus berteduh di bawah langit terbuka tanpa makanan dan minuman. Ini sangat mengecewakan dan tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan dalam brosur.” terangnya.

Sementara itu, pihak PT Tanur Muthmainnah Tour telah dikonfirmasi namun hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan terkait insiden tersebut.

Para jamaah haji berharap ada tindakan cepat dari pihak travel untuk menanggulangi masalah ini dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Travel Dengan Segudang Kasus Namun Kebal Hukum

Travel PT Tanur Muthmainnah Tour (TMT) dengan nomor SK dari KEMENAG 02540009908750012/2024 (aktif kembali sejak 24 Februari 2024) memiliki rekor kasus umrah segudang ini, masih tetap eksis memberikan pelayanan travel Haji dan Umrah. Seolah kebal terhadap hukum yang berlaku di Indonesia.

Beberapa kasus yang pernah mengikat travel ini, yaitu :
1. TPK penerimaan fee jasa travel umrah dan dugaan korupsi pemberian suap pengondisian pemeriksaan keuangan tahun 2022 di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti yang dilakukan oleh Bupati Kepulauan Meranti nonaktif, Muhammad Adil.
2. Pencabutan izin PT Tanur Muthmainnah Tour Cabang Meulaboh oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Barat pada tahun 2023, buntut dari penelantaran 26 jamaah umrah asal Aceh Barat dan Nagan Raya yang hampir sebulan diinapkan di kawasan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
3. Pada bulan April 2023, 75 orang Jamaah Umrah melaporkan empat marketing PT. Tanur Muthmainnah Tour ( PT TMT) Cabang Bekasi atas nama Hj Israwani, Kopsa Widiyaningsih, Wiwit, dan Susilawati ke Polres Metro Bekasi Kota.

Beberapa penanggung jawab travel Haji dan Umroh yang berkantor pusat di Rukan Golf Lake Residence Blok Venice B-20 Lantai 2, Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta ini adalah, Direktur Utama (CEO) PT Tanur Muthmainnah Tour (TMT) Muhammad Reza Pahlevi, Heny Fitriani selaku komisaris PT TMT, CEO PT Hamsa Mandiri International Tours yang juga merupakan komisaris di PT TMT, Deny Surya Abdurrahman.

MUI "Serangan Israel Terhadap Umat Islam Saat Shalat Idul Adha di Al Aqsa Bukti Islamofobia

GMnews, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa serangan Israel kepada umat Islam yang melaksanakan ibadah di Masjid Al Aqsa betmotif kebencian terhadap Islam (Islamofobia).

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim.

"Memperhatikan pola serangan Israel yang diarahkan kepada umat Islam yang akan dan sedang melaksanakan ibadah di Masjid Al Aqsa, maka tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa serangan Israel itu juga mengandung motif kebencian terhadap Islam dan umat Islam (Islamofobia)," ujar Sudarnoto Abdul Hakim dalam keterangan di Jakarta, Senin (17/6/2024).

Ia mengatakan ada kombinasi sistemik zionisme, rasisme, Islamofobia dan imperialisme yang didukung oleh Amerikanisme-imperialistik di balik serangan Israel.

"Ini sungguh sangat membahayakan bagi siapapun di belahan dunia ini. Karena itu, ini adalah musuh kita bersama, musuh kemanusiaan," kata Sudarnoto.

Sudarnoto mengatakan teroris rezim zionis Israel memang sudah sangat keterlaluan dan semakin nyata tidak akan pernah mendengar dan mengikuti hukum internasional.

"Serta catatan catatan penting ICJ (Mahkamah Internasional), langkah ICC (Mahkamah Pidana Internasional) dan juga kesepakatan dan resolusi PBB apapun," kata Sudarnoto.

Ia mengatakan proposal terakhir untuk gencatan senjata permanen juga tidak didengar dan diindahkan oleh Israel sehingga tidak ada jaminan sama sekali atas keselamatan warga Palestina baik di Gaza maupun Tepi Barat.

"Gangguan, serangan Dan genosida terus dilakukan dengan jumlah korban yang terus bertambah," ujar Prof Sudarnoto.

Ia mengatakan berbagai serangan Israel ini harus dihentikan segera secara efektif melalui langkah militer untuk melengkapi langkah-langkah politik, diplomasi, boikot ekonomi, kemanusiaan dan tekanan publik yang selama ini sudah dan terus dilakukan.

"Beberapa negara anggota OKI yang selama ini terus speak up (angkat bicara) secara tegas soal kekejaman Israel ini, diharapkan segera bisa melakukan kordinasi membuat Aliansi melawan Israel," kata Sudarnoto.

Sebelumnya, Kantor berita Palestina WAFA melaporkan bahwa pasukan pendudukan Israel menyerang jemaah pada Minggu pagi dalam perjalanan mereka menuju Masjid Al Aqsa, serta saat mereka meninggalkan masjid dan mencegah puluhan lainnya masuk untuk shalat Id.

“Pada dini hari, pasukan pendudukan memasuki halaman Masjid Al Aqsa, memeriksa identitas jamaah, menghalangi pergerakan mereka, dan mencegah banyak pemuda masuk sehingga memaksa mereka untuk shalat di luar pintu masjid,” tambah laporan itu.

Sementara itu, ribuan warga Palestina melaksanakan shalat Idul Adha di Masjid Ibrahimi di Hebron, bagian selatan Tepi Barat yang diduduki, meskipun ada pembatasan keamanan yang diberlakukan oleh tentara Israel terhadap masuknya jamaah.

"Langkah-langkah yang diambil oleh pendudukan pada Idul Adha bertujuan untuk mencegah akses warga Palestina ke tempat-tempat suci, khususnya Masjid Ibrahimi," kata Kepala Departemen Waqaf Hebron, Ghassan Al-Rajabi.

Sejarah Kesesatan Wahabi

Sejarah perkembangan gerakan Wahabi di dunia Arab mempunyai asal muasal yang dikenal dengan gerakan Salafiah klasik yang dirintis oleh Ibnu ...