GMnews,
Resta Andriana Putri Pengambilan keputusan merupakan suatu tindakan yang dimana seseorang memilih salah satu pilihan dari beberapa faktor alternatif yang terbaik pada suatu aktifitas, kejadian maupun permasalahan. Pengambilan keputusan juga berpengaruh terhadap hasil akhir yang ingin dicapai. Adapaun faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan salah satunya yaitu faktor internal yang mendominankan kepada diri sendiri pada pengambilan keputusannya. Tidak hanya mengandalkan pengetahuan semata tetapi juga keterampilan yang sesuai dengan keputusan yang akan di ambil agar tidak timbul masalah baru ketika keputusan telah ditetapkan.
Artikel ini disusun dengan metode Simulasi yang terkait faktor apa saja yang mempengaruhi pengambilan keputusan yang digambarkan dari contoh contoh yang berskala kecil.
Keputusan yang diambil merupakan suatu
pemikiran dan dimana pemikiran tersebut dapat menimbulkan penyelesaian masalah dari suatu kejadian.
Faktor yang perlu diperhatikan dalam memutuskan atau mendapatkan keputusan yang baik dan tepat adalah Faktor pengambilan keputusan yang mempengaruhi cara pengambilan keputusan itu diambil tidak hanya sekedar memperhatikan perkembangan, kepuasan, dan tindakan semata tapi juga harus dengan pola pikir yang etis secara struktural dan praktis sehingga dapat menghasilkan keputusan yang efektif.
Faktor-Faktor yang terkait dengan Pengambilan Keputusan
Untuk menentukan pilihan dari berbagai teori pengambilan keputusan baik itu rasional, inkremental atau pengamatan terpadu dengan beberapa alternatif pilihan yang tersedia. Tapi keputusan memiliki ketentuannya masing-masing seperti nilai,norma ataupun pedoman dalam mengambil suatu keputusan.
Keputusan adalah suatu pemutusan dan pengakhiran dari pada suatu proses pemikiran tentang suatu masalah dan problema, dimana keputusan yang diambil
haruslah sesuai dengan masalah dan keputusan yang diambil dapat menyelesaikan suatu masalah yang ada bukan malah menambah suatu masalah, untuk menjawab pertanyaan apa yang harus diperbuat guna mengatasi masalah tersebut, dengan menjadikan pilihan pada
salah satu alternative tertentu (Prajudi, 1982).
Menurut (George R. Terry, 1977) dalam blog Komunitas Diamond faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan sebagai berikut:
1. Semua hal yang terlihat maupun tidak terlihat seperti emosional ataupun rasional harus diperhatikan dalam menentukan keputusan.
2. Setiap keputusan janganlah berorientasi pada kepentingan pribadi, perhatikan kepentingan orang lain;
3. Jarang sekali ada 1 pilihan yang memuaskan;
4. Pengambilan keputusan merupakan tindakan mental.
5. Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang cukup lama;
7. Diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang baik;
8. Apapun keputusannya haruslah dikembangkan terlebih dahulu agar kita dapat menentukan benarkah keputusan yang akan diambil;
9. Setiap keputusan itu merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan berikutnya.
Kemudian terdapat enam faktor lain yang juga ikut dalam mempengaruhi pengambilan keputusan :
1.Fisik
Fisik merupakan salah satu faktor utama dalam mengambil keputusan. Mengapa faktor fisik juga mempengaruhi pengambilan keputusan? Karena dalam mengambil suatu keputusan yang didasari dengan fisik yang kurang memadai maka akan memperoleh keputusan yang tidak baik ,sebagaimana keputusan yang diambil akan tidak etis atau mungkin bisa menimbulkan masalah baru. Beda halnya dengan fisik yang bugar atau sehat saat memikirkan keputusan apa yang harus diambil karna seseorang yang memiliki badan yang fit maka besar kemungkinan ia akan mendapatkan keputusan yang tepat dan etis. Maka dari itu faktor fisik sangat berpengaruh dalam mengambil keputusan yang baik bagi seseorang bersegera ingin menyelesaikan masalah.
