Tampilkan postingan dengan label RELIGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RELIGI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 April 2024

Kaitan Ilmu Falak dalam Penentuan Awal Waktu Salat Menurut Prof Oman Fathurohman

GMnews, Yogyakarta – Prof Oman Fathurohman, Wakil Ketua Majelis Tarjih PP Muhammadiyah mengatakan untuk menentukan jadwal salat al-Qur’an dan hadis telah memberi rambu-rambu. Meskipun begitu, ilmu falak hadir sebagai pelengkap dari interpretasi tanda-tanda masuknya waktu salat.

Misalnya saja, dari keterangan al-Qur’an dan hadis bisa kita ambil semacam kesimpulan bahwa waktu zuhur ketika matahari tergelincir itu artinya ketika matahari berpindah dari bagian bumi timur ke bagian bumi atau belahan bumi barat. Nah kemudian menjadi pertanyaan ini ada bagian timur dan barat lalu mesti ada batasnya mana bagian timur mana bagian barat dan mana batasnya.

“Pada ilmu falak pemilahan barat dan timur itu adalah tergantung kepada posisi seseorang di mana seperti saya misalnya di sini maka kalau ke sebelah utara misalnya dan ke sebelah selatan maka ada penghubung batas utara dan selatan melewati kepala kita maka merupakan batas antara timur dengan barat, sehingga posisi seseorang menentukan batas timur dan barat, posisi seseorang berbeda maka batasnya pun berbeda,” ungkap Oman, dalam Pengajian Umum PP Muhammadiyah, Jumat (12/3).

Batas tersebut dalam ilmu falak disebut meridian langit setempat yakni semacam busur yang menghubungkan kutub utara, kemudian zenith, lalu kutub selatan. Kembali pada contoh waktu zuhur tadi yang dimaksud tergelincir adalah ketika matahari melewati itu.

Contoh lainnya, waktu salat asar. Pada hadis nabi waktu salat asar dijelaskan dalam dua keterangan maka ilmu falak menempuh jalan dengan memahami dan mengompromikannya tidak seperti yang berjalan sebelumnya, misalnya ada yang berpendapat menggunakan ketika bayang-bayang satu kali bendanya ada juga yang dua.

“Tetapi ilmu falak menempuhnya yaitu bahwa waktu salat asar itu awalnya ketika bayang-bayang suatu benda itu sama panjang dengan bendanya ditambah dengan bayang-bayang benda itu ketika matahari melewati batas timur barat itu tadi yang disebut dengan kulminasi,” lanjut Oman.

Mengapa begitu? Dijelaskan Oman karena jika hanya berpedoman pada satu kali panjang bendanya itu suatu ketika untuk tempat yang jauh dari katulistiwa misalnya daerah selatan ketika bulan juni maka baru masuk zuhur itu bisa bayang-bayang sudah satu kali panjang bendanya. Kemudian kalau bulan desember misalnya daerah yang jauh dari wilayah katulistiwa maka pada saat masuk waktu zuhur yaitu waktu kulminasi maka bayang-bayang bisa satu kali panjang bendanya bahkan lebih sehingga jika waktu itu dipatok semata-mata untuk masuk waktu salat asar itu ada persoalan.

“Oleh karenanya ilmu falak mendefinisikan awal waktu salat asar adalah ketika matahari membuat bayang-bayang satu kali panjang bendanya ditambah bayang-bayang benda itu ketika matahari kulminasi. Jadi misalnya kita memajang tongkat ketika sepanjang dua meter bayang-bayang di waktu dzuhur itu satu meter, ketika masuk waktu salat asar panjangnya menjadi tiga meter,” jelasnya.

“Kemudian untuk maghrib sudah sangat jelas terbenamnya matahari, tetapi dalam ilmu falak terbenamnya matahari itu dinyatakan sebagai posisi dimana tepi piringan matahari yang terlihat oleh pengamat terdapat pada horizon mar’i atau kaki langit. Kalau kita di pantai itu terlihat seperti ada pertemuan antara permukaan laut dan langit. Yang Isya juga fenomena matahari juga yaitu mega menghilang dan subuh juga sangat jelas yaitu terbit fajar diakibatkan oleh hamburan sinar matahari sebelum matahari itu terbit pada situasi tertentu,” sambungnya.

Dapat disimpulkan awal penentuan waktu salat itu didasarkan pada fenomena matahari sehari-hari didalam perjalanannya dari timur ke barat.

Jumat, 12 April 2024

SIKAP PBNU DAN MUHAMMADIYAH SOAL ALASAN JAMAAH AOLIA GELAR IDUL FITRI LEBIH CEPAT

GMnews, Jemaah masjid Aolia di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta telah merayakan Idulfitri 1445 Hijriah pada Jumat, 5 April 2024. Penetapan hari Lebaran ini lebih cepat dibandingkan pemerintah atau organisasi keagamaan besar seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah yang diperkirakan jatuh pada 10 April 2024.

