Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL & OPINI PUBLIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL & OPINI PUBLIK. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Juni 2024

Adhy Mahameru "Tanggapan Teori Konspirasi Yang Tidak Berdasar Terhadap Program Penelitian Aurora Aktif Frekuensi Tinggi HAARP

Program Penelitian Aurora Aktif Frekuensi Tinggi (bahasa Inggris: High Frequency Active Auroral Research Program, disingkat HAARP) adalah program penelitian ionosfer yang didanai bersama-sama oleh Angkatan Udara Amerika Serikat, Angkatan Laut Amerika Serikat, Universitas Alaska, dan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA).

Dirancang dan dibangun oleh BAE Advanced Technologies (BAEAT), HAARP bertujuan untuk menganalisis ionosfer dan menyelidiki potensi pengembangan teknologi ionosfer baru untuk komunikasi radio dan pengintaian.

Program HAARP beroperasi di sebuah fasilitas subarktik besar bernama HAARP Research Station dan terletak di lahan milik Angkatan Udara dekat Gakona, Alaska.


Ionosfer

Ionosfer adalah bagian atmosfer yang terionisasi oleh radiasi matahari. Lapisan ini berperan penting bagi keelektrikan atmosfer dan membentuk batas dalam lapisan magnetosfer.

Fungsi utamanya, di antara fungsi-fungsi yang dimilikinya, adalah mempengaruhi rambatan radio ke tempat-tempat yang jauh di muka bumi.

Instrumen terpenting di HAARP Station adalah Ionospheric Research Instrument (IRI), fasilitas pemancar frekuensi radio bertenaga tinggi yang beroperasi di gelombang frekuensi tinggi (HF).

IRI digunakan untuk memberi kejut sementara pada sebagian kecil wilayah ionosfer. Instrumen lainnya, seperti VHF dan radar UHF, magnetometer fluxgate, digisonde (perangkat pengukuran ionosfer), dan magnetometer induksi, dipakai untuk mempelajari proses fisik yang terjadi di wilayah kejut tersebut.

Operasi di HAARP Station dimulai tahun 1993. IRI yang saat ini beroperasi selesai dibangun tahun 2007, dan kontraktor utamanya adalah BAE Systems Advanced Technologies.

Per 2008, HAARP telah menghabiskan sekitar $250 juta dalam bentuk biaya pembangunan dan operasi yang berasal dari pajak.

Proyek HAARP dikabarkan dihentikan sementara pada Mei 2013 sambil menunggu pergantian kontraktor.

Teori Konspirasi Para Teoriwan non Teoritis

HAARP merupakan target para teoriwan konspirasi. Mereka mengklaim bahwa HAARP dapat memodifikasi cuaca, menonaktifkan satelit dan melakukan pengendalian pikiran manusia, serta digunakan sebagai senjata melawan teroris.

Sejumlah teoriwan konspirasi non teoritis menuduh program ini sebagai penyebab gempa bumi, kekeringan, badai dan banjir, penyakit seperti Sindrom Perang Teluk dan Sindrom Lelah Kronis, jatuhnya TWA Penerbangan 800 tahun 1996, dan hancurnya wahana antariksa Columbia tahun 2003.

Para Ilmuwan mengatakan bahwa teori-teori ini "tidak berdasar", dan kebanyakan teori semacam ini berada di luar kemampuan HAARP dan melampaui jangkauan ilmu alam.

Tujuan Proyek HAARP

Proyek HAARP bertujuan untuk mengarahkan sinyal 3,6 MW di wilayah 2,8-10 MHz dalam saluran HF menuju ionosfer.

Sinyal tersebut dapat berupa pulsed signal atau continuous signal. Lalu, efek dari transmisi sinyal termasuk recovery period dapat ditangkap oleh instrumen seperti VHF dan UHF radar, penerima HF dan kamera optik.

Menurut para peneliti HAARP, hal ini akan mengembangkan penelitian atas proses dasar alami yang terjadi di lapisan ionosfer yang juga dipengaruhi oleh interaksi surya serta untuk mengetahui pengaruh ionosfer terhadap sinyal radio.

Penelitian ini akan memungkinkan para ilmuwan untuk mengurangi efek-efek yang tidak diinginkan dalam kinerja sistem komunikasi dan navigasi, yang tentunya akan sangat bermanfaat baik dalam sektor publik maupun militer, serta memberikan pengembangan penelitian dan aplikasi teknik di bawah air maupun bawah tanah.

Hal ini juga memberikan pengembangan untuk metode komunikasi kapal selam dan metode penemuan kandungan mineral di bawah permukaan bumi.

Aplikasi lainnya bisa dalam hal memetakan kompleksitas tanah dan wilayah negara-negara seperti Iran dan Korea Utara.

Fasilitas yang dimiliki memang belum bisa menjangkau negara-negara tersebut namun pengembangan alat-alat mobile sangat dimungkinkan.

Proyek HAARP berawal tahun 1990 saat Office Naval Research, Angkatan Udara AS dan Universitas Alaska memutuskan untuk membiayai dan menjalankan proyek tersebut. Ada banyak universitas dan institusi pendidikan yang ikut ambil bagian dalam proyek ini, mereka antara lain Universitas Alaska, Stanford University, Penn State University (ARL), Boston College, UCLA, Clemson University, Dartmouth College, Cornell University, Johns Hopkins University, University of Maryland, College Park, University of Massachusetts, MIT, Polytechnic Institute of New York University, dan the University of Tulsa.

Spesifikasi proyek HAARP dirancang oleh universitas-universitas tersebut, yang memang terus memberikan peran dalam desain proyek tersebut di masa yang akan datang.

Menurut manajemen proyek HAARP, mereka berusaha untuk terbuka kepada publik mengenai aktivitas penelitian mereka. Para ilmuwan dan masyarakat umum diperbolehkan untuk datang ke fasilitas penelitian tanpa penjagaan keamanan ketat.

Fasilitas HAARP (menurut situs resmi HAARP) mengadakan open house setiap tahunnya dan dalam waktu tertentu diadakan tur bagi masyarakat umum yang ingin masuk kesana.

Selain itu, hasil penelitian di HAARP dipublikasikan diberbagi jurnal penelitian seperti Geophysical Research Letters atau Journal of Geophysical Research yang ditulis baik oleh peneliti dari berbagi universitas maupun oleh para peneliti dari Departemen Pertahanan AS.

Penelitian Target Utama HAARP

Target utama dari HAARP ialah untuk mengembangkan penelitian dasar dari lapisan ionosfer. Lapisan yang berada di antara atmosfer dan magnetosfer ini adalah lapisan di mana atmosfer terlalu tipis sehingga sinar x-ray dan ultraviolet bisa masuk namun cukup tebal untuk menyerap keduanya.

Hal ini menyebabkan ionosfer memiliki kepadatan elektron yang meningkat mulai dari 70 km hingga 300 km dan selanjutnya menghilang dalam radius 1000 km.

Penelitian HAARP memungkinkan pemahaman yang mendalam atas setiap bagian atau lapisan dalam lapisan ionosfer. Namun, profil dan ionosfer sendiri sangat variatif karena bisa berubah dari menit ke menit, hari ke hari, musim ke musim, atau tahun ke tahun.

Hal ini akan mempersulit penelitian karena di bagian kutub bumi yang menjadi lokasi proses fisika (seperti cahaya aurora), terhalang karena medan magnet bumi saat itu berbentuk vertikal.

Di sisi lain, ionosfer juga sangat sulit untuk diukur. Balon tidak dapat mencapai lapisan tersebut karena udara terlalu tipis, namun satelit juga tidak dapat dilepas disana karena udara masih terlalu tebal. Hal ini membuat penelitian mengenai ionosfer belum signifikan.

HAARP juga mempelajari jejak dari ionospheric heater yang bernama EISCAT dekat kota tromso, Norwegia.

Teori Konspirasi

HAARP menjadi subjek berbagai teori konspirasi. Sejumlah orang berspekulasi tentang adanya motif dan kemampuan tersembunyi proyek ini, dan menuduhnya sebagai penyebab bencana alam seperti banjir, kekeringan, badai, badai petir, gempa bumi di Iran, Pakistan, Haiti, dan Filipina, pemadaman listrik besar-besaran, jatuhnya TWA Penerbangan 800, Sindrom Perang Teluk, dan sindrom lelah kronis.

Tuduhan-tuduhan tersebut meliputi:

1. Jurnal militer Rusia yang menulis bahwa pengujian ionosfer dapat "menghasilkan banjir elektron yang mampu membalikkan kutub magnetik bumi".

2. Parlemen Eropa dan Lembaga Legislatif Alaska mengadakan sidang dengar pendapat tentang HAARP. Parlemen Eropa menyebutkan "masalah lingkungan".

3. Nick Begich Jr., putra mantan Anggota DPR A.S. Nick Begich dan penulis Angels Don't Play This HAARP, mengklaim bahwa HAARP dapat menciptakan gempa bumi dan mengubah atmosfer teratas menjadi lensa raksasa sehingga "langit seolah-olah tampak terbakar", dan membuat situs web yang mengklaim HAARP sebagai alat pengendali pikiran.

4. Mantan Gubernur Minnesota dan teoriwan konspirasi ternama Jesse Ventura mempertanyakan apakah pemerintah menggunakan HAARP untuk memanipulasi cuaca atau membombardir masyarakat dengan gelombang radio pengendali pikiran. Juru bicara Angkatan Udara A.S. mengatakan bahwa Ventura mengajukan permintaan resmi untuk mengunjungi stasiun penelitian ini namun ditolak-"ia dan krunya muncul begitu saja di HAARP dan ditolak masuk".

5. Fisikawan Bernard Eastlund mengklaim bahwa HAARP memiliki teknologi dari patennya yang mampu memodifikasi cuaca dan menetralkan satelit.

Dosen Universitas Stanford Umran Inan mengatakan kepada Popular Science bahwa teori konspirasi pengendalian pikiran "sama sekali "tidak berdasar".

Ia menjelaskan bahwa "kami sama sekali tidak mampu mengganggu sistem natural Bumi.

Sekalipun tenaga yang diradiasikan HAARP begitu besar, jumlahnya kecil jika dibandingkan dengan tenaga kilatan petir—dan setiap detik ada 50 sampai 100 kilat petir [yang menyambar Bumi]. Intensitas HAARP sangat kecil.”

Ilmuwan komputer David Naiditch mencap HAARP sebagai "magnet bagi para teoriwan konspirasi".

Ia mengatakan bahwa HAARP menarik perhatian mereka karena "tujuannya tampak begitu misterius bagi pihak-pihak yang tidak paham cara kerjanya".

Jurnalis Sharon Weinberger menyebut HAARP "Moby Dick-nya teoriwan konspirasi" dan mengatakan bahwa popularitas teori konspirasi selalu menutupi keuntungan yang diberikan HAARP kepada komunitas ilmuwan.

Austin Baird menulis di Alaska Dispatch, "Hal yang membuat HAARP rentan dihujani konspirasi itu sederhana. Fasilitas ini tidak membuka dirinya sebagaimana fasilitas penelitian federal lainnya di Amerika Serikat, dan HAARP tidak mau buang waktu untuk menjelaskan manfaat penelitiannya kepada masyarakat."

Budaya Khayal (Fiktif) Masyarakat dan Teori Konspirasi

HAARP disertakan dalam komik Marvel Comics, seri Tom Clancy's Net Force (di novel Breaking Point), dan The X-Files.

HAARP fiktif menjadi latar panggung di permainan X-Men Legends.[15]

HAARP tampil di seri animasi G.I. Joe: Resolute dan episode pertama Conspiracy Theory with Jesse Ventura.

Band rock alternatif Muse memberi judul album live-nya dari nama fasilitas ini. Rangkaian antena HAARP juga menginspirasi desain panggung konser mereka yang direkam langsung di Wembley Stadium.

Film Spectres of the Spectrum (1999) besutan Craig Baldwin bercerita tentang mesin perang futuristik yang terinspirasi oleh HAARP.

Bahkan ada sekelompok umat Islam dan umat non Islam yang juga ikut mengkhayal mengenai teori fiktif konspirasi non teoritis ini. Mereka sudah lupa untuk mengkaji Kitab mereka secara teoritis untuk meneliti dan memberi kesimpulan terhadap gejala alam secara teoritis menurut keimanan mereka.

Adhy Mahameru
Divisi Pendidikan FKBPGM (Forum Keluarga Besar Perumahan Graha Manggala)

Adhy Mahameru "Paradigma Ibu Kota Nusantara"

Ibu kota, berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), didefinisikan sebagai kota tempat kedudukan pusat pemerintahan suatu negara atau tempat dihimpun unsur administratif eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Setiap negara di dunia akan selalu memiliki ibu kota karena keberadaan ibu kota memiliki fungsi penting. Fungsi ibu kota bagi sebuah negara adalah menjadi pusat pemerintahan.

Ibu kota juga sering kali menjadi pusat bisnis, budaya, dan populasi suatu negara. Bahkan mereka sering kali merupakan pusat sejarah perdagangan, komunikasi, dan transportasi.

Beberapa faktor yang umumnya dipertimbangkan ketika sebuah negara menentukan ibu kotanya:

1. Lokasi
Banyak negara yang memilih ibu kota pusat secara geografis untuk menekankan pemerataan pemerintahan mereka. Artinya lokasi ibu kota tidak cenderung atau tampak bias terhadap satu wilayah atau lainnya.

Madrid, misalnya, terletak hampir persis di tengah Spanyol, dan ketika Nigeria memutuskan untuk membangun ibu kota baru, Abuja, di tengah negaranya, yang secara resmi menjadi ibu kota pada tahun 1991.

2. Populasi
Populasi juga menjadi perhatian utama ketika sebuah negara memilih ibu kota, terutama ketika memiliki kota yang sudah ada, dibanding membangun ulang.

Ibu kota seringkali merupakan kota terpadat di suatu negara. Misalnya Seoul di Korea Selatan, hampir menampung 20 persen penduduk negara itu.

Lima di Peru dan Santiago, Chili, masing-masing adalah tempat bagi sekitar seperempat dari populasi negara mereka.

Faktanya, ketika dipilih sebagai ibu kota, ketiga kota tersebut adalah pusat populasi utama negaranya, meskipun persentasenya lebih kecil dari hari ini.

3. Kompromi politik
Ibu kota juga bisa menjadi tanda kompromi politik, sebagaimana yang terjadi di Amerika Serikat (AS).

Awalnya, anggota Kongres mengusulkan agar ibu kota negara berada di Pennsylvania, di Lancaster atau Germantown, kemudian sebuah wilayah di luar Philadelphia.

Tetapi rencana politik menghentikannya, dan ibu kota Amerika Serikat akhirnya pindah ke wilayah di Virginia dan Maryland, yang saat ini menjadi Washington, DC

4. Lebih dari satu ibu kota
Terakhir, tidak semua negara menganut gagasan bahwa hanya boleh ada satu ibu kota negara.

Bolivia yang memiliki dua ibu kota, misalnya, La Paz menjadi ibukota administratif dan Sucre sebagai ibukota konstitusionalnya.

Selain itu, Afrika Selatan bahkan memiliki tiga ibu kota. Kursi administratifnya berada di Pretoria, kursi legislatifnya di Cape Town, dan kursi yudisialnya berada di Bloemfontein.

Paradigma Pemindahan Ibu Kota

Dalam mengurangi tingkat kepadatan penduduk yang berhubungan langsung dengan kemacetan di Jakarta, pemindahan ibu kota dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan dan mengurangi ketimpangan ekonomi antar daerah.

Akan tetapi, pemindahan ibu kota memunculkan paradigma tersendiri karena daerah yang direncanakan belum memiliki infrastruktur yang memadai untuk menjadi ibu kota negara.

Dalam artikel kali ini, kami tertarik untuk membahas lebih lanjut mengenai paradigma yang muncul dengan pemindahan ibu kota dan peran ibu kota sendiri dalam tata kenegaraan serta isu sosial dan ekonomi yang muncul dalam isu ini.

Peran Ibu Kota

Seperti yang telah diulas pada awal tulisan ini, Ibu kota merupakan pusat pemerintahan. Peran ini membuat ibu kota menjadi simbol suatu negara yang dapat menunjukkan siapa yang mengendalikan ibu kota juga dapat mengendalikan pemerintahan dalam skala nasional.

Selain itu, ibu kota juga menjadi pusat perekonomian dan administrasi nasional. Oleh karena itu, mayoritas negara di dunia ini mengusahakan ibu kotanya menjadi simbol dinamika kehidupan sosial dan ekonomi untuk menarik investor asing dalam upaya meningkatkan produktivitas dalam negara tersebut.

Akan tetapi, tipe-tipe pemerintahan mampu mempengaruhi peran ibu kota itu sendiri.

Dalam negara kesatuan yang pada dasar pemikirannya terdiri dari satu pemerintah pusat yang kuat dan setiap daerah diwajibkan untuk mempertangungjawabkan setiap kegiatan pemerintahan kepada pemerintah pusat, ibu kota sangat berperan penting dalam pemerintahan dan kesatuan nasional.

Sistem Negara Kesatuan

Dalam bentuk ini, ibu kota sangat berperan penting dalam mengambil keputusan tertinggi. Hal ini membuat pengaruh ibu kota sangat signifikan dan sangat rigid karena hampir semua permasalahan dibebankan kepada pemerintah pusat dan keputusan kebijakan pemerintah daerah (dalam hal ini kebijakan hukum dan ekonomi) harus disetujui oleh pemerintah pusat.

Sistem ini menunjukkan suatu permasalahan tersendiri bagi ibu kota negara karena daerah sulit melakukan transformasi yang mendadak tanpa persetujuan pemerintah pusat dan menciptakan rigidcommand system (keputusan terpenting hanya mampu dikeluarkan oleh pemerintah pusat).

Kekuatan pemerintah pusat sangatlah kuat sehingga pemerintah pusat mampu mengubah haluan secara searah tanpa bertanya kepada perwakilan daerah masing-masing karena mereka tidak memiliki hak veto untuk menentukan kebijakan nasional.

Dalam keadaan krisis tahun 1998, meski kericuhan hanya terjadi di Jakarta, efeknya terasa secara menyeluruh di daerah-dearah lain karena pusat perekonomian dan pemerintahan dalam keadaan kritis.

Selain itu, terdapat hipotesis berupa pembangunan berpusat di pemerintahan pusat menciptakan ketidakmerataan ekonomi, politik, dan sosial. Sistem ini sebenernya sangat cocok bagi negara yang memiliki homogenitas penduduk, kebudayaan, agama, dan kesamaan dasar pemikiran politik.

Sistem Negara Bentuk Serikat

Dalam negara berbentuk serikat, negara terdiri dari berbagai negara bagian yang memiliki otonomi yang lebih tinggi daripada negara berbentuk kesatuan.

Sistem ini membuat daerah-daerah memiliki kekuatan yang cenderung lebih baik dan dapat langsung mempertangungjawabkan setiap program pemerintahan langsung ke penduduk negara bagian tersebut, meski sistem ini terlihat seperti pemerintah pusat tidak terlalu mempengaruhi secara langsung keadaan masyarakat di negara-negara bagian.

Pemerintah daerah juga memiliki otoritas yang lebih tinggi ketimbang pemerintah pusat dalam menentukan hukum dan kebijakan ekonomi yang berlaku.

Oleh karena itu, pemerintah negara bagian memiliki otoritas ke dalam yang signifikan.

Hukum nasional (Federal law) yang biasa diatur oleh presiden hanya digunakan sebagai acuan dalam menjalankan pemerintahan di daerah masing-masing. Hal ini membuat krisis di daerah tertentu tidak secara langsung memengaruhi nasional sehingga pemerintah pusat dapat segera melakukan intervensi untuk mencegah terjadinya penyebaran krisis tersebut yang memicu krisis berdampak sistemik.

Ketika suatu negara berbentuk serikat, ibu kota provinsi/negara bagianlah yang mempunyai pengaruh yang signifikan dalam bentuk negara tersebut.

Namun, salah satu kelemahan sistem ini adalah ketiadaan kesatuan dasar hukum dan keterbatasan kekuatan pemerintah pusat sehingga membuat pembangunan yang bertingkat nasional dan masif memerlukan dukungan negara-negara bagian yang mungkin memiliki hubungan yang kurang baik antar negara bagian.

Selain itu, terdapat ketidakmerataan antar negara bagian. Misalnya, negara bagian A menguntungkan secara ekonomi karena memiliki pelabuhan besar yang menyerap keuntungan dari perdagangan negara bagian lainnya sedangkan negara bagian lainnya memerlukan suntikan ekonomi dan pembangunan karena daerahnya kurang strategis untuk pembangunan nasional.

Sistem ini cocok untuk negara dengan Multiculturalism dan memiliki berbagai macam ras, agama, dan beragam pandangan politik.

Pembangunan Ekonomi

Salah satu argumen utama dalam pemindahan ibu kota adalah keinginan untuk pemerataan ekonomi terhadap daerah di luar pulau jawa dan meningkatkan kesejahteraan di daerah tersebut.

Ibu kota sebagai pusat perekonomian memang selalu diharapkan mampu memberikan gambaran kota metropolitan yang penuh dengan aktivitas perekonomian dan urusan-urusan administrasi negara lainnya. 

Dalam teori ekonomi klasik, pembangunan infrastruktur merupakan faktor pertumbuhan ekonomi yang didasarkan pada ide bahwa kesiapan infrastruktur memudahkan flows of goods sehingga perekonomian negara menjadi lebih dinamis.

Ibu kota negara sepantasnya menyimbolkan dinamika dan keaktifan ekonomi di negara tersebut.

Dengan sistem pemerintahan yang sangat terpusat, pembangunan ekonomi juga ikut terpusat pada pusat pemerintahan.

Seperti yang sudah diberitakan oleh beberapa saluran berita nasional, daerah yang dituju sebagai ibu kota baru berada pada Kalimantan Tengah. Untuk memahami lebih lanjut potensi pembangunan nasional mari kita menganalisis lebih lanjut kepadatan penduduk yang dapat mempengaruhi tingkat pembangunan itu sendiri.
Berdasarkan data di atas kita dapat menganalisis lebih jauh mengenai potensi pembangunan di daerah calon ibu kota.

Kepadatan penduduk yang tidak terlalu padat menyebabkan pembangunan tingkat nasional tidak akan mengalami terlalu banyak hambatan seperti penggusuran tempat tinggal warga.

Hal ini tentunya merupakan hal positif karena dengan kesiapan infrastruktur yang baik perekonomian dapat berjalan lebih lancar dan memberikan potensi peningkatan dinamika ekonomi yang lebih baik.

Namun, tingkat kepadatan penduduk yang relatif rendah mengindikasikan perlu adanya insentif bagi penduduk atau UMKM untuk membuka keran perekonomian di Kalimantan Tengah.

Hal ini dikarenakan perekonomian tidak dapat berjalan apabila pangsa pasarnya tidak tersedia.
Berdasarkan materi data di atas, kita dapat melihat sektor pertambangan memberikan kontribusi terbesar pada APBN 2018 nasional.

Hal ini memberikan rasionalitas untuk memindahkan ibu kota ke kalimantan sehingga mampu mendekatkan ke pusat kontributor perekonomian nasional.

Seperti yang telah diketahui, Pulau Kalimantan memiliki posisi pertambangan yang bagus.

Dengan pemindahan ibu kota, pembangunan infrastruktur yang lebih besar dapat dialokasikan untuk memberikan potensi pengembangan akses pertambangan yang maksimal. 

Akan tetapi, bila pusat dinamika ekonomi hanya didasarkan pada pertambangan, ketergantungan ekonomi yang kurang dinamik akan terjadi.

Ketergantungan ekonomi pada sektor pertambangan dapat memberikan dampak ekonomi yang buruk pada jangka Panjang, terutama bila hasil tambang sudah habis.

Ketergantungan pada sektor pertambangan juga tidak memberikan dinamika ekonomi pada sektor lain.

Akses Utama Ekonomi Ibu Kota

Kita dapat melihat lokasi calon ibu kota yang tidak memiliki akses langsung ke pelabuhan. Hal ini dapat dikatakan menarik karena sektor ekonomi terlihat seolah-olah ingin dibangun berdasarkan pendapatan dari pertambangan ketimbang perdagangan.

Padahal, sektor pertambangan memiliki nilai tambah yang lebih rendah dan memiliki cost yang lebih tinggi daripada sektor perdagangan ataupun sektor industri pengolahan.

Tujuan pemindahan ibu kota ini yang awalnya bertujuan untuk melakukan pemerataan ekonomi makin keruh bila kita teliti secara mendalam mengingat sektor pertambangan merupakan sektor yang mengalami penurunan tenaga kerja yang diganti dengan alat-alat otomatis yang mengurangi kebutuhan tenaga kerja.

Menurut saya, bila tujuan pemerintah adalah pemerataan ekonomi seharusnya pemerintah meningkatkan pada sektor perdagangan karena dapat memberikan peluang dan menyerap tenaga kerja yang lebih besar.

Pembangunan pelabuhan-pelabuhan di daerah perbatasan dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan pendapatan dari sektor perdagangan.

Oleh karena itu, pembangunan di daerah yang tidak memiliki akses ke pelabuhan laut merupakan bukti keanehan/ketidaksiapan pemindahan ibu kota.

Pemindahan ini mungkin dapat menyebabkan isu baru, yaitu saat hasil tambang telah habis, pemerintah tidak dapat melakukan transisi sektor ekonomi dikarenakan semua dana nasional telah diinvestasikan pada sektor pertambangan.

Adhy Mahameru
Divisi Pendidikan FKBPGM (Forum Keluarga Besar Perumahan Graha Manggala)

Sejarah Kesesatan Wahabi

Sejarah perkembangan gerakan Wahabi di dunia Arab mempunyai asal muasal yang dikenal dengan gerakan Salafiah klasik yang dirintis oleh Ibnu ...