Selasa, 30 April 2024

INILAH PEMAIN SEPAKBOLA PROFESIONAL KETURUNAN BUGIS MAKASSAR DI EROPA "DEH BUKAN KELAS BETE BETE BOSKU"

GMnews, Timnas Sepakbola Indonesia saat ini menjadi perbincangan di dunia sepakbola Internasional.

Tidak hanya karena prestasinya mampu mengalahkan beberapa tim sepakbola negara papan atas dalam rating FIFA. Namun juga karena banyaknya pemain keturunan berdarah Indonesia yang memiliki jiwa patriot tinggi untuk membela Indonesia.

Tak terkecuali Noah Gesser (sahabat karib Justin Hubner) yang meninggal akibat kecalakaan di Amsterdam dan belum sempat mewujudkan cita citanya membela Indonesia di laga sepakbola dunia.

Diantara pemain pemain keturunan Indonesia yang bermain di liga Eropa, ada beberapa pemain yang memiliki darah keturunan Bugis Makassar.

Dan mereka pun bukanlah pemain amatir dalam dunia sepakbola di Eropa. Istilah orang Makassar "deh.. bukan kelas bete bete bosku".

Inilah beberapa pemain sepakbola profesional keturunan Bugis Makassar di Eropa.

1. Jordi Amat

Jordi Amat mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar pecinta sepak bola Indonesia. Belakangan, namanya masuk dalam proses naturalisasi bersama beberapa pemain keturunan lainnya.

Pemain kelahiran 21 Maret 1992 ini memang disebut memiliki darah keturunan Indonesia.

Kalau kita mendengar sekilas, nama belakangnya ada istilah Betawi gitu ye. Tapi nyatanya garis keturunan itu didapat Jordi Amat dari neneknya yang lahir di Makassar, Sulawesi Selatan.

Jordi Amat bukanlah pemain sembarangan. Dia pernah bermain di beberapa liga top Eropa. Sebut saja Swansea City di Liga Inggris. Serta beberapa klub Liga Spanyol seperti Espanyol hingga Real Betis.

Terbaru, Jordi Amat menjadi bagian dari klub raksasa Malaysia, yaitu Johor Darul Ta’zim. Sebelumnya, dia juga sempat membela klub Belgia, KAS Eupen.

2. Nazario de Fretes

Nazario de Fretes lahir di Middleburg pada 24 April 1999. Pemain VV Goes ini diketahui memiliki darah keturunan Indonesia, tepatnya daerah Makassar.

Hal ini membuatnya punya kesempatan untuk membela Timnas Indonesia jika berkenan. Menurut data Transfermarkt, Nazario de Fretes mengawali karier sepakbolanya bersama Sparta R. U-17.

Beberapa tahun berselang, dia bermain untuk NAC Breda U-21 sebelum akhirnya pindah ke klub Bulgaria, Spartak Varna. Terakhir, dia bergabung bersama VV Goes sejak November 2019 dan bertahan sampai sekarang.

3. Justin Hubner

Justin Hubner resmi menjadi WNI usai pengambilan sumpah di Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Jakarta. Hubner datang dengan mengenakan jas hitam, dasi, kopiah, yang dilengkapi dengan kacamata hitam.

Justin Hubner merupakan pemain kelahiran Belanda, 14 September 2003. Ayahnya adalah Ferdinan Patrick Rudolf Hubner dan ibunya bernama Brigitte Prophitus.

Ayahnya merupakan keturunan Indonesia. Kakek Justin bernama Ferdinand Rudolf Hubner kelahiran Makassar, 11 Agustus 1948.

Hubner bermain sebagai bek tengah berpostur 1,8 meter yang membuat dirinya kuat dalam berduel udara. Hubner sudah memperkuat Timnas Indonesia U-20 dua kali di laga persahabatan di Spanyol.

Meski usianya masih muda, Hubner sudah memiliki pengalaman luar biasa di sepakbola Eropa. Hubner memulai kariernya lewat akademi di Belanda, FC Den Bosch Youth di 2017. 

Hubner tembus ke kategori kelompok usia U-17 setahun setelahnya. Di 2020, Hubner bertualang ke tim Liga Inggris Wolverhampton Wanderers. 

Hubner naik ke kategori usia U-18 dan di 2022 naik ke kategori usia U-21. Dalam catatan Transfermarkt, Justin Hubner sudah menjajal Premier League U-18 pada musim 2019-2020. 

Dirinya lanjut menjajal Premier League 2 (untuk usia tim akademi U-21) pada musim 2021-2022. Total, 31 penampilan dicatatkannya pada Premier League U-18 dan 38 penampilan di Premier League 2. 

Hubner juga sudah merasakan kompetisi FA Youth Cup dan EFL Trophy. Meski saat ini masih berstatus sebagai pemain di tim junior Wolverhampton Wanderers, Hubner nyaris melakukan debut di Liga Inggris.

Gary O'Neil menyertakan nama Hubner di tim senior Wolverhampton saat menghadapi Arsenal di Emirates Stadium, Sabtu (2/12/2023). Hubner masuk dalam daftar pemain cadangan Wolves di laga melawan Arsenal walau akhirnya dia tidak diturunkan.

4. Navarone Foor

Navarone Foor (27 tahun) merupakan pemain sepakbola keturunan Toraja (Sulawesi Selatan)-Maluku.

Kedua orangtuanya asli Indonesia, begitu pula kakek neneknya. Namun, sudah lama menetap di Belanda.

Pemain klub Vitesse Arnhem, Navarone Foor, beraksi di Liga Belanda. Navarone lahir di Opheusden, kota kecil di selatan Belanda, berjarak 90 kilometer dari ibu kota Amsterdam, pada 4 Februari 1992.

Neneknya Christina Seru dari Kalimbuang, Kapala Pitu, Toraja Utara, Sulsel. Sedangkan kakeknya, For, berasal dari Key, Maluku Tenggara.

Saat ini Foor bermain untuk klub Belanda, Vitesse dan akan bagus untuk menjadi pemain tambahan di sektor gelandang serang atau pemain sayap.


ADHY MAHAMERU "ANTARA ORGANISASI DAN NONGKRONGISASI"

GMnews, Opini Publik - Apa Yang Dimaksud Dengan Organisasi?

Menurut Prof. Dr. Sondang P. Siagian, organisasi adalah suatu bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan dan dalam ikatan itu terdapat seorang atau sekelompok orang yang disebut bawahan.

Sementara dalam dunia bisnis, organisasi merupakan sekelompok orang yang melakukan kolaborasi untuk mencapai tujuan secara komersial dengan struktur yang jelas serta memiliki budaya kerja khusus.

Organisasi Menurut Para Ahli
Dikutip dari berbagai sumber, di bawah ini ada beberapa pengertian organisasi menurut para ahli.

Stephen P. Robbins
 “Organisasi adalah kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.”

James D. Mooney
Organisasi adalah suatu bentuk perserikatan orang atau sekelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama yang telah disepakati.

Oliver Sheldon
Pengertian organisasi adalah proses penggabungan pekerjaan yang para individu atau kelompok-kelompok harus melakukan dengan bakat-bakat yang diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas terkait, memberikan saluran terbaik untuk pemakaian yang efisien, sistematis, positif, dan terkoordinasi dari usaha yang tersedia.

Hasibuan
"Organisasi adalah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur, dan terkoordinasi dari sekelompok orang yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu".

Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah suatu wadah yang terdiri dari unsur manusia yang saling bekerja sama dan saling menguntungkan untuk kepentingan bersama dalam pencapaian tujuan organisasi.

Secara sederhana organisasi dapat diartikan sebagai suatu kesatuan yang
merupakan wadah atau sarana untuk mencapai berbagai tujuan atau sasaran.

Organisasi memiliki banyak komponen yang melandasi diantaranya terdapat banyak orang, tata hubungan kerja, spesialis pekerjaan dan kesadaran rasional dari anggota. Sesuai dengan kemampuan dan spesialisasi mereka masing-masing.

Tujuan Organisasi

Ada beberapa tujuan organisasi yang secara umum banyak dijadikan sebagai acuan dalam pembangunan sebuah organisasi, yaitu:

1. Meningkatkan kemandirian serta kemampuan dari sumber daya yang dimiliki, menjadi wadah yang membantu mencari keuntungan bersama-sama dengan kerja sama yang sudah terbagi dengan baik, .

2. Menjadi wadah yang digunakan untuk individu yang memang ingin memiliki jabatan, penghargaan serta pembagian kerja yang jelas,

3. Menjadi wadah untuk memiliki pengawasan dan kekuasaan, membantu setiap individu yang ada di dalamnya agar dapat meningkatkan pergaulan serta memanfaatkan waktu luang secara lebih optimal serta bermanfaat.

4. Membantu untuk pengelolaan lingkungan secara bersama-sama.

5. Mencapai tujuan secara efektif dan efisien sesuai dengan yang telah menjadi maksud awal sebuah organisasi dibentuk.

Ciri-ciri organisasi dikemukakan Ferland yang dikutip oleh Handayaningrat (1985:3) sebagai berikut :
1. Adanya suatu kelompok orang yang saling mengenal.
2. Adanya kegiatan yang berbeda-beda tetapi satu sama lain saling berkaitan (interdependent part) yang merupakan
kesatuan usaha / kegiatan untuk tujuan bersama.
3. Tiap-tiap anggota memberikan sumbangan usahanya / tenaganya.
4. Adanya kewenangan, koordinasi dan pengawasan.
5. Adanya suatu tujuan Organisasi.

Selain sebagai wadah kegiatan organisasi juga dipandang sebagai wadah proses pengembangan diri, yaitu dengan adanya interaksi saling menyoroti diantara orang-orang yang menjadi anggota organisasi.

Keberhasilan suatu organisasi ditentukan oleh kualitas sumberdaya manusia yang saling berinteraksi dan mengembangkan organisasi yang bersangkutan.

Organisasi dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia dan dalam rangka mengoptimalkan kinerja anggota tidak terlepas dari pemberdayaan potensi yang ada.

Hangout alias Nongkrong
Berkumpul untuk organisasi sangatlah berbeda dengan berkumpul untuk hangout atau nongkrong.

Kegiatan berkumpul untuk organisasi lebih formal dan memiliki tujuan untuk perkembangan visi dan misi organisasi yang telah disepakati sebelumnya secara tertulis.

Kegiatan hangout atau biasa disebut dengan kegiatan nongkrong adalah kegiatan non formal dimana sekelompok orang atau individu berdiam atau melakukan kegiatan disuatu tempat dengan menghabiskan waktu untuk berkumpul dengan orang-orang tertentu disuatu tempat, atau merupakan kegiatan berkumpul, berbincang, bercanda dan bersantai di suatu tempat yang dilakukan sendiri ataupun beramai-ramai tanpa tujuan maupun visi dan misi yang sudah disepakati sebelumnya secara tertulis.

Penggunaan kata nongkrong lebih banyak digunakan dibandingkan dengan kata hangout.

Masyarakat Indonesia suka dengan dunia kelompok atau saat ini bahasa gaulnya dikenal dengan nongkrong. Disadur dari KBBI nongkrong diartikan sebagai tindakan berkumpul bersama teman-teman di suatu tempat dengan melibatkan pembicaraan segala macam hal, mulai dari yang remeh hingga yang serius.

Tujuan Nongkrong

Dahulu nongkrong hanya sekadar bercanda melepas rehat setelah seharian beraktifitas. Mereka berkumpul untuk membahas strategi bagaimana cara mengusir penjajah dari Belanda tetapi untuk sekarang tujuan dari nongkrong pun berbeda.

Nongkrong saat ini biasanya diisi dengan ghibah atau gosip, rasanya jika di dalam tongkrongan tidak ada bahan gunjingan tidak lengkap rasanya. Kita lihat dari film pendek berdurasi 30 menit “Tilik” yang menjadi contoh keseharian kita bahwa gosip adalah hal yang tak terpisahkan, orang-orang selalu membicarakan kegiatan orang lain.

Menurut Yuval Noah Harari dalam buku Sapiens, bahasa manusia yang unik berevolusi sebagai sarana untuk bertukar informasi sekarang ini adalah cara bergosip.

Tetapi mengapa gosip terus ada? Gosip akan muncul pada kita begitu alamiah seakan-akan secara tidak sadar tujuan kita berkomunikasi hanyalah untuk bergosip. 

Orang-orang lebih tertarik bertanya pertanyaan aneh yang tidak ada hubungan dengan kehidupan maupun kepentingan pribadinya
Mengapa dia itu suka telat pulang?
Siapa yang telah dipergoki berselingkuh?
Bagaimana rupa orang yang dia incar? Bagaimana lekuk badan wanita?
Dan masih banyak pertanyaan pertanyaan dan yang sebenarnya tidak penting dalam kehidupan maupun kepentingan orang itu sendiri.

Seolah-olah bahasa yang digunakan dalam tongkrongan adalah bertujuan untuk gosip. Kita dibawa untuk mempercayai apa yang sebenarnya belum kita sentuh, kita ketahui, dan hanya berdasarkan asumsi saja.

Bahkan dalam perkembangan komunikasi, di media sosial organisasi pun terjadi komunikasi yang tidak ada kaitannya dengan visi dan misi suatu organisasi sehingga membuat komunikasi antara sesama anggota organisasi menjadi jauh dari rasa formalitas dalam berorganisasi.

Dalam tongkrongan apakah pergibahan betul-betul sangat dibutuhkan?

Coba bayangkan suatu kelompok tongkrongan hanya bertemu makan bersama tidak ada satu pun pembahasan yang aneh.

Tentunya beberapa orang akan merasakan bosan mengecek telepon genggamnya berkali-kali, berharap pembicaraan ini akan berakhir dan pulang saja.Tetapi, bagaimana jika tongkrongan dengan pembahasan yang menarik, mereka akan lupa waktu.

Perlu diketahui tongkrongan sebaiknya dibawa kearah yang positif, daripada membicarakan orang lain atau sekedar bercanda yang sangat tidak bermanfaat bagi tujuan berkumpul.

Bertukar informasilah mengenai kegiatan positif apa yang bisa dilakukan bagi perkumpulan dan bermanfaat bagi orang banyak.

Sedikit lebih pasti dan tentunya sangat penting, ciptakan bahasa atau komunikasi yang tidak membatasi ruang berpikir bahwa pembahasan haruslah mengenai kekayaan materi pribadi, lawan jenis, kesalahan serta kekurangan orang lain dan sebagainya yang tidak bermanfaat bagi perkumpulan Organisasi maupun tongkrongan dan untuk orang banyak.

Nongkrong itu butuh biaya juga, maka dari itu pembahasannya harus berkualitas, uang tidak untuk dihabiskan membicarakan perkara yang tidak bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang banyak.

DRAMA VAR WARNAI LAGA INDONESIA VERSUS UZBEKISTAN

GMnews, Qatar - Bertanding di Abdullah bin Khalifa Stadium, Senin (29/4/2024), Indonesia tumbang 0-2 dari Uzbekistan U-23.

Dua gol Uzbekistan U-23 dicetak oleh Khusayin Norchaev dan satu lainnya didapat berkat gol bunuh diri Pratama Arhan.

Dengan hasil tersebut, Timnas Indonesia U-23 gagal melenggang ke final Piala Asia U-23 2024.

Sejumlah drama apik wasit utama dari China dan wasit VAR dari Thailand mendominasi pertunjukan di laga Indonesia kontra Uzbekistan malam tadi.

Selain Uzbekistan memang menguasai jalannya permainan, sejumlah keputusan wasit menjadi sorotan media sosial karena patut dipertanyakan.

Keputusan tersebut menjadi sorotan publik, tak hanya di dalam negeri melainkan juga di luar negeri.

Seorang jurnalis asal Australia, Paul Williams, mempertanyakan keputusan wasit memberikan kartu merah kepada Rizky Ridho. Menurutnya, itu merupakan salah satu keputusan terburuk.

“VAR benar-benar telah menghancurkan sepak bola,” kata Paul Williams dalam cuitannya di akun media sosial X (Twitter), @paulwilliams_85. “Saya ulangi. Kartu merah kepada Rizky Ridho merupakan salah satu keputusan terburuk yang mungkin Anda lihat,” tambahnya dalam cuitan lain.

Seorang netizen Indonesia menggapi cuitan tersebut dengan sindiran lucu, @Wahyu590 "Seharusnya memang bukan kartu merah karena kondisi 50:50,,rizky ridho dalam posisi membuang bola,,nah 2 bola berikutnya datang dengan sendirinya,,tidak sengaja tersepak juga.."

Meski kalah, tim asuhan Shin Tae-yong masih memiliki kesempatan untuk bermain di ajang Piala Asia U-23 ini.

Timnas Indonesia akan bermain di laga perebutan tempat ketiga melawan tim Irak U-23 yang kalah dalam laga semifinal melawan Jepang U-23.

Pertandingan Indonesia U-23 kontra Irak U-23 akan digelar di Abdullah bin Khalifa Stadium, Kamis (2/5/2024) mendatang.

Pada pertandingan malam tadi, dua pemain Timnas Indonesia, Muhammad Ferarri dan Marselino Ferdinan mendapatkan rating terendah.

AiScore memberikan rating 5,2 untuk Ferarri dan Marselino.

Sedangkan, Ernando Ari Sutaryadi dan Rio Fahmi menjadi pemain dengan perolehan rating tertinggi, yakni 6,8.

Kapten Timnas Indonesia, Rizky Ridho yang diganjar kartu merah oleh wasit Shen Yinhao, mendapatkan rating 6,4.

Adapun Pratama Arhan yang melakukan kesalahan hingga berbuah gol untuk Uzbekistan memperoleh nilai 5,6.

Berikut rating pemain TIMNAS INDONESIA U23 :
Muhammad Ferarri 5,2
Rizky Ridho Ramdhani 6,4
Justin Hubner 6,0
Pratama Arhan 5,6
Nathan Tjoe-A-On 5,8
Ivar Jenner 5,8
Fajar Fathur Rahman 5,7
Witan Sulaeman 5,5
Ramadhan Sananta 6,4
Marselino Ferdinan 5,2
Rio Fahmi 6,8
Ikhsan Zikrak 6,5
Dony Tri Pamungkas 6,2
Jeam Kelly Sroyer 6,0

Pertandingan yang digelar di Stadion Abdullah bin Khalifa ini berjalan dengan tempo sedang. Namun Uzbekistan mampu mendominasi penguasaan bola.

Meski begitu, Uzbekistan kesulitan membuat peluang bersih. Lini pertahanan Garuda bermain dengan rapi sehingga Uzbekistan kesulitan menebar ancaman.

Peluang berbahaya pertama Uzbekistan dibuat oleh tendangan mendatar Khosimov namun bola hanya melebar tipis dari gawang Ernando.

Di menit ke-31, Timnas Uzbekistan nyaris mencetak gol melalui tembakan roket Bo'riyev dari luar kotak penalti, namun beruntung tembakan keras itu mengenai mistar gawang.

Di sisa babak pertama ini, Uzbekistan masih mendominasi penguasaan bola. Sementara Timnas Indonesia U-23 mengandalkan serangan balik.

Namun pressing ketat yang dilakukan oleh Uzbekistan membuat Indonesia kesulitan untuk mengembangkan permainan.

Hingga babak pertama berakhir, skor 0-0 bertahan sama kuat untuk kedua tim.

Di jeda pertandingan, Uzbekistan membuat dua pergantian pemain. Khojimat Erkinov dan Ulugbek Khosimov ditarik dan digantikan Jasurbek Jaloliddinov dan Khusayin Norchaev.

Sejak awal babak kedua, Timnas Uzbekistan U-23 tampil menekan. Serangan demi serangan dilancarkan ke gawang Indonesia.

Asik menyerang, gawang Uzbekistan justru kebobolan di menit ke-60. Memanfaatkan kemelut di depan gawang Uzbekistan, Muhammad Ferrari berhasil merebut bola, berbalik badan dan melepaskan tembakan yang masuk ke gawang Uzbekistan.

Namun sayang gol ini dianulir oleh wasit. Pasalnya dalam proses terjadinya gol, kaki kanan Ramadhan Sananta sudah berada dalam posisi offside menurut wasit yang mendapat informasi melalui wasit VAR yang berasal dari Thailand ketika terjadi duel di depan gawang Uzbekistan, sehingga gol itu tidak disahkan.

Empat menit berselang, justru gawang Indonesia yang kebobolan. Mendapatkan umpan silang dari Khamralaliev dari sisi kanan, Norchaev mampu menyambut bola dengan tendangan voli dan masuk ke gawang Indonesia. Uzbekistan unggul 1-0.

Gol itu membuat Uzbekistan semakin percaya diri. Di menit ke-72, Abbosbek Fayzullaev melepaskan tembakan keras yang mengenai tiang gawang. Uzbekistan juga kembali apes ketika sundulan Norchaev mengenai mistar gawang di menit ke-77.

Di menit ke-83, Timnas Indonesia U-23 harus bermain dengan 10 pemain. Rizky Ridho mendapatkan kartu merah, setelah VAR menunjukkan bahwa sang bek melakukan pelanggaran yang sengaja kepada pemain Uzbekistan saat membuang bola.

Di menit ke-85, gawang Indonesia kembali bobol. Ada miskomunikasi antara Arhan dan Ernando saat ingin menghalau bola sundulan Khusanov, sehingga Arhan mencetak gol bunuh diri. Uzbekistan unggul 2-0 atas Indonesia.

Meski bermain 10 pemain, Timnas Indonesia U-23 tetap mencoba menyerang. Peluang terbaik Indonesia dilepaskan oleh Marselino Ferdinan namun hanya mengenai jaring gawang.

Di sisa babak kedua ini, kedua tim saling melakukan jual beli serangan. Namun skor 2-0 tetap bertahan untuk keunggulan Uzbekistan.

Pelatih Timnas Indonesia U-23 , Shin Tae-yong angkat bicara usai bicara tentang kekalahan dari Uzbekistan U-23 . Juru taktik kelahiran Korea Selatan itu mengungkapkan sesuatu yang membuat penasaran.

Dalam babak semifinal Piala Asia U-23 2024 itu, Timnas Indonesia U-23 beberapa kali dirugikan wasit Shen Yinhao. Mulai dari dianulirnya gol Muhammad Ferarri dan kartu merah Rizky Ridho.

"Pertama-tama, saya mengapresiasi upaya baik dari anggota tim kami, para pemain, dan juga menurut saya Uzbekistan, mereka melakukannya dengan baik dengan upaya yang besar," ujar Shin Tae-yong.

Usai mereview VAR, Shen Yinhao membatalkan gol Ferarri pada menit ke-63. Pasca melihat VAR pula, Rizky Ridho diusir keluar pada menit ke-82.

"Ada beberapa hal yang membuat saya sedikit malu, tapi ya, saya tidak ingin menyebutkannya. Dan Uzbekistan masih kuat. Selamat untuk tim Uzbekistan," tutur Shin Tae Yong.

Namun Pelatih Timnas Indonesia U-23, Shin Tae-yong mengungkapkan kondisi para pemainnya sebelum kalah melawan Uzbekistan U-23. Rizky Ridho dan kawan-kawan dianggapnya gugup.

"Saya pikir, sebelum kita mulai pertandingan, para pemain terlihat sedikit gugup," ujar Shin Tae-yong.

“Mungkin ini yang mempengaruhi tim kami. Kami benar-benar tidak bermain dengan baik,” tambahnya.

"Tapi kami masih punya peluang untuk melaju ke Olimpiade. Jadi kami akan menjalani persiapan yang baik untuk menuju panggung Olimpiade. Terima kasih," imbuhnya.

Lawan Timnas Indonesia U-23 adalah Irak. Lions of Babylon kalah 0-2 dari Jepang di babak semifinal Piala Asia U-23 pada Selasa (30/4) dini hari WIB di Stadion Jassim bin Hamad, Al Rayyan.

Timnas Indonesia U-23 akan saling sikut dengan Irak di Stadion Abdullah bin Khalifa pada Kamis (2/4). Pemenangnya bakal bermain di Olimpiade 2024 bersama finalis Piala Asia U-23 2024.

Apabila kalah dari Irak, maka pintu Timnas Indonesia U-23 belum tertutup ke Olimpiade 2024. Skuad Garuda Muda masih bisa memanfaatkan babak play-off antar konfederasi menghadapi wakil Afrika, Guinea pada 9 Mei 2024.

Ketua Umum (Ketum) PSSI , Erick Thohir membakar semangat Timnas Indonesia U-23 . Ini dilakukan setelah Skuad Garuda Muda bertekuk di depan Uzbekistan.

Erick Thohir masuk ruang ganti Timnas begitu Indonesia U-23 keok dari Uzbekistan.

"Ini ada partai kedua yang penting memastikan kita lolos ke Olimpiade 2024, tempat ketiga. Kita mau nyerah atau melawan?" ujar Erick Thohir.

"Ayo ayo. Masih ada. Kami percaya kalian. Kalian bisa. Pak Menpora di sini, Pak Presiden nonton kalian, seluruh rakyat Indonesia nonton kalian," tambahnya.

Apabila kalah dari Irak, maka pintu Timnas Indonesia U-23 belum tertutup ke Olimpiade 2024. Skuad Garuda Muda masih bisa memanfaatkan babak play-off antar konfederasi.

Pratama Arhan dan kawan-kawan bakal menghadapi peringkat ketiga Piala Afrika U-23 2023, Guinea. Partai penentuan itu akan diadakan di Prancis pada 9 Mei 2024.

"Kasih lihat kita bangsa yang kuat. Tidak bisa diinjak-injak. Jangan mengeluh, kita melawan. Kita kuat dan bisa melawan. Ayo belum habis," imbuh Erick Thohir.

Di kancah sepakbola internasional, Erick Thohir sarat pengalaman. Dia pernah menjadi pemilik klub asal Amerika Serikat, DC United. Selain itu, Erick juga pernah menjadi pemilik Inter Milan. Ada juga klub basket Philadelphia 76ers.

Saat ini, Erick Thohir juga masih mempunyai klub di luar negeri. Bersama Anindya Bakrie, dia menjadi pemilik saham mayoritas Oxford United, yang bermain di divisi satu Liga Inggris.

Kisah sukses Erick di sepakbola juga tersaji saat Asian Games 2018. Dia menjadi Ketua INASGOC, panitia lokal Asian Games 2018.

Tugas berat kini sudah menanti E,ddrick di PSSI untuk membawa nama bangsa Indonesia tak bisa dianggap enteng di dunia Sepakbol1da Internasional.qdff 3lr 4x

Tetap berjuang Garuda Muda U-23 jangan letih hingga tetes keringat terakhir basahi jerseymu.

Senin, 29 April 2024

IR SADARUDDIN MT "SINKRONISASI KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN MASYARAKAT TERHADAP AIR BERSIH"

GMnews, Opini Publik - Setiap masyarakat memiliki kebutuhan yang berbeda dalam menggunakan air bersih untuk aktivitas sehari-hari.

Tidak semua wilayah mendapatkan pasokan air bersih secara langsung dari sumber alam seperti mata air atau sungai. Oleh karena itu, pengelola layanan penyedia air bersih menjadi penting untuk memenuhi kebutuhan akan pasokan air tersebut.

Pengelolaan air bersih untuk masyarakat tanpa perhitungan teknis, akan menyebabkan beberapa masalah yang berdampak tidak hanya kerugian bagi pengelola namun juga sangat besar bagi masyarakat sebagai pengguna jasa layanan.

Dengan menggunakan perhitungan yang tepat, Pengelolaaan Sumber Daya Air bersih ini dapat terkontrol penggunaanya terhadap jumlah pengguna selama 24 jam non stop di dalam satu wilayah.

Perhitungan teknis ini juga sangat berkaitan dengan debit sumber air, kualitas air, konsumsi daya listrik, volume tangki penyimpanan air beserta kapasitas pompa yang dibutuhkan.

Menghitung hal ini juga dapat membantu memberikan gambaran pada jumlah kebutuhan air bersih pada bangunan atau lokasi yang lebih besar.

Kebutuhan air bersih dapat disediakan sesuai dengan banyaknya fasilitas yang membutuhkan. Sehingga penyediaan air bersih dapat sesuai dengan kebutuhannya, tidak kurang tidak pula berlebihan.

Makin banyak penghuni di dalam rumah atau bangunan, maka semakin banyak juga kebutuhan air bersih yang diperlukan. Oleh karena itu, penting untuk menghitung jumlah pengguna air bersih dalam satu wilayah dengan menentukan beberapa faktor seperti jumlah debit air pada sumber air, kualitas air, waktu yang dibutuhkan oleh sumber air untuk mengisi ruang sumbernya sesuai debit awal, volume tangki penampungan maupun kapasitas pompa yang sesuai dengan kebutuhan di wilayah tersebut.

Sebagai contoh, perhitungan untuk memenuhi kebutuhan air bersih setiap hari pada satu rumah dengan jumlah penghuni 3 hingga 4 orang, Anda dapat menggunakan ukuran 60 hingga 120 liter per-orang.

Jika satu wilayah terdiri dari 1000 unit rumah, maka kebutuhan air bersih untuk setiap bulan dapat dihitung seperti dibawah ini.

Perhitungan ini merupakan perhitungan teknis setelah perhitungan pengelolaan air dari sumber air menuju tangki penampungan.

Perhitungan ini dapat memberi gambaran SINKRONISASI KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN MASYARAKAT TERHADAP AIR BERSIH terkait dengan produksi dan penyalurannya ke masyarakat yang dikelola oleh penyedia jasa layanan pengadaaan air bersih untuk masyarakat.

JUMLAH KEBUTUHAN MEDIAN

R = 1000 unit rumah
Ō = 3 orang per-unit rumah
A = 80 liter per-orang
D = 30 hari

Ab = ... liter (jumlah air bersih yang dibutuhkan)

Ab = R × Ō × A × D
Ab = 1000 × 3 × 80 × 30
Ab = 1000 × 7200
Ab = 7200000 liter

Jumlah air bersih yang dibutuhkan dalam wilayah tersebut untuk mencukupi kebutuhan masyarakat setiap bulan adalah minimal 7.200.000 liter atau setara 7.200 m³ (meter kubik).

Sementara jumlah minimal kebutuhan harian dalam wilayah tersebut adalah
7.200.000 : 30 = 240.000 liter atau 240 m³ (meter kubik).

Ingat !! 
Jumlah kebutuhan air bersih dalam satu wilayah pada perhitungan diatas  adalah jumlah median atau jumlah pertengahan penggunaan air bersih penduduk.

Dan perlu diingatkan pula bahwa pengadaan air bersih untuk satu wilayah harus tersedia selama 24 jam setiap hari. Sehingga dibutuhkan penelitian hidrolis terlebih dahulu mengenai debit air yang tersedia serta kualitas air apakah layak guna atau tidak.

Sebagai penyedia layanan air bersih selain meneliti secara hidrolis jumlah debit serta kualitas air yang akan dikelola, hendaknya penyedia layanan air bersih memperhatikan kapasitas tangki penampungan air serta kapasitas pompa yang digunakan. Pemasangan pipa juga sangat berperan penting terhadap penyaluran air bersih.

Hal ini berkaitan dengan jenis, kualitas, ukuran, biaya, serta cara pemasangan pompa dan pipa penyaluran air bersih hingga ke unit rumah ataupun bangunan.

Penggunaan Daya Listrik

Pompa hisap dan pompa penyaluran membutuhkan listrik untuk mengaktifkan pengunaannya.

Tentu saja kedua proses tersebut membutuhkan biaya yang tidak kecil. Sehingga sangat penting untuk memperhatikan sinkronisasi besaran daya pada pengoperasian pompa tersebut sebagai biaya produksi dengan kebutuhan masyarakat terhadap air bersih.

Pemeliharaan alat serta penampungan air bersih juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit jumlahnya.

Faktor biaya produksi sangat berpengaruh terhadap biaya pemakaian yang harus dibayar oleh pengguna.

Semakin tinggi biaya produksi, maka semakin tinggi pula beban biaya yang harus ditanggung oleh masyarakat sebagai penggunaa jasa penyediaan air bersih.

Pengecualian hubungan biaya produksi dengan beban biaya yang harus ditanggung masyarakat sebagai pengguna jasa dapat diminimalisir melalui subsidi dari pemerintah dengan menunjuk salah satu cabang BUMN yaitu Perusahaan Daerah Air Minum/ PDAM untuk melakukan Pengelolaan Sumber Daya Air bagi masyarakat.

Sebelum menjadi seorang pengguna layanan air bersih, Anda berhak untuk bijak memilih. Apakah Anda ingin menggunakan jasa penyedia layanan air bersih milik negara, swasta, ataukah secara mandiri Anda mengadakan ketersediaan air bersih di rumah Anda untuk mencukupi kebutuhan keluarga Anda selama 24 jam setiap hari melalui pengadaan sumur galian ataupun bor.

Berfikir efektif dan efisien dalam mengambil suatu keputusan sebelum muncul suatu masalah adalah sikap yang bijak.

Masalah yang terjadi ketika suatu lembaga salah dalam mengambil keputusan terhadap pengadaan layanan air bersih di satu wilayah, dapat berdampak negatif bagi orang banyak terlebih kepada lembaga itu sendiri maupun secara personal.

Masyarakat juga diminta untuk bijak dalam memilih serta menggunakan jasa penyedia layanan air bersih agar tidak menjadi masalah bagi diri dan keluarganya sendiri.

Kutipan opini ini bersumber dari dialog jurnalis GMnews bersama Ir Sadaruddin, MT.

Minggu, 28 April 2024

Resta Andriana Putri "Faktor-Faktor yang Mempengaruhi dalam Pengambilan Keputusan"

GMnews, Resta Andriana Putri Pengambilan keputusan merupakan suatu tindakan yang dimana seseorang memilih salah satu pilihan dari beberapa faktor alternatif yang terbaik pada suatu aktifitas, kejadian maupun permasalahan. Pengambilan keputusan juga berpengaruh terhadap hasil akhir yang ingin dicapai. Adapaun faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan salah satunya yaitu faktor internal yang mendominankan kepada diri sendiri pada pengambilan keputusannya. Tidak hanya mengandalkan pengetahuan semata tetapi juga keterampilan yang sesuai dengan keputusan yang akan di ambil agar tidak timbul masalah baru ketika keputusan telah ditetapkan.

Artikel ini disusun dengan metode Simulasi yang terkait faktor apa saja yang mempengaruhi pengambilan keputusan yang digambarkan dari contoh contoh yang berskala kecil.

Keputusan yang diambil merupakan suatu
pemikiran dan dimana pemikiran tersebut dapat menimbulkan penyelesaian masalah dari suatu kejadian.

Faktor yang perlu diperhatikan dalam memutuskan atau mendapatkan keputusan yang baik dan tepat adalah Faktor pengambilan keputusan yang mempengaruhi cara pengambilan keputusan itu diambil tidak hanya sekedar memperhatikan perkembangan, kepuasan, dan tindakan semata tapi juga harus dengan pola pikir yang etis secara struktural dan praktis sehingga dapat menghasilkan keputusan yang efektif.

Faktor-Faktor yang terkait dengan Pengambilan Keputusan

Untuk menentukan pilihan dari berbagai teori pengambilan keputusan baik itu rasional, inkremental atau pengamatan terpadu dengan beberapa alternatif pilihan yang tersedia. Tapi keputusan memiliki ketentuannya masing-masing seperti nilai,norma ataupun pedoman dalam mengambil suatu keputusan.

Keputusan adalah suatu pemutusan dan pengakhiran dari pada suatu proses pemikiran tentang suatu masalah dan problema, dimana keputusan yang diambil
haruslah sesuai dengan masalah dan keputusan yang diambil dapat menyelesaikan suatu masalah yang ada bukan malah menambah suatu masalah, untuk menjawab pertanyaan apa yang harus diperbuat guna mengatasi masalah tersebut, dengan menjadikan pilihan pada
salah satu alternative tertentu (Prajudi, 1982).

Menurut (George R. Terry, 1977) dalam blog Komunitas Diamond faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan sebagai berikut:
1. Semua hal yang terlihat maupun tidak terlihat seperti emosional ataupun rasional harus diperhatikan dalam menentukan keputusan.
2. Setiap keputusan janganlah berorientasi pada kepentingan pribadi, perhatikan kepentingan orang lain;
3. Jarang sekali ada 1 pilihan yang memuaskan;
4. Pengambilan keputusan merupakan tindakan mental.
5. Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang cukup lama;
7. Diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang baik;
8. Apapun keputusannya haruslah dikembangkan terlebih dahulu agar kita dapat menentukan benarkah keputusan yang akan diambil;
9. Setiap keputusan itu merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan berikutnya.

Kemudian terdapat enam faktor lain yang juga ikut dalam mempengaruhi pengambilan keputusan :
1.Fisik
Fisik merupakan salah satu faktor utama dalam mengambil keputusan. Mengapa faktor fisik juga mempengaruhi pengambilan keputusan? Karena dalam mengambil suatu keputusan yang didasari dengan fisik yang kurang memadai maka akan memperoleh keputusan yang tidak baik ,sebagaimana keputusan yang diambil akan tidak etis atau mungkin bisa menimbulkan masalah baru. Beda halnya dengan fisik yang bugar atau sehat saat memikirkan keputusan apa yang harus diambil karna seseorang yang memiliki badan yang fit maka besar kemungkinan ia akan mendapatkan keputusan yang tepat dan etis. Maka dari itu faktor fisik sangat berpengaruh dalam mengambil keputusan yang baik bagi seseorang bersegera ingin menyelesaikan masalah.
2.Emosional
Faktor emosional yang terdapat dalam diri pemimpin yang kurang profesional dalam mengontrol emosinya saat mengambil
suatu keputusan juga mempengaruhi keputusan yang akan diambil. Jika seorang pimpinan dapat mengontrol emosi dalam
mengambil tindakan-tindakan maka keputusan yang akan diperoleh dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang baik.
3.Rasional
Didasarkan pada pengetahuan orang-orang mendapatkan informasi, memahami situasi atau berbagai konsekuensinya. Saat mengambil keputusan hendaklah seseorang paham akan masalahnya agar keputusan yang diambil tidak menimbulkan masalah baru. Keputusan yang rasional merupakan hasil dari pengetahuan yang baik sebab jika seseorang yang memiliki pengetahuan yang luas maka keputusan yang diambil akan baik dan benar.
4.Praktikal
Didasarkan pada keterampilan individual dan kemampuan melaksanakan. Seseorang akan menilai potensi diri atau kepercayaan dirinya melalui kemampuannya dalam bertindak. Apahal yang dilakukan seseorang mencerminkan krakter dalam dirinya maupun kemampuan yang dikuasainya dapat disalurkan dari keterampilan-keterampilan yang dimiliki ,tak hanya teori
semata tapi juga dapat langsung memperaktekannya.
5.Interpersonal
Didasarkan pada pengaruh jaringan sosial yang ada. Hubungan antar satu orang ke orang lainnya dapat mempengaruhi tindakan individual. Hubungan ini berfungsi untuk mendapatkan celah dimana keputusan yang diambil dapat dihasilkan dengan baik
6.Struktural
Faktor dimana keputusan bersikap terstruktur dan beraturan. Faktor sturktural dapat didasarkan pada lingkup sosial, ekonomi dan politik. Lingkungan sekitar juga berpegaruh dalam pengambilan keputusan seperti kritikan dan saran yang
diberikan.

Selanjutnya, (John D.Miller dalam Imam Murtono, 2009) menjelaskan faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan adalah:
a. Jenis kelamin pria atau wanita,
Gender dari masing-masing orang yang membedakannya yaitu wanita dan pria dimana konsep berfikir dari kedua belah pihak sangatlah berbeda yang dimana pria dominan memiliki sifat yang tegas dan
bijaksana. Lain halnya dengan sifat yang dimiliki wanita cenderung lebih kepada apa yang dirasakannya. Maka dari itu jenis kelamin juga merupkan faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan.
b. Peranan pengambilan keputusan
Faktor yang mempengaruhi tingkat baiknya keputusan juga memperhatikan faktor peran terhadap masalah yang akan diselesaikan, peranan keputusan yang tidak jelas dapat menghambat baiknya keputusan yang akan
diambil.
c. keterbatasan kemampuan.
Memiliki kemampuan yang minim dapat menghambat baiknya dalam mengambil suatu keputusan. Keputusan yang baik bersumber dari informasi￾informasi yang didapat seperti berita dan lainnya sehingga mudah menganalisanya terlebih dahulu.

Dalam pengambilan suatu keputusan individu dipengaruhi oleh tiga faktor utama merupakan nilai individu, kepribadian, dan kecenderungan dalam pengambilan risiko,
diantaranya:
Pertama, Nilai Individu, merpakan pengambil keputusan merupakan keyakinan dasar yang digunakan seseorang jika
seseorang dihadapkan pada permasalahan dan harus mengambil suatu keputusan. Penanaman nilai ini tentunya sudah ada sejak kecil dari contoh keluarga maupun limgkungan dimana ia tinggal. Dalam banyak keadaan individu bahkan tidak berpikir untuk menyusun atau menilai keburukan dan lebih ditarik oleh
kesempatan untuk menang. Individu yang memiliki krakter dan ketetapan atau komitmen yang baik saat mengambil suatu
keputusan ia akan mudah untuk mendapatkan keputusan yang tepat.
Kedua, Kepribadian. Pada nilai ini adapun faktor psikologi yang mempengaruhi dalam mengambil keputusan. Dua variabel utama
kepribadian yang berpengaruh terhadap keputusan yang dibuat, seperti ideologi versus kekuasaan dan emosional versus objektivitas. Adapun beberapa faktor ideologis yang mempengaruhi pengambilan
keputusan tersebut. Maka dari itu pengambil keputusan atau orang
lain mendasarkan keputusannya pada suatu yang secara politis akan meningkatkan kekuasaannya secara pribadi.
Ketiga, Berani mengambil Resiko, kecenderungan terhadap pengambilan risiko. Untuk meningkatkan kecakapan dalam membuat keputusan, perawat harus membedakan situasi ketidakpastian dari
situasi risiko, karena keputusan yang berbeda dibutuhkan dalam kedua situasi tersebut. Adapun arti dari sebuah ketidak pastian yaitu kurangnya pengetahuan hasil dari suatu tindakan, sedangkan risiko yaitu kurangnya kendali atas hasil tindakan dan menganggap bahwa si pengambil keputusan memiliki pengetahuan hasil tindakan walaupun seseorang itu tidak dapat mengendalikannya. Lebih sulit membuat keputusan di bawah ketidakpastian dibanding di bawah kondisi bahaya. Di bawah ketidakpastian si pengambil keputusan tidak memiliki dasar rasional terhadap pilihan satu strategi atas
strategi lainnya.

Selanjutnya Dalam Judul Skripsi Pengambilan Keputusan yang tepat yang disusun Sumaryanto Sarjana Universitas Negeri Yogyakarta, dalam pengambilan keputusan ada beberapa faktor yang
mempengaruhi, antara lain:
1.Posisi kedudukan
Posisi atau kedudukan seseorang dapat dilihat dari sisi sipembuat keputusan, penentu keputusan. Posisi kedudukan dalam mengambil keputusan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas keputusan yang akan diambil karena membuat sebuah keputusan melihat dari sisi mana keputusan yang ditetapkan diambil dan bagaimana baiknya penentuan dalam keputusan tersebut.
2.Masalah
Problem atau sering disebut masalah biasanya marupakan acuan dalam seseorang mengambil keputusannya dalam sebuah situasi. Keputusan yang dibuat tidak akan terjadi jika tak ada masalah yang terkait pada suatu kejadian baik buruknya
kejadian tersebut. Tak hanya demikian masalah merupakan suatu hal yang harus diselesaikan dengan menentukan
keputusan yang baik unutuk menyelesaikan masalah tersebut.
3.Situasi
Situasi merupakan suatu keseluruhan faktor-faktor dalam keadaan keadaan tertentu yang berkaitan satu sama lainnya atau yang secara bersama-sama memancarkan pengaruh terhadap kita beserta apa yang hendak kita perbuat. Situasi ini ada yang bersifat tetap dan ada
juga yang berubah-ubah.
4.Kondisi
Kondisi adalah keseluruhan dari faktor-faktor yang secara bersama-sama menentukan daya gerak, daya berbuat atau kemampuan kita. Sebagian besar faktor-faktor tersebut merupakan sumber daya.
5.Tujuan
Tujuan yang harus dicapai yaitu tujuan individu , unit-unit terterntu maupun tujuan bersama yang biasanya telah ditentukan. Tujuan yang telah ditentukan dalam pengambilan keputusan merupakan tujuan antara atau obyektif. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan yang tepat harus didasari oleh beberapa faktor diantaranya yang meliputi bagian-bagian diatas, karena tanpa adanya faktor tersebut maka keputusan yang dicari atau yang didapatkan tidak berguna sama sekali. Dimana keputusan yang dibuat pasti atas dasar beberapa faktor seperti masalah, kedudukan, situasi, kondisi dan tujuan dari apa yang diputuskan. Faktor-faktor dalam pengambilan keputusan yang etis:
1.Manajer
Manajer merupakan kepala dalam sebuah perusahan dengan kepribadian dan pembawaannya dapat menentukan nasib suatu perusahaan yang dipimpinnya. Jika manajer memiliki sifat yang profesional layaknya seorang manajer sejati maka dalam menyikapi suatu masalah ia akan menetapkan pilihan yang baik dan tidak mudah terpengaruh dengan keadaan sekalipun keadaan yang tidak baik. Pengaruh perilaku manajer terhadap pekerjaan sangat besar. Kebutuhan pribadi, keluarga maupun latar belakang agama dari keseluruhannya membentuk karakter dari seorang manajer. Pribadi manajer yang khusus seperti kekuatan egois , percaya diri dan rasa kebebasan yang kuat memungkinkan manajer untuk membuat keputusan yang baik dan etis. Karakter pribadi yang sangat penting adalah langkah dari perkembangan moral. Pada tahap tidak langsung biasanya individu memperhatian sebuah penghargaan dan konsekuensi dari pihak luar dan menuruti apasaja peraturan untuk menghindari masalah-masalah yang akan timbul nantinya. Pada tahap kedua, yang disebut sebagai tahap konvensi, orang mulai belajar untuk memenuhi ekspektasi perilaku yang baik seperti yang dimaksudkan oleh para kolega,
keluarga, teman, dan masyarakat. Pada tahap pasca konvensional atau tahap berprinsip, para individu dipandu oleh sekumpulan nilai dan standar internal bahkan akan melanggar aturan atau hukum yang bertentangan dengan prinsip ini.
2. Organisasi
Pada sebuah unit dari organisasi, pengaruh yang sangat penting dari prilaku yang etis yaitu terdapat norma dan nilai dari kerja sama maupun unit-unit yang berpengaruh didalamnya. Sudah diuji oleh beberapa penelitian manunjukan bahwa nilai tersebut
sangat memberikan pengaruh yang besar untuk mendapatkan keputusan yang baik dan tepat. Secara khussus budaya dari
perusahaan memungkinkan pekerja atau karyawan tau akan perilaku seperti apa yang mendukung kemajuan dari perusahaan tempat ia bekerja. Jadi karyawan dapat malakukan pekerjaannya dengan baik sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan disebuah perusahaan tersebut.

Budaya dapat diamati untuk melihat jenis-jenis sinyal etika yang diberikan kepada para karyawan. Standar etika yang tinggi dapat ditegaskan dan dikomunikasikan melalui penghargaan publik atau upacara resmi. Serta proses kepemimpinan dan pengambilan keputusan, juga dapat mempengaruhi hasil dari pengambilan
keputusan tersebut.

Keputusan-keputusan dibuat untuk memecahkan masalah. Dalam usaha memecahkan masalah, pemecahan masalah mungkin membuat banyak keputusan. Keputusan merupakan rangkaian tindakan yang perlu diikuti dalam memecahkan masalah untuk menghindari atau mengurangi dampak negatif, atau untuk memanfaatkan kesempatan.

Pengambilan keputusan yang merupakan
suatu hal yang sangat penting bagi individu maupun sekelompok orang harus menganalisis dengan baik keputusan yang akan diambil. Mengambil keputusan kadang-kadang mudah tetapi lebih sering sulit sekali.

Keputusan yang diambil memiliki tingkat yang berbeda-beda. ada keputusan yang tidak berpengaruh terhadap unit organisasi dan ada pula keputusan yang sangat berpengaruh dalam lancarnya suatu
organisasi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan, yaitu:
Pertama Internal organisasi seperti ketersediaan dana, SDM, kelengkapan peralatan, teknologi, dan sebagainya. Faktor ini sangat berpengaruh dalam faktor internal pengambilan keputusan.
Kedua Eksternal organisasi seperti keadaan sosial politik, ekonomi, hukum, dan sebagainya.

1. Ketersediaan informasi yang diperlukan. Seberapa banyaknya informasi yang ada atau seberapa lengkap dan akuratnya informasi yang didapatkan untuk menjadi
pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang tepat.
2. Kepribadiaan dan kecakapan pengambil keputusan. 
Pada faktor ini sangat diterapkan kebijakan tanpa merugikan organisasi.

Faktor lain yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan dalam organisasi adalah:
1. Adanya pengaruh tekanan dari luar. Pengaruh tekanan dari luar sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan, karena dengan adanya dorongan dari luar dapat mempercepat pengambilan keputusan, sebab proses cepat atau lambatnya hasil dari keputusan tergantung kepada banyaknya dorongan yang ada dari luar. Hal ini dikarenakan tidak adanya ketegasan dari pemimpin organisasi dalam penyelesaian masalah. Sehingga kepribadian yang baik juga sangat diperlukan untuk menangani suatu tekanan yang datang terkhususnya tekanan dari luar
organisasi.
2.Adanya pengaruh kebiasaan lama atau sifat-sifat pribadi.
Baik buruknya sifat seseorang yang membuat suatu keputusan dalam pengambilan keputusan juga berpengaruh terhadap hasil akhir keputusan yang akan diambil. Dalam hal ini seorang pembuat
keputusan akan terbiasa dengan sifat pribadinya. Tentunya seorang
oemimpin organisasi harus bijaksana dalam bersikap ketika ada masalah dan mengambil keputusan. Akan menjadi baik jika seseorang membuat keputusan dengan melihat situasi sekitar tidak hanya berdasarkan kebijakan pribadi saja supaya dapat menguntungkan pihak-pihak lain.
3.Pengaruh dari kelompok lain.
Kelompok lain juga berpengaruh dalam mengambil keputusan karna informasi yang didapat juga bertambah banyak sehingga dapat menghasilkan keputusan yang baik tapi adapun yang dapat menjatuhkan organisasi serta mementingkan kepentingan kelompok tersebut. Hal ini bahkan dapat menimbulkan suatu perpecahan dalam organisasi termasuk terdapat pada para anggotanya. Maka dari itu untuk menghindarinya maka dibutuhkan solidaritas yang kuat antara para anggota serta menanamkan prinsip-prinsip yang dimiliki organisasi pada setiap pengambilan keputusan yang akan dibuat sehingga dapat menyelesaikan masalah.
4.Faktor pengalaman
Pengalaman seseorang pembuat keputusn juga sangat berpengaruh untuk membuat keputusan berikutnya banyaknya. Dengan pengalaman orang tersebut maka orang yang telah berpengalaman tersebut pastinya berani dalam menentukan keputusan yang baik. Pengalaman juga dapat dijadikan suatu pelajaran dalam mengambil keputusan yang tepat bagi organisasi.

Adapun menurut (Drs. YM Soekatno, 2015) faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan, antara lain:
Pertama , Hal-hal yang berwujud maupun yang tidak berwujud, yang emosional maupun yang rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan. Tak hanya didasari dengan logika saja tetapi dalam mengambil suatu keputusan juga harus dirasakan oleh perasaan karena jika mengandalkan logika semata, keputusan yang dibuat tidak akan dapat baik. Maka dari itu logika dan perasaan harus sejalan dan akan bisa mendapatkan keputusan yang baik dan tepat.
Kedua, Setiap keputusan harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi. Organisasi yang memiliki suaatu perwujudan yang baik dengan tujuan sesuai dengan yang direncanakan awal maka
masalah dalam suatu organisasi tersebut tidak akan banyak terjadi.
Ketiga, Setiap keputusan jangan berorientasi pada kepentingan pribadi, tetapi harus lebih mementingkan kepentingan organisasi. Kurang profesional jika sesandainya dalam suatu organisasi kita hanya mementingkan keuntungan individu melainkan kepentingan bersama. Jika hanya berorientasi pada kepentingan pribadi maka tidak akan tercapai keputusan yang membuat tercapainya tujuan dalam organisasi.
Keempat, Jarang sekali pilihan yang memuaskan, oleh karena itu buatlah altenatif-alternatif tandingan. Alternatif seperti pilihan￾pilihan yang ingin dipilih pada pengambilan keputusan.
Kelima, Pengambilan keputusan merupakan tindakan mental dari tindakan ini harus diubah menjadi tindakan fisik. Dengan kata lain dalam pengambilan keputusan dibutuhkan kebijaksanaan dan ketegasan atau keberanian untuk mencapai tujuan setelah itu keputusan tersebut dapat dilaksanakan dalam kehidupan organisasi.
Keenam, Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang cukup lama. Tidak heran pada saat mengambil keputusan yang mengatasnamakan kepentingan bersama membutuhkan waktu yang cukup lama karena dalam mengambil keputusan bersama harus menampung hasil bersama supaya tidak merugikan siapapun yang ada dalam organisasi.
Ketujuh, Diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Keputusan sebaiknya tidak
menyulitkan , keputusan yang baik m seharusnya bersifat memudahkan dan menghasilkan dampak positif bagi organisasi.
Delapan, Setiap keputusan hendaknya dilembagakan agar diketahui keputusan itu benar. Dengan kata lainnya keputusan yang dibuat harus berdasarkan perjanjian agar saat menentukan keputusan dapat langsung berpatokan kepada kesepakatan yang dibuat. Perjanjian ini dilakukan untuk mengatisipasi bila mana terjadi ketidaksesuaian pada jalannya aktifitas organisasi setelah adanya keputusan tersebut.

Setiap keputusan merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan mata rantai berikutnya. Keputusan biasanya
menjadi dasar atas apa yang akan dilakukan dalam kegiatan organisasi sehingga baiknya keputusan dapat dipertimbangkan secara matang(Ardiprawiro, 2013) .
(Siagian, 1991)menyatakan bahwa ada aspek-aspek tertentu bersifat internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan.

Adapun aspek internal tersebut antara lain :
a. pengetahuan
Biasanya semakin luas pengetahuan seseorang semakin mempermudah pengambilan keputusan karena jika keputusan yang diambil mempedomani minimnya pengetahuan maka bisa saja
keputusan yang ditetapkan tidak tepat dan mungkin malah memperpanjang jalannya pengambilan keputusan. Lain halnya
dengan orang yang memiliki ilmu yang luas , karna banyaknyapengtahuan yang dimilikinya tentang masalah yang dihadapi dapat menunjukan apa saja keputusan yang tepat untuk suatu masalah tertentu.
b. Aspek kepribadian
Aspek kepribadian dilihat dari segi karakter yang ia bawakan. Aspek kepribadian ini tidak nampak oleh mata tetapi besar peranannya bagi pengambilan keputusan. Dimana seseorang yang memiliki karakter yang baik akan menghasilakan keputusan yang rasioanl dan baik pula karena aspek kepribadian yang dimiliki seseorang menentukan hasil yang dipikirkan atas dasar keinginan.

Aspek eksternal dalam pengambilan keputusan :
a. Kultur
Kultur yang dianut oleh individu bagaikan kerangka bagi perbuatan individu. Hal ini berpengaruh terhadap proses pengambilan
keputusan. Karena semua orang pasti berasal dari kultur yang berbeda-beda maka dari itu pola pikir seseorang itu tidak akan sama maka bisa menghasilkan keputusan yang beraneka ragam sesuai dan tentunya keputusan yang diambil mengutamakan masalah yang akan terselesaikan.
b. Orang lain
Orang lain dalam hal ini menunjuk pada bagaimana individu melihat contoh atau cara orang lain (orang terdekat ) dalam melakukan pengambilan keputusan. Sedikit banyak perilaku orang lain dalam mengambil keputusan pada gilirannya juga
berpengaruh pada perilkau individu dalam mengambil keputusan.

Dapat disimpulkan bahwa secara garis besar faktor secara umum dalam pengambilan keputusan meliputi beberapa proses didalamnya begitupun faktor interal dalam pengambilan keputusan yang meliputi beberapa tindakan pada saat mengambil suatu keputusan.

Adanya faktor internal dalam suatu pengambilan keputusan tanpa didorong dari pihak luar akan dapat memutuskan pilihan yang tidak relefan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan dalam organisasi yaitu suatu sarana-sarana yang berasal dari dalam organisasi tersebut dan adanya peran yang berasal dari luar organisasi yang dapat menyukseskan keputusan yang baik atau
bahkan sebaliknya. Juga diperlukan adanya informasi sebagai bahan dasar dalam pengambilan keputusan yang tepat dan kebijaksanaan dan keberanian dalam mengambil keputusan kerana jika keputusan dibuat dengan keragu-raguan maka akan membutuhkan waktu yang lama dalam menyukseskan tujuan organisasi yang dijalankan berdasarkan keputusan yang dibuat oleh organisasi.

Dan jika keputusan yang diambil sudah ditetapkan maka sebaiknya dibuat berdasar kepada tujuan bersama atau kepentingan bersama.

KMP Terbakar Kapten Abdul Rivai Penuhi Janji jadi Orang Terakhir di Atas Kapal


GMnews, Tampak para penumpang berdesakan memadati haluan dan anjungan kapal menantikan pertolongan. Sedang seutas tali sepanjang 100 meter terentang antara KM Sangihe dengan KMP Tampomas II yang sudah lumpuh itu. Suasana ini diabadikan pada tanggal 26 Januari 1981 pukul 09.00.

Tragedi kapal tenggelam yang paling banyak menyita perhatian adalah Tampomas II.

Tragedi tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tampomas II yang terjadi 43 tahun lalu dan menyebabkan tewasnya 431 orang penumpang kapal ini merupakan sebuah sejarah kelam maritim Indonesia yang masih menyimpan misteri.

Pada 27 Januari 1981, kapal milik PT Pelni tersebut tenggelam di perairan dekat Kepulauan Masalembo, Laut Jawa.

Sejumlah fakta terkuak di balik musibah nahas tersebut.

1. Sejak Awal Sudah Muncul Beberapa Kali Kerusakan

Kapal Tampomas sebenarnya kapal bekas berusia 5 tahun yang dibeli dari Jepang.

Begitu dioperasikan, kapal ini sudah melakukan pelayaran untuk jalur Jakarta-Padang dan Jakarta-Ujungpandang.

Namun setiap pelayaran selesai, kapal ini hanya punya waktu 4 jam untuk istirahat sebelum melakukan pelayaran selanjutnya.

Selain itu, perawatan mesin rutin juga hanya dilakukan sekadarnya.

Pada pelayaran perdananya pada 2-13 Juni 1980 dengan rute Padang-Jakarta-Ujungpandang, sudah terjadi beberapa kerusakan.

Para wartawan dan sejumlah anggota DPR yang turut serta dalam pelayaran ini juga menyaksikan serta mempertanyakan beberapa kerusakan yang terjadi selama pelayaran.

Beberapa di antaranya mulai dari kapal yang berputar-putar di radius yang sama karena rusaknya salah satu knop otomatis pengatur mesin kapal, matinya aliran listrik dalam waktu yang lama, serta 6 kali kerusakan mesin selama perjalanan.

2. Tragedi

Pada 24 Januari 1981 pukul 19.00, Kapal Tampomas II berangkat dari pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dengan tujuan Ujungpandang.


Data menyebutkan bahwa kapal tersebut membawa 1.054 penumpang, 191 mobil dan kurang lebih 200 sepeda motor.

Seorang pemandu kapal menyebutkan bahwa salah satu mesin kapal sebenarnya telah mengalami kerusakan sebelum bertolak.

Hingga akhirnya pada 25 Januari pukul 20.00 Wita, terjadi kebocoran bahan bakar dan puntung rokok yang berasal dari ventilasi kemudian menimbulkan percikan api.

Usaha pemadaman selama 2 jam gagal dan api justru dengan cepat menyebar.

Pada Senin malam, Sekditjen Perhubungan Laut menyatakan bahwa KM Tampomas II mengalami kerusakan mesin namun sudah bisa diatasi.

Tapi nyatanya, Selasa pagi asap tipis masih terlihat di belakang kapal sebelum akhirnya api semakin membesar dan membuat Tampomas 2 miring sebelum akhirnya tenggelam dengan cepat.

27 Januari 1981 sekitar pukul 12.45 WIB atau kurang lebih 30 jam setelah percikan api pertama, KMP Tampomas II tenggelam di Laut Jawa.

Kurang lebih sebanyak 431 orang meninggal dunia dalam tragedi tersebut.

3. Cerita Tragis Penumpang Tampomas 2

Berbagai cerita tragis dituturkan oleh para penumpang yang selamat.

Lantai geladak luar kapal hanya terbuat dari pelat baja tanpa pelapis kayu juga banyak memakan korban.

Beberapa penumpang yang tidak sempat memakai alas kaki akhirnya menjadi korban plat panas tersebut.

Tidak hanya itu saja, proses penyelamatan yang sangat lambat dan memakan waktu 37 jam membuat para penumpang harus bertahan tanpa makanan dan minuman.

Dropping makanan dari udara juga tidak semua jatuh di lokasi para penumpang.

Yang lebih miris, 30 menit setelah api muncul, para penumpang diperintahkan untuk naik ke dek atas dan langsung menaiki sekoci.

Namun usaha ini juga berlangsung lambat karena hanya ada satu pintu yang mengarah ke dek atas. Sedangkan di dek atas, para ABK, Mualim II dan Markonis II malah tidak ada yang memandu penumpang ke arah sekoci.

Beberapa ABK malah lari dari tanggung jawab dan menurunkan sekoci untuk diri mereka sendiri sehingga sebagian penumpang memilih nekat terjun ke laut.

4. Keselamatan yang Tidak Diperhitungkan

Memang penumpang yang terdaftar hanya 1.054 orang, namun jumlah penumpang gelap yang turut menaiki kapal ternyata berjumlah ratusan orang.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa jumlah penumpang sebenarnya mencapai 1.442 orang.

Kapal tersebut hanya membawa 6 buah sekoci yang masing-masing berkapasitas 50 orang. Itupun yang berhasil diturunkan hanya dua buah saja.

Bahkan saat berada di geladak, ABK malah mencari selamat sendiri-sendiri dengan meluncurkan sekoci.

Kru pelayaran KM Tampomas juga tidak lengkap di hari itu. Hanya ada Kapten, Mualim II dan Markonis II. Sementara Mualim I dan Markonis I cuti dan tidak dicarikan pengganti.

Parahnya lagi, Mualim dan Markonis yang bertugas malah kabur duluan hanya dalam waktu 30 menit setelah api muncul.

Bahkan Markonis II membawa radio portabel bersamanya tanpa memikirkan lebih banyak orang di kapal yang masih memerlukan pertolongan.

Beberapa orang saksi juga sempat mendengar kemarahan Kapten Abdul Rivai yang berteriak, "Kalau ketemu, saya cekik dia!"

ABK yang selamat mengaku tidak tahu cara menurunkan sekoci karena selama ini latihan penyelamatan yang ada hanyalah formalitas untuk mengisi daftar hadir.

Sebelumnya tidak pernah adalah latihan penyelamatan yang benar-benar dilakukan dengan lengkap.

Sementara itu, perwakilan Pelni Ujungpandang mengaku bahwa saat Tampomas II baru terbakar, ia mendapatkan instruksi dari Jakarta agar memberikan keterangan bahwa kebakaran yang terjadi tidak membahayakan.

Karena informasi inilah akhirnya beberapa pihak mengurungkan niatnya untuk membantu penyelamatan.

Ternyata kesalahan informasi ini akhirnya berakibat fatal.

5. Kapten Abdul Rivai, Pahlawan di Tengah Kepanikan Hidup dan Mati

Dengan kondisi yang hampir tenggelam, Kapten Abdul Rivai menolak meninggalkan kapal dan masih sibuk berusaha menyelamatkan para penumpang.

Ia sempat mengirimkan pesan kepada nahkoda KM Sangihe untuk mengiriminya air dan makanan karena dirinya akan tetap berada di kapal sampai detik terakhir.

Bahkan saat kapal sudah mulai miring, ia masih sibuk membagikan pelampung kepada para penumpang yang tidak berani terjun.

Di saat detik-detik terakhir kapal mulai tenggelam, ia masih berada di anjungan kapal sambil berpegangan pada jendela.

Ia memenuhi janjinya untuk menjadi orang terakhir yang meninggalkan kapal saat terjadi bencana.

Ia akhirnya meninggal dunia dalam tragedi tersebut.

Tenggelamnya Kapal Tampomas II tentu menjadi sebuah sejarah kelam bagi maritim Indonesia. Namun dengan adanya tragedi tersebut, setidaknya Indonesia bisa belajar dari kesalahan masa lalu dan hal-hal semacam ini tidak terulang.

Kapten Abdul Rivai Penuhi Janji jadi Orang Terakhir, Tragedi Kapal Tampomas II Terbakar.

Sejarah Kesesatan Wahabi

Sejarah perkembangan gerakan Wahabi di dunia Arab mempunyai asal muasal yang dikenal dengan gerakan Salafiah klasik yang dirintis oleh Ibnu ...