Ratusan jemaah Aolia melaksanakan salat id di aula rumah imam jemaah masjid Aolia Kyai Haji Ibnu Hajar Pranolo yang akrab disapa Mbah Benu di Padukuhan Panggang III, Kalurahan Giriharjo, Panggang, Kabupaten Gunungkidul pada pukul 06.00 WIB. Dalam video yang beredar, Mbak Benu mengaku menetapkan Idulfitri pada 5 April 2024 setelah ia 'menelepon' Allah SWT.

Berikut ini sikap dua organisasi keagamaan Islam, PBNU dan PP Muhammadiyah, terhadap jemaah Aolia.

Ketua PBNU Bidang Keagamaan Ahmad Fahrur Rozi: Itu Mempermainkan Agama

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan Ahmad Fahrur Rozi mengatakan aliran keagamaan yang dipraktikkan jemaah Masjid Aolia harus dicegah dan tak boleh terulang lagi.

“Dalih tokoh panutan mereka (yang mengaku) ​​berbicara langsung dengan Allah SWT (subhanahu wa ta'ala) itu sungguh memprihatinkan, harus dicegah, dan tidak boleh terulang kembali. Itu mempermainkan agama (Islam) namanya,” kata Gus Fahrur, sapaan akrab Fahrur Rozi, kepada Tempo pada Sabtu, 6 April 2024.

Fahrur berharap semua umat Islam, khususnya para tokoh agama, beribadah sesuai ajaran agama Islam sesuai dengan tuntutan syariat yang berbasis ilmu dan akal-pikiran yang sehat. Sehingga, kata dia, tidak seorang pun boleh mempermainkan ajaran Islam dengan mengaku sudah berbicara langsung dengan Allah SWT.

“ Tidak bisa seseorang secara asal-asalan mengaku sudah berkomunikasi dengan Gusti Allah. Pengakuan seenaknya ini tidak sah dan tidak dapat dijadikan dasar tutunan beragama. Ini ajaran yang menyimpang,” ujar Fahrur, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Dia mengimbau seluruh umat Islam di Kecamatan Panggang mempelajari agama dari para ulama yang kredibel dan dapat mempertanggungjawabkan ajarannya sesuai metode nalar syariat Islam yang sah serta telah diterima luas oleh masyarakat muslim.

“ Tidak seharusnya masyarakat mudah percaya pada siapa pun yang mengaku punya hubungan khusus dengan Gusti Allah tapi tindakannya tanpa dasar ilmu yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan syariat Islam,” ujar Fahrur.

Ketua Ikatan Gus-Gus Indonesia (IGGI) itu menekankan kepada masyarakat muslim Indonesia agar jangan mudah terkecoh oleh keanehan atau kesaktian individu yang dapat menghadirkan hal-hal ajaib sekalipun. Orang yang sakti, kata dia, bukan berarti mempunyai keistimewaan di hadapan Allah SWT karena tukang sulap dan tukang sihir juga bisa melakukannya.

“ Hendaknya diwaspadai bahwa bangsa jin dan setan juga bisa datang kepada pun dan mengaku-ngaku sebagai Gusti Allah atau malaikat untuk mengajak manusia menuju kesesatan. Dalam ajaran Islam, benar dan salah seseorang hanya boleh diukur dengan ketentuan-ketentuan syariat sesuai tuntunan Al-Qur'an , hadis, serta qiyas dan ijma ' (kesepakatan) para ulama,” kata dia.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir: Kita Toleran terhadap Perbedaan

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menanggapi soal jamaah Masjid Aolia pimpinan Raden Ibnu Hajar Pranolo yang merayakan Idulfitri pada Jumat, 5 April 2024.

“Ketika ada (kelompok) yang berbeda (keyakinannya), kita toleran terhadap perbedaan yang ada,” kata Haedar di Yogyakarta, Sabtu, 6 April 2024.

Menurut Haedar, perbedaan itu yang terpenting tidak menyimpang dari ajaran utama nilai-nilai keagamaan. “Kalau terlalu jauh dari dasar-dasar ketentuan (aturan keagamaan yang lazim), ya mesti diajak dialog,” kata dia.

Haedar meminta seluruh umat menghargai perbedaan termasuk sesama umat Islam. Menurutnya, toleransi menjadi hal mendasar dalam kehidupan majemuk di Indonesia yang harus dipertahankan.

“Indonesia ini kan negara yang masyarakatnya komunal, namun di satu sisi, tradisi dialognya masih sangat kurang,” kata dia.

“Bukan hanya di tingkat masyarakat tapi juga di tingkat elite, maka perlu menghidupkan dialog tradisi itu kalau ada masalah, entah itu terkait keagamaan atau persoalan sosial lainnya, upayakan memajukan dialog.”

Haedar juga meminta organisasi kemasyarakatan dan keagamaan melakukan introspeksi,kemudian mengambil peran dalam membangun masyarakat. Tokoh-tokoh masyarakat dan keagamaan setempat bisa menjadi kunci dialog yang membawa kebaikan bagi semuanya. 

“Kami berharap ormas keagamaan, kemasyarakatan untuk introspeksi diri, jangan sampai kita tercerabut dari akar keluarga, masyarakat, dan umat,” ujarnya.

STRATEGI MUHAMMAD AL FATIH MENAKLUKKAN KONSTSNTINOPEL

GMnews, Konstantinopel adalah sebutan lama untuk Kota Istanbul di Turki, yang pernah diperebutkan banyak bangsa. Konstantinopel diperebutkan karena lokasinya strategis untuk aktivitas perdagangan dan mudah dipertahankan dari musuh.

Pada tahun 330 Masehi, Konstantinopel ditetapkan sebagai ibu kota kekaisaran oleh Kaisar Romawi Konstantinus Agung. Konstantinopel, yang menjadi ibu kota Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium) selama sebelas abad, bukan hanya sebuah kota, tetapi simbol ketangguhan pertahanan dan pusat keagamaan Kristen yang megah.

Namun, kejayaan Kekaisaran Bizantium runtuh pada pertengahan abad ke-15 akibat penaklukan Konstantinopel.

Konstantinopel ditaklukkan oleh Muhammad Al Fatih atau Mehmed II, Sultan Turki Utsmani yang naik takhta sejak usia 12 tahun. Muhammad Al Fatih menaklukkan Konstantinopel pada 29 Mei 1453 Masehi. Muhammad Al Fatih, Sultan Ottoman Penakluk Konstantinopel Sempat dipandang sebelah mata karena dipandang terlalu muda, Muhammad Al Fatih menaklukkan Konstantinopel pada usia 21 tahun, dan sekaligus mengakhiri riwayat Kekaisaran Bizantium.

Lantas, bagaimana cara Muhammad Al Fatih menaklukkan Konstantinopel?

Strategi penaklukkan Konstantinopel 

Muhammad Al Fatih memiliki motivasi kuat untuk menaklukkan Konstantinopel, termasuk dorongan religius dan ambisi politik. Tujuan Muhammad Al Fatih menaklukan Konstantinopel adalah meruntuhkan dominasi Kekaisaran Bizantium, menegaskan kekuatan Islam, dan menguasai kegiatan perdagangan internasional di kawasan tersebut.

Konstantinopel terkenal karena pertahanannya yang sangat kuat, tetapi berbekal strategi yang terencana dengan matang, pasukan Muhammad Al Fatih dapat menembusnya.

Pertahanan pertama Konstantinopel berupa dinding kecil yang didirikan oleh Konstantinus I mengelilingi perbukitan kota.

Selain itu, ada Tembok Theodosian, yang terdiri dari dinding ganda yang membentang sekitar 2 kilometer. 

Konstantinopel dibangun di atas tujuh bukit yang menjulang berjajaran di sepanjang pesisir selatan Golden Horn (Tanduk Emas) dan di pojok barat daya kota menghadap ke Laut Marmara.

Posisi kota yang dikelilingi benteng alami berupa bukit dan perairan pada tiga sisinya, membuatnya sulit ditembus musuh. Selain bangsa-bangsa asing, umat Islam berkali-kali berusaha menaklukkan Konstantinopel sejak zaman Kekhalifahan Umayyah, tetapi selalu gagal karena kokohnya benteng-benteng kota itu.

Salah satu strategi yang diterapkan oleh Muhammad Al Fatih dalam menaklukkan Konstatinopel adalah membentuk perjanjian dengan beberapa musuhnya.

Strategi di bidang politik luar negeri ini dilakukan dengan mengadakan pertemuan bersama Galata, Majd, dan Venesia, yang saat itu sedang berkonflik dengan Kekaisaran Turki Utsmani.

Maksud Muhammad Al Fatih mengajukan perjanjian damai adalah agar bisa fokus pada penaklukan Konstatinopel dan memastikan kelancaran serangannya tanpa gangguan dari pihak lain.

Namun, strategi ini tidak berjalan baik, karena negara-negara musuh melanggar perjanjian dan berpihak kepada Konstantinopel. Mengetahui hal itu, Al Fatih fokus pada strategi militer. Ia mencari cara mengorganisir serangan pasukannya dan memastikan persiapannya matang.

Al Fatih menyiapkan pasukan yang besar dan berkualitas, serta bekerja sama dengan ahli senjata terkenal bernama Orban. Orban, yang dikenal sebagai seorang ahli pembuat meriam, menciptakan meriam besar sebagai alat utama untuk menyerang Konstantinopel.

Al Fatih berhasil mengumpulkan sebanyak 250.000 tentara yang dilengkapi persenjataan dan menambahkan 400 kapal laut dalam angkatan perangnya.

Sebelumnya, pada 1452 Masehi, Al Fatih telah menjalankan rencananya dengan membangun benteng di Bosphorus, beberapa mil di utara Konstantinopel. Kemudian, pada Oktober 1452 Masehi, Mehmed menempatkan pasukan di Peloponnese untuk memblokade Thomas dan Demetrios supaya tidak bisa memberi bantuan kepada saudara mereka, Konstantin XI, di Konstantinopel.

Berbekal persenjataan baru nan canggih, pada 6 April 1453 Masehi, sebanyak 10.000 pasukan Muslim yang dipimpin Al Fatih memulai serangan terhadap 8.000 pasukan Kristen di Konstantinopel di bawah pimpinan Konstantin XI, kaisar Bizantium ke-57.

Setelah berhasil melewati tembok pertahanan kota bersama bala tentaranya yang sangat besar, Al Fatih mengepung Konstantinopel.

Pengepungan terhadap Konstantinopel berlangsung cukup lama karena benteng kota belum bisa ditembus.

Menyadari potensi ancaman terhadap kapal perangnya dari arah selatan, Al Fatih mengambil keputusan untuk memindahkan armada lautnya guna menghindari perangkap bawah laut yang dipasang oleh tentara Romawi.

Dalam waktu semalam, sekitar 70 kapal berhasil melintasi selat Golden Horn dan melakukan serangan langsung ke pusat pertahanan Konstantinopel. Selama penaklukannya, Al Fatih juga dengan menerapkan strategi defect, yaitu menolak bekerja sama dengan lawan dalam setiap langkah yang diambil dan hanya fokus mengejar sasaran.

Konstantin XI berupaya keras untuk melindungi dan mempertahankan kotanya dengan segala cara, termasuk menyodorkan tawaran kerja sama kepada Muhammad Al-Fatih dengan imbalan yang menggiurkan asal pasukannya ditarik. Namun, Al Fatih tidak menerima tawaran tersebut.

Setelah 53 hari dikepung, Konstantinopel akhirnya jatuh pada 29 Mei 1453 Masehi.

Setelah menaklukkan kota, Al Fatih menjadikan Konstantinopel sebagai ibu kota Ottoman yang baru, menggantikan Adrianople.

Kekuasaan Kekaisaran Bizantium berakhir bersamaan dengan jatuhnya Kota Konstantinopel ke tangan kekuasaan Turki Usmani.

Jatuhnya Konstantinopel mengakibatkan krisis di Eropa, karena perdagangan internasional yang sebelumnya terpusat di sana ditutup oleh sultan bagi pedagang Eropa.

Situasi itu memicu lahirnya era penjelajahan samudra oleh bangsa Eropa untuk mencari sumber komoditas perdagangan internasional, utamanya rempah-rempah.

Sumber | Kejayaan Muhammad Al-Fatih dalam Menaklukkan Konstantinopel Tahun 1453 Masehi. Nusantara Hasana Journal, 2(2), 60-66.

EL MANIK "BANYAK UMAT ISLAM PERLU DIISLAMKAN LAGI"

GMnews, El Manik, "Saya tadinya Kristen, Banyak Umat Islam Perlu Di Islamkan Lagi"

Bagaimana cerita Bapak masuk Islam ?  

Saya sadar Tuhan itu ada. Tapi saya bingung karena banyak agama yg ditawarkan. Saya sebenarnya Kristen, tapi saya tidak sreg dengan beberapa ajarannya. Beberapa tahun lalu saya tertarik pada Islam. Ketika itu saya takut mati. Istri saya Islam dan dia menjalankannya dengan baik. Anak kedua saya, perempuan, juga Islam. Anak lelaki saya tadinya Kristen taat lalu masuk Islam. Lha saya ? jika mati, mati saya tidak jelas. 

Saya bingung, Saya berdoa sambil menangis. Tolong pilihkan agama yg baik buat saya ya Tuhan, kalau bisa jangan Islam (tersenyum) Islamkan berat. Lagi enak-enak tidur mesti bangun, sholat. Lima kali lagi sholatnya. Belum lagi puasa. Saya jam sebelas sudah gemeter kalau belum makan. Lagi pula, banyak yg tidak saya suka dengan Islam. Kok umat Islam banyak yg jadi pengemis? Banyak yg minta-minta dijalanan untuk pembangunan mesjid? Begitulah dulu saya melihat Islam.  

Alhamdulillah, saya punya sahabat. Dia tidak pernah ngomong, Manik ayo masuk Islam, kalau tidak kamu masuk neraka. Nggak. Dia cuma menunjukkan dia muslim yg baik. Dia puasa, dia sholat. Satu hari dia ngajak saya buka puasa. Saya tanya dia apa enaknya puasa. Dia tidak menjelaskan pake dalil agama. Dia pake pendekatan kesehatan. Saat itu kelesterol saya tinggi. Dia suruh saya puasa. Saya nolak. Mana kuat? Jam sebelas saja udah gemeteran. Trus dia mengusulkan puasa senin - kamis saja. Akhirnya saya coba. Istri saya heran. Eh, ternyata saya kuat. Pelan-pelan saya tertarik. Saya sering dengar ceramah di TV, radio, sering baca buku. Akhirnya masuk Islam. 

Selama menjadi muslim, ada tidak ajaran Islam yg tidak masuk akal ?

Justru banyak ajaran Islam yg masuk akal saya. Berat memang, tapi benar. Banyak ajaran Islam yg menyentuh perasaan saya. Bayangkan, senyum saja berpahala. Saya banyak berubah setelah berislam. Saya berhenti merokok, minum dan berjudi. Teman saya heran.  

el-manik-059

Perbedaan paling dasar dalam diri Bapak sejak masuk Islam ?

Banyak. Saya mencoba menjalankan segala perintahNYA dan menjauhi laranganNYA. Sebelum ini saya pelit pada orang. Kalau ada orang susah, saya bilang 'Usaha dong'. Sekarang saya sadar rezeki itu yg saya peroleh tidak mutlak milik saya. Ada hak orang berupa Zakat. Sekarang kalau bisa melakukan sesuatu buat orang, saya merasakan kenikmatan.
  
Bagaimana Bapak menjaga keislaman Bapak ?

Itu yg paling berat. Saya berprinsip mengalahkan hawa nafsu itu kemenangan terbesar. Saya mulai dari diri sendiri dan keluarga. Kalau anak perempuan saya malas sholat, saya bilang ke dia,'dulu kamu nangis-nangis minta saya 
masuk Islam. Kamu sholatnya malas. Ayo, pergi sholat sana'. Saya boleh nyiram dengan air kalau mereka malas sholat. 

Menurut Bapak, apa yg harus diubah dari umat Islam ?

Saya mungkin agak pedes dalam hal ini, saya mohon maaf. Saya melihat banyak umat Islam yg perlu di Islamkan lagi. Maksud saya bukan bersyahadat lagi, tapi berislamlah dengan memakai ilmu dan nalar, jangan hanya ikut-ikutan atau karena terlanjur Islam. Misalnya saya sering sholat Jum'at diluar. Banyak orang tidak mengerti tata tertib sholat. Mau rapat saja segan padahal rapat dan lurusnya shaf adalah syarat mutlak diterimanya sholat. Disuruh mengisi shaf didepan susah sekali. Shaf pertama itukan pahalanya paling besar. Kalau dia mengerti dan tahu pasti akan berlomba-lomba. Ini karena mereka berislam tanpa ilmu. Kadang saya pengen sekali berceramah, tapi saya tahu kemampuan saya terbatas dan sekarang belum bisa.

Sumber | Azwar Rasmin(FB:08/04/2024)/Eka Octavia(FB:07/04/2024)/republished by (YM) Yes Muslim !

Rabu, 10 April 2024

LAFADZ TAKBIRAN IED

GMnews, Takbiran Idul Fitri dimulai sejak malam sebelum Lebaran Idul Fitri. Pengamalan takbiran dengan versi panjang dan pendek ini sunnah.
Syekh Abu Abdillah Muhammad ibn Qasim as-Syafi'i dalam Fathul Qarib al-Mujib terjemahan Imran Abu Amar menjelaskan, takbiran Idul Fitri merupakan takbir mursal yang tidak mengacu pada waktu salat atau harus dibaca setelah menjalankan salat. Sebaliknya, takbiran dapat dilakukan setiap waktu dalam keadaan apapun.

Takbiran dapat dilakukan setelah terbenamnya matahari malam Idul Fitri hingga saat imam melaksanakan takbiratul ihram dalam salat Idul Fitri.

Takbiran Idul Fitri Lengkap Sesuai Sunnah
1. Takbiran Idul Fitri 2024 Pendek
اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ

Bacaan latin: Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar. Allaahu akbar walillaahil hamd

Artinya: "Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah."

2. Takbiran Idul Fitri 2024 Panjang
اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَر اَللَّهُ اَكْبَرْ ـ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ ـ اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ
اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً ـ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَنَعْبُدُ اَلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْـدَهُ وَنَصَرَعَبِدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ . اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ

Bacaan latin: Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar
Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar
Allaahu akbar walillaahil hamd

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar
Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa
wasubhaanallaahi bukrataw wa ashillaa

Laa ilaaha illallallahu walaa na'budu illaa iyyaahu
Mukhlishiina lahuddiin
Walau karihal kaafiruun
Walau karihal munafiqun
Walau karihal musyriku

Laa ilaaha illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah, wa a'azza jundah, wahazamal ahzaaba wahdah

Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar
Allaahu akbar walillaahil hamd

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah dan Allah Maha Besar
Allah Maha Besar dan segala puji hanya bagi Allah

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Allah Maha Besar dengan segala kebesaran
Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya
Dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore

Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, munafiq dan musyrik membencinya.

Tiada Tuhan selain Allah dengan ke Esaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan ke Esaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah."

Waktu Takbiran Idul Fitri
Dilansir Fiqih Sunnah oleh Sayyid Sabiq terjemahan Abu Syauqina dan Abu Aulia Rahma, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai waktu takbiran Idul Fitri. Ada yang berpandangan bertakbir Idul Fitri dikumandangkan dari waktu pergi salat Id hingga khutbah dimulai.

Ada pula terdapat ulama yang berpendapat takbir Idul Fitri dimulai sejak hilal 1 Syawal terlihat, tepatnya di malam hari raya sampai waktu pagi harinya saat hendak pergi menuju tempat salat Id atau hingga imam berangkat untuk memimpin salat.

Dari Ibnu Abi Dzi'bin dari Az-Zuhri menyebutkan Nabi SAW keluar menuju lapangan pada Idul Fitri. Beliau bertakbir hingga tiba di lapangan dan sampai selesai salat. Setelah selesai salat, beliau menghentikan takbir. (HR Ibnu Abi Syaibah; dinilai sahih oleh Syekh Al-Albani)

Jika seseorang tak salat berjamaah maka takbirnya dianjurkan berlanjut hingga ia memulai takbiratul ihram salat Id. Namun, apabila ia tidak salat, maka ia boleh bertakbir sendiri hingga waktu tergelincirnya matahari.

Hukum Takbiran Idul Fitri

Menurut Syekh Said Bin Muhammad Ba Ali Ba Isyan dalam buku Syarh al-Muqaddimah al-Hadramiyah terjemahan Mohammad Hafid dalam buku Bunga Rampai Bincang Syariah, hukumnya sunnah bagi laki-laki dan wanita melakukan takbiran serta membaca bacaan takbir di malam takbiran.

Dilansir dari buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan Panduan oleh Abu Maryam Kautsar Amru kesunnahannya bersandar pada keterangan ayat Al-Qur'an dan hadits. Salah satunya dalam surah Al Baqarah ayat 185,

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ ت َشْكُرُونَ

Artinya: "Dan hendaklah kamu menggenapkan hitungan (hari Ramadan), dan hendaklah kamu bertakbir mengagungkan Allah) (atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."

Ibnu Abbas RA menafsirkan ayat di atas sebagai berikut, "Wajib bagi kaum muslimin apabila mereka telah melihat hilal Syawal untuk bertakbir, mengagungkan Allah sampai selesai hari raya mereka."

Selasa, 09 April 2024

KEMENAG RI SIDANG ISBAT AWAL SYAWAL 1445 H DIGELAR 9 APRIL 2024

GMnews, Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat (Penetapan) 1 Syawal 1445 H pada Selasa, 9 April 2024. Sidang isbat akan digelar di Auditorium HM. Rasjidi, Kantor Kemenag RI, Jalan MH. Thamrin, Jakarta.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin menerangkan, sidang isbat dilaksanakan secara tertutup, dan dihadiri Komisi VIII DPR RI, pimpinan MUI, duta besar negara sahabat, perwakilan ormas Islam, serta Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.

"Sebagaimana biasa, sidang isbat awal Syawal selalu dilaksanakan pada 29 Ramadan. Tahun ini, bertepatan dengan 9 April 2024," ungkap Dirjen di Jakarta, Selasa (2/4/2024).

Sidang isbat akan diawali dengan Seminar Pemaparan Posisi Hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama. Berdasarkan data hisab, ijtimak terjadi pada Selasa, 29 Ramadan 1445 H / 9 April 2024 M, sekitar pukul 01.20 WIB. Saat matahari terbenam, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia berada di atas ufuk antara 4° 52.71' (empat derajat lima puluh dua koma tujuh puluh satu menit) sampai dengan 7° 37.84' (tujuh derajat tiga puluh tujuh koma delapan puluh empat menit) dan sudut elongasi 8° 23.68' (delapan derajat dua puluh tiga koma enam puluh delapan menit) hingga 10° 12.94' (sepuluh derajat dua belas koma sembilan puluh empat menit).

“Berdasarkan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), posisi hilal dimaksud telah memenuhi kriteria visibilitas hilal (Imkanur Rukyat) yaitu tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat,” imbuhnya.

Kementerian Agama, kata Dirjen, juga akan melakukan pemantauan hilal atau rukyatulhilal di berbagai provinsi. “Untuk sidang isbat awal Syawal ini, Kementerian Agama akan menurunkan tim ke 120 lokasi di seluruh Indonesia. Mereka akan melaporkan, apakah pada hari itu hilal terlihat atau tidak," imbuhnya.

Hasil hisab dan rukyatulhilal ini akan dibahas dan ditetapkan dalam sidang isbat. "Jadi kapan Hari Raya Idul Fitri, kita masih menunggu keputusan sidang isbat. Hasilnya akan diumumkan secara terbuka melalui konferensi pers,” jelas Dirjen.

Kamaruddin menjelaskan, pelaksanaan sidang isbat merupakan penetapan secara formal sesuai undang-undang. Dijelaskannya, Dasar hukum sidang isbat tercantum dalam Pasal 52 A Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama.

Pasal itu menyebutkan, Pengadilan Agama memberi isbat kesaksian rukyat hilal dalam penentuan awal bulan pada tahun hijriah.

"Meski semua orang sudah mengetahui posisi hilal, tapi sidang isbat tetap harus dilakukan, karena sidang isbat selain forum penetapan formal, juga forum silaturahmi dan literasi," imbuhnya.

Dirjen menambahkan, sidang isbat merupakan wadah musyawarah organisasi masyarakat Islam, pakar falak dan astronomi, lembaga terkait (BMKG, BIG, Planetarium, ITB Bosscha, UIN, dan lainnya) dalam menentukan bersama waktu memulai ibadah puasa dan berhari raya untuk kemaslahatan umat dan Ukhuwah Islamiyah.

Berikut link youtube resmi KEMENAG RI untuk penentuan sidang isbat yang bisa dipantau oleh umat Islam di seluruh Indonesia

https://youtube.com/@KementerianAgamaPusat?si=koTOVvp-HuSN8ePr

(Aburahma)

Senin, 11 Maret 2024

PENENTUAN AWAL RAMADHAN 1445 HIJRIYAH DI INDONESIA

GMnews, Dikutip dari laman Muhammadiyah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 2024 melalui Maklumat Nomor 1/MLM/I.0/E/2024 bertepatan pada hari senin, 11 Maret 2024.

Penetapan itu disampaikan oleh Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti pada 20 Januari 2024. Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan bahwa pada Ahad 10 Maret 2024, bulan sudah berada di atas ufuk (hilal sudah wujud) di wilayah Indonesia, kecuali di Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.

"Berdasarkan hasil hisab tersebut maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1445 H bertepatan pada hari Senin, 11 Maret 2024 M," tulis keterangan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada maklumat yang dirilis pada tanggal 29 Desember 2023 lalu.

Adapun, untuk jadwal Idulfitri 1 Syawal 1445, Muhammadiyah menetapkan jatuh pada 10 April 2024, Puasa Arafah 9 Zulhijah pada 16 Juni, serta Iduladha 10 Zulhijah 1445 Hijriah pada 17 Juni 2024.

Sayuti menjelaskan, keputusan penetapan tersebut dilakukan dengan menggunakan metode Hisab Wujudul Hilal.

Sementara itu Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan hasil sidang isbat pada tanggal 10 Maret 2024, dan menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1445 H atau awal Ramadhan bertepatan pada, Selasa 12 Maret 2024.

Tim Hisab Rukyat Kemenag melaporkan pemantauan posisi hilal pada petang Ahad 10 Maret 2024, di Indonesia tak bisa diamati. Sehingga secara hisab, 1 Ramadhan ditetapkan pada hari Selasa, 12 Maret 2024.

"Berdasar kriteria MABIMS (3-6,4) tanggal 29 Sya'ban 1445 H/10 Maret 2024 M posisi hilal di seluruh wilayah NKRI belum masuk kriteria minimum tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Sehingga tanggal 1 Ramadhan 1445 H secara hisab jatuh bertepatan dengan hari Selasa tanggal 12 Maret 2024 M," ujar anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya, di kantor Kemenag.

Cecep menyebut hasil kesepakatan MABIMS (Menteri Agama Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia dan Singapura), kriteria visibilitas hilal berubah menjadi ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Oleh karena itu, hilal di Indonesia sore ini tidak bisa diamati.

Hal itu disampaikan di tahap pertama dari sidang isbat, yakni acara pemaparan posisi hilal di Indonesia. Adapun penetapan awal Ramadhan 1445 H dilanjutkan dengan konferensi pers oleh Menteri Agama pada hari Ahad tanggal10 Maret 2024 M.

Senada dengan Pemerintah Indoensia, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan 1 Ramadan 1445 hijriah jatuh 12 Maret 2024. Penetapan ini berdasarkan hasil pengamatan hilal pada hari Ahad 10 Maret 2024.

PBNU menilai hilal belum memenuhi kriteria visibilitas hilal.

"Mulai dari Sorong sampai Banda Aceh sesuai dengan perhitungan hisab, bahwa ketinggian bulan menurut hasil hisab yang tertinggi di Banda Aceh masih sangat kecil nilainya yaitu 0 derajat 30 menit. Dan itu berarti belum memenuhi syarat. Sesuai perhitungan itu tim rukyat NU dari 38 titik di Indonesia itu tidak satu pun yang dapat menangkap atau melihat hilal," kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, Ahad (10/3/2024)

Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan Surat Edaran No 1 Tahun 2024 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah/2024 Masehi.

Berikut poin-poin yang menjadi imbauan dalam Surat Edaran tersebut:
1. Umat Islam diimbau untuk tetap menjaga ukhuwah islamiyah dan toleransi dalam menyikapi potensi perbedaan penetapan 1 Ramadhan 1445 Hijriah/2024 Masehi.
2. Umat Islam melaksanakan ibadah Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri sesuai dengan syariat Islam dan menjunjung tinggi nilai toleransi.
3. Umat Islam dianjurkan untuk mengisi dan meningkatkan syiar pada bulan Ramadhan dengan tetap mempedomani Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala.
4. Umat Islam diimbau untuk melaksanakan berbagai kegiatan di masjid, musala, dan tempat lain dalam rangka syiar Ramadhan dan menyampaikan pesan-pesan taqwa serta mempererat persaudaraan sesama anak bangsa.
5. Takbiran Idul Fitri dilaksanakan di masjid, musala, dan tempat lain dengan ketentuan mengikuti Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala.
6. Takbir keliling dilakukan mengikuti ketentuan pemerintah setempat dan aparat keamanan dengan tetap menjaga ketertiban, menjunjung nilai-nilai toleransi, dan menjaga ukhuwah islamiyah.
7. Salat Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah/2024 Masehi dapat diadakan di masjid, musala, dan lapangan.
8. Materi ceramah Ramadhan dan Khutbah Idul Fitri disampaikan dengan menjunjung tinggi ukhuwah islamiyah, mengutamakan nilai-nilai toleransi, persatuan dan kesatuan bangsa, serta tidak bermuatan politik praktis sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 09 Tahun 2023 tentang Pedoman Ceramah Keagamaan.
9. Mengimbau kepada umat Islam untuk lebih mengoptimalkan zakat, infak, wakaf, dan sedekah di bulan Ramadhan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan umat.

Demikian informasi mengenai penentuan awal Ramadhan dari berbagai sumber dan hendaknya umat Islam mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh lahir batin di dalam memasuki bulan Ramadan. Perbedaan pilihan dalam melaksanakan awal ibadah Ramadhan bukanlah hal yang dapat membuat ukhuwah Islamiyah menjadi renggang.

Minggu, 10 Maret 2024

MUHAMMADIYAH MENETAPKAN 1 RAMADHAN 1445 HIJRIYAH BERTEPATAN 11 MARET 2024 MASEHI


GMnews, Muhammadiyah tetapkan 1 Ramadan 1445 H pada 11 Maret, Idulfitri 1 Syawal pada 10 April, dan Puasa Arafah 9 Zulhijah pada 16 Juni, serta Iduladha 10 Zulhijah 1445 H pada 17 Juni 2024.

Kepastian informasi waktu-waktu penting umat Islam ini disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Sayuti pada (20/1) melalui Konferensi Pers di Kantor PP Muhammadiyah, Jl. Cik Ditiro, No. 23, Kota Yogyakarta.

Turut hadir dalam acara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Hamim Ilyas.

Muhammad Sayuti menjelaskan, keputusan penetapan tersebut dilakukan dengan menggunakan metode Hisab Wujudul Hilal Hakiki. Dia berharap Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1445 Hijriyah. “Semoga maklumat ini diikuti oleh warga Muhammadiyah,” kata Sayuti.

Maklumat Nomor 1/MLM/I.0/E/2024 ini ditandatangani oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti pada 12 Januari 2024.

Sejarah Kesesatan Wahabi

Sejarah perkembangan gerakan Wahabi di dunia Arab mempunyai asal muasal yang dikenal dengan gerakan Salafiah klasik yang dirintis oleh Ibnu ...