Tampilkan postingan dengan label SAINS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAINS. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Mei 2024

SEJARAH DAN SISTEM KALENDER (chapter 1)

GMnews, Kalender adalah sistem pengorganisasian satuan-satuan waktu, untuk tujuan penandaan serta perhitungan waktu dalam jangka panjang.

Istilah kalender dalam literatur klasik maupun kontemporer biasa disebut tarikh, takwim, almanak dan penanggalan.

Bentuk kalender cukup beragam, antara lain kalender sistem matahari (solar system), kalender sistem bulan (lunar system), dan kalender sistem bulan matahari (lunar-solar system).

Kalender Cina adalah salah satu kalender yang menggunakan sistem bulan-matahari (lunar-solar system). Dalam budaya dan pengetahuan bangsa Tiongkok purba, pembuatan kalender telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu.

Penanggalan Cina ini dikenal dengan sebutan kalender rembulan, yin li atau kalender petani (nong liek) karena diperuntukan bagi upaya untuk mengetahui perubahan musim yang terjadi terhadap siklus di bumi.

Praktek ini bertujuan agar manusia bisa mengetahui gejala alam yang sedang dan akan terjadi. Perhitungan tersebut didasarkan pada perhitungan ilmu feng shui, yakni dimensi waktu yang didasarkan dari konsep ilmu astronomi tiongkok purba dan mengacu pengaruh peredaran Matahari dan Bulan terhadap Bumi. Kalender Cina dihitung berdasarkan perhitungan lama bulan mengitari bumi yaitu 29,5 hari.

Tarikh ini memang bukan tarikh bulan murni karena di samping berdasarkan peredaran bulan dicocokkan pula dengan peredaran musim yang dipengaruhi letak matahari.

Dengan adanya pergantian malam dan siang ini membuktikan bahwa semuanya telah ditentukan, diatur dan disesuaikan dengan posisinya atau porosnya masing-masing. Sebagaimana yang termaktub dalam surat Yunus ayat 6
"Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa” 

Ayat di atas merupakan bukti tentang adanya rotasi bumi. Dan pusat dari benda-benda angkasa atau tata surya adalah matahari. Matahari berputar pada porosnya, dan bumi yang merupakan planet ketiga dari matahari, berputar pada porosnya dalam jangka waktu kurang lebih 24 jam. Inilah yang menyebabkan pergantian siang dan malam. Selain berputar pada porosnya, bumi juga berputar mengelilingi matahari atau dalam perjalanannya disebut revolusi. Jalur bumi untuk mengitari matahari dinamakan orbit Dalam surat Yunus ayat 5 diterangkan
“Dialah yang menjadikan matahari
bersinar, bulan bercahaya dan
ditetapkannya manzilah-manzilah bagi
perjalanan bulan itu, supaya kamu
mengetahui bilangan tahun dan
diperhitungkan”

Istilah kalender berasal dari bahasa Inggris modern “calendar”, berasal dari bahasa Perancis lama “calendier” yang asal mulanya dari bahasa Latin “kalendarium” yang artinya buku catatan pemberi pinjaman uang. Pada bahasa Latinnya sendiri kalendarium berasal dari kalendae atau calendae yang artinya “hari permulaan suatu bulan”.

Padanan kalender dalam bahasa Indonesia adalah penanggalan. Adapun menurut istilah, kalender dimaknai sebagai suatu tabel atau deret halaman-halaman yang memperlihatkan hari, pekan dan bulan dalam satu tahun tertentu.

Bentuk kalender cukup beragam, bahkan dalam perhitungannya mempunyai aturan siklus sendiri. Disamping itu, ada juga kalender yang memiliki ciri-ciri tersendiri.

Dari banyaknya bentuk kalender, setidaknya
dapat dibedakan menjadi tiga macam
yakni :

1. Kalender sistem matahari (solar system)

Kalender ini pada prinsipnya menggunakan perjalanan bumi ketika berevolusi atau mengorbit matahari. Ada dua pertimbangan
yang digunakan sistem ini :
Pertama, adanya pergantian siang
dan malam.
Kedua, adanya pergantian musim diakibatkan karena orbit yang berbentuk elips ketika mengelilingi matahari.

Kalender yang menggunakan sistem ini antara lain kalender Mesir Kuno, kalender Romawi Kuno, kalender Maya, kalender
Julian, kalender Gregorius, dan kalender Jepang.

2. Kalender sistem bulan (lunar system)

Kalender ini menggunakan sistem bulan, artinya perjalanan bulan ketika mengorbit bumi (berevolusi terhadap bumi).

Kalender ini murni menggunakan lunar disebabkan karena mengikuti fase bulan. Kalender sistem lunar, pada sisi lain tidak berpengaruh terhadap perubahan musim. Sebab kemunculan bulan dalam satu tahun selama dua belas kali amat mudah diamati.

Kalender yang menggunakan
sistem ini antara lain kalender
Hijriyah, kalender Saka, dan
kalender Jawa Islam.

3. Kalender sistem bulan-matahari (lunar-solar system)

Kalender ini menggunakan bulan-matahari, artinya perjalanan sistem bulan dan matahari di kalender pertama memang
berdasarkan atas peredaran bulan. Namun ini memang tidak akurat dengan peredaran bumi mengelilingi matahari.

Matahari kemudian menjadi dasar untuk waktu penanggalan (solar) karena sistem peredaran bulan (lunar) tidak cocok dengan bumi mengelilingi matahari.

Pada awalnya, baik sistem lunar maupun solar merupakan gabungan. Namun, belakangan inisistem kalender lunar dan solar menjadi berdiri sendiri. Pada perayaan-perayaan agama, sistem lunar misalnya dijadikan sebagai petunjuk, seperti pada Crhistian Easter.

Diawali pada agama Hindu dan Yom Kippur di agama Yahudi, demikian pula dengan hari-hari raya Islam. Jadi pada perayaan-perayaan agama banyak mengambil sistem lunar, sedangkan untuk sistem bisnis dan
catatan administrasi banyak menggunakan sistem solar.

Kalender yang menggunakan
sistem ini antara lain kalender
Babilonia, kalender Yahudi, dan
kalender Cina.
 

Sejarah Kesesatan Wahabi

Sejarah perkembangan gerakan Wahabi di dunia Arab mempunyai asal muasal yang dikenal dengan gerakan Salafiah klasik yang dirintis oleh Ibnu ...