2.Emosional
Faktor emosional yang terdapat dalam diri pemimpin yang kurang profesional dalam mengontrol emosinya saat mengambil
suatu keputusan juga mempengaruhi keputusan yang akan diambil. Jika seorang pimpinan dapat mengontrol emosi dalam
mengambil tindakan-tindakan maka keputusan yang akan diperoleh dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang baik.
3.Rasional
Didasarkan pada pengetahuan orang-orang mendapatkan informasi, memahami situasi atau berbagai konsekuensinya. Saat mengambil keputusan hendaklah seseorang paham akan masalahnya agar keputusan yang diambil tidak menimbulkan masalah baru. Keputusan yang rasional merupakan hasil dari pengetahuan yang baik sebab jika seseorang yang memiliki pengetahuan yang luas maka keputusan yang diambil akan baik dan benar.
4.Praktikal
Didasarkan pada keterampilan individual dan kemampuan melaksanakan. Seseorang akan menilai potensi diri atau kepercayaan dirinya melalui kemampuannya dalam bertindak. Apahal yang dilakukan seseorang mencerminkan krakter dalam dirinya maupun kemampuan yang dikuasainya dapat disalurkan dari keterampilan-keterampilan yang dimiliki ,tak hanya teori
semata tapi juga dapat langsung memperaktekannya.
5.Interpersonal
Didasarkan pada pengaruh jaringan sosial yang ada. Hubungan antar satu orang ke orang lainnya dapat mempengaruhi tindakan individual. Hubungan ini berfungsi untuk mendapatkan celah dimana keputusan yang diambil dapat dihasilkan dengan baik
6.Struktural
Faktor dimana keputusan bersikap terstruktur dan beraturan. Faktor sturktural dapat didasarkan pada lingkup sosial, ekonomi dan politik. Lingkungan sekitar juga berpegaruh dalam pengambilan keputusan seperti kritikan dan saran yang
diberikan.
Selanjutnya, (John D.Miller dalam Imam Murtono, 2009) menjelaskan faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan adalah:
a. Jenis kelamin pria atau wanita,
Gender dari masing-masing orang yang membedakannya yaitu wanita dan pria dimana konsep berfikir dari kedua belah pihak sangatlah berbeda yang dimana pria dominan memiliki sifat yang tegas dan
bijaksana. Lain halnya dengan sifat yang dimiliki wanita cenderung lebih kepada apa yang dirasakannya. Maka dari itu jenis kelamin juga merupkan faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan.
b. Peranan pengambilan keputusan
Faktor yang mempengaruhi tingkat baiknya keputusan juga memperhatikan faktor peran terhadap masalah yang akan diselesaikan, peranan keputusan yang tidak jelas dapat menghambat baiknya keputusan yang akan
diambil.
c. keterbatasan kemampuan.
Memiliki kemampuan yang minim dapat menghambat baiknya dalam mengambil suatu keputusan. Keputusan yang baik bersumber dari informasiinformasi yang didapat seperti berita dan lainnya sehingga mudah menganalisanya terlebih dahulu.
Dalam pengambilan suatu keputusan individu dipengaruhi oleh tiga faktor utama merupakan nilai individu, kepribadian, dan kecenderungan dalam pengambilan risiko,
diantaranya:
Pertama, Nilai Individu, merpakan pengambil keputusan merupakan keyakinan dasar yang digunakan seseorang jika
seseorang dihadapkan pada permasalahan dan harus mengambil suatu keputusan. Penanaman nilai ini tentunya sudah ada sejak kecil dari contoh keluarga maupun limgkungan dimana ia tinggal. Dalam banyak keadaan individu bahkan tidak berpikir untuk menyusun atau menilai keburukan dan lebih ditarik oleh
kesempatan untuk menang. Individu yang memiliki krakter dan ketetapan atau komitmen yang baik saat mengambil suatu
keputusan ia akan mudah untuk mendapatkan keputusan yang tepat.
Kedua, Kepribadian. Pada nilai ini adapun faktor psikologi yang mempengaruhi dalam mengambil keputusan. Dua variabel utama
kepribadian yang berpengaruh terhadap keputusan yang dibuat, seperti ideologi versus kekuasaan dan emosional versus objektivitas. Adapun beberapa faktor ideologis yang mempengaruhi pengambilan
keputusan tersebut. Maka dari itu pengambil keputusan atau orang
lain mendasarkan keputusannya pada suatu yang secara politis akan meningkatkan kekuasaannya secara pribadi.
Ketiga, Berani mengambil Resiko, kecenderungan terhadap pengambilan risiko. Untuk meningkatkan kecakapan dalam membuat keputusan, perawat harus membedakan situasi ketidakpastian dari
situasi risiko, karena keputusan yang berbeda dibutuhkan dalam kedua situasi tersebut. Adapun arti dari sebuah ketidak pastian yaitu kurangnya pengetahuan hasil dari suatu tindakan, sedangkan risiko yaitu kurangnya kendali atas hasil tindakan dan menganggap bahwa si pengambil keputusan memiliki pengetahuan hasil tindakan walaupun seseorang itu tidak dapat mengendalikannya. Lebih sulit membuat keputusan di bawah ketidakpastian dibanding di bawah kondisi bahaya. Di bawah ketidakpastian si pengambil keputusan tidak memiliki dasar rasional terhadap pilihan satu strategi atas
strategi lainnya.
Selanjutnya Dalam Judul Skripsi Pengambilan Keputusan yang tepat yang disusun Sumaryanto Sarjana Universitas Negeri Yogyakarta, dalam pengambilan keputusan ada beberapa faktor yang
mempengaruhi, antara lain:
1.Posisi kedudukan
Posisi atau kedudukan seseorang dapat dilihat dari sisi sipembuat keputusan, penentu keputusan. Posisi kedudukan dalam mengambil keputusan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas keputusan yang akan diambil karena membuat sebuah keputusan melihat dari sisi mana keputusan yang ditetapkan diambil dan bagaimana baiknya penentuan dalam keputusan tersebut.
2.Masalah
Problem atau sering disebut masalah biasanya marupakan acuan dalam seseorang mengambil keputusannya dalam sebuah situasi. Keputusan yang dibuat tidak akan terjadi jika tak ada masalah yang terkait pada suatu kejadian baik buruknya
kejadian tersebut. Tak hanya demikian masalah merupakan suatu hal yang harus diselesaikan dengan menentukan
keputusan yang baik unutuk menyelesaikan masalah tersebut.
3.Situasi
Situasi merupakan suatu keseluruhan faktor-faktor dalam keadaan keadaan tertentu yang berkaitan satu sama lainnya atau yang secara bersama-sama memancarkan pengaruh terhadap kita beserta apa yang hendak kita perbuat. Situasi ini ada yang bersifat tetap dan ada
juga yang berubah-ubah.
4.Kondisi
Kondisi adalah keseluruhan dari faktor-faktor yang secara bersama-sama menentukan daya gerak, daya berbuat atau kemampuan kita. Sebagian besar faktor-faktor tersebut merupakan sumber daya.
5.Tujuan
Tujuan yang harus dicapai yaitu tujuan individu , unit-unit terterntu maupun tujuan bersama yang biasanya telah ditentukan. Tujuan yang telah ditentukan dalam pengambilan keputusan merupakan tujuan antara atau obyektif. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan yang tepat harus didasari oleh beberapa faktor diantaranya yang meliputi bagian-bagian diatas, karena tanpa adanya faktor tersebut maka keputusan yang dicari atau yang didapatkan tidak berguna sama sekali. Dimana keputusan yang dibuat pasti atas dasar beberapa faktor seperti masalah, kedudukan, situasi, kondisi dan tujuan dari apa yang diputuskan. Faktor-faktor dalam pengambilan keputusan yang etis:
1.Manajer
Manajer merupakan kepala dalam sebuah perusahan dengan kepribadian dan pembawaannya dapat menentukan nasib suatu perusahaan yang dipimpinnya. Jika manajer memiliki sifat yang profesional layaknya seorang manajer sejati maka dalam menyikapi suatu masalah ia akan menetapkan pilihan yang baik dan tidak mudah terpengaruh dengan keadaan sekalipun keadaan yang tidak baik. Pengaruh perilaku manajer terhadap pekerjaan sangat besar. Kebutuhan pribadi, keluarga maupun latar belakang agama dari keseluruhannya membentuk karakter dari seorang manajer. Pribadi manajer yang khusus seperti kekuatan egois , percaya diri dan rasa kebebasan yang kuat memungkinkan manajer untuk membuat keputusan yang baik dan etis. Karakter pribadi yang sangat penting adalah langkah dari perkembangan moral. Pada tahap tidak langsung biasanya individu memperhatian sebuah penghargaan dan konsekuensi dari pihak luar dan menuruti apasaja peraturan untuk menghindari masalah-masalah yang akan timbul nantinya. Pada tahap kedua, yang disebut sebagai tahap konvensi, orang mulai belajar untuk memenuhi ekspektasi perilaku yang baik seperti yang dimaksudkan oleh para kolega,
keluarga, teman, dan masyarakat. Pada tahap pasca konvensional atau tahap berprinsip, para individu dipandu oleh sekumpulan nilai dan standar internal bahkan akan melanggar aturan atau hukum yang bertentangan dengan prinsip ini.
2. Organisasi
Pada sebuah unit dari organisasi, pengaruh yang sangat penting dari prilaku yang etis yaitu terdapat norma dan nilai dari kerja sama maupun unit-unit yang berpengaruh didalamnya. Sudah diuji oleh beberapa penelitian manunjukan bahwa nilai tersebut
sangat memberikan pengaruh yang besar untuk mendapatkan keputusan yang baik dan tepat. Secara khussus budaya dari
perusahaan memungkinkan pekerja atau karyawan tau akan perilaku seperti apa yang mendukung kemajuan dari perusahaan tempat ia bekerja. Jadi karyawan dapat malakukan pekerjaannya dengan baik sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan disebuah perusahaan tersebut.
Budaya dapat diamati untuk melihat jenis-jenis sinyal etika yang diberikan kepada para karyawan. Standar etika yang tinggi dapat ditegaskan dan dikomunikasikan melalui penghargaan publik atau upacara resmi. Serta proses kepemimpinan dan pengambilan keputusan, juga dapat mempengaruhi hasil dari pengambilan
keputusan tersebut.
Keputusan-keputusan dibuat untuk memecahkan masalah. Dalam usaha memecahkan masalah, pemecahan masalah mungkin membuat banyak keputusan. Keputusan merupakan rangkaian tindakan yang perlu diikuti dalam memecahkan masalah untuk menghindari atau mengurangi dampak negatif, atau untuk memanfaatkan kesempatan.
Pengambilan keputusan yang merupakan
suatu hal yang sangat penting bagi individu maupun sekelompok orang harus menganalisis dengan baik keputusan yang akan diambil. Mengambil keputusan kadang-kadang mudah tetapi lebih sering sulit sekali.
Keputusan yang diambil memiliki tingkat yang berbeda-beda. ada keputusan yang tidak berpengaruh terhadap unit organisasi dan ada pula keputusan yang sangat berpengaruh dalam lancarnya suatu
organisasi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan, yaitu:
Pertama Internal organisasi seperti ketersediaan dana, SDM, kelengkapan peralatan, teknologi, dan sebagainya. Faktor ini sangat berpengaruh dalam faktor internal pengambilan keputusan.
Kedua Eksternal organisasi seperti keadaan sosial politik, ekonomi, hukum, dan sebagainya.
1. Ketersediaan informasi yang diperlukan. Seberapa banyaknya informasi yang ada atau seberapa lengkap dan akuratnya informasi yang didapatkan untuk menjadi
pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang tepat.
2. Kepribadiaan dan kecakapan pengambil keputusan.
Pada faktor ini sangat diterapkan kebijakan tanpa merugikan organisasi.
Faktor lain yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan dalam organisasi adalah:
1. Adanya pengaruh tekanan dari luar. Pengaruh tekanan dari luar sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan, karena dengan adanya dorongan dari luar dapat mempercepat pengambilan keputusan, sebab proses cepat atau lambatnya hasil dari keputusan tergantung kepada banyaknya dorongan yang ada dari luar. Hal ini dikarenakan tidak adanya ketegasan dari pemimpin organisasi dalam penyelesaian masalah. Sehingga kepribadian yang baik juga sangat diperlukan untuk menangani suatu tekanan yang datang terkhususnya tekanan dari luar
organisasi.
2.Adanya pengaruh kebiasaan lama atau sifat-sifat pribadi.
Baik buruknya sifat seseorang yang membuat suatu keputusan dalam pengambilan keputusan juga berpengaruh terhadap hasil akhir keputusan yang akan diambil. Dalam hal ini seorang pembuat
keputusan akan terbiasa dengan sifat pribadinya. Tentunya seorang
oemimpin organisasi harus bijaksana dalam bersikap ketika ada masalah dan mengambil keputusan. Akan menjadi baik jika seseorang membuat keputusan dengan melihat situasi sekitar tidak hanya berdasarkan kebijakan pribadi saja supaya dapat menguntungkan pihak-pihak lain.
3.Pengaruh dari kelompok lain.
Kelompok lain juga berpengaruh dalam mengambil keputusan karna informasi yang didapat juga bertambah banyak sehingga dapat menghasilkan keputusan yang baik tapi adapun yang dapat menjatuhkan organisasi serta mementingkan kepentingan kelompok tersebut. Hal ini bahkan dapat menimbulkan suatu perpecahan dalam organisasi termasuk terdapat pada para anggotanya. Maka dari itu untuk menghindarinya maka dibutuhkan solidaritas yang kuat antara para anggota serta menanamkan prinsip-prinsip yang dimiliki organisasi pada setiap pengambilan keputusan yang akan dibuat sehingga dapat menyelesaikan masalah.
4.Faktor pengalaman
Pengalaman seseorang pembuat keputusn juga sangat berpengaruh untuk membuat keputusan berikutnya banyaknya. Dengan pengalaman orang tersebut maka orang yang telah berpengalaman tersebut pastinya berani dalam menentukan keputusan yang baik. Pengalaman juga dapat dijadikan suatu pelajaran dalam mengambil keputusan yang tepat bagi organisasi.
Adapun menurut (Drs. YM Soekatno, 2015) faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan, antara lain:
Pertama , Hal-hal yang berwujud maupun yang tidak berwujud, yang emosional maupun yang rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan. Tak hanya didasari dengan logika saja tetapi dalam mengambil suatu keputusan juga harus dirasakan oleh perasaan karena jika mengandalkan logika semata, keputusan yang dibuat tidak akan dapat baik. Maka dari itu logika dan perasaan harus sejalan dan akan bisa mendapatkan keputusan yang baik dan tepat.
Kedua, Setiap keputusan harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi. Organisasi yang memiliki suaatu perwujudan yang baik dengan tujuan sesuai dengan yang direncanakan awal maka
masalah dalam suatu organisasi tersebut tidak akan banyak terjadi.
Ketiga, Setiap keputusan jangan berorientasi pada kepentingan pribadi, tetapi harus lebih mementingkan kepentingan organisasi. Kurang profesional jika sesandainya dalam suatu organisasi kita hanya mementingkan keuntungan individu melainkan kepentingan bersama. Jika hanya berorientasi pada kepentingan pribadi maka tidak akan tercapai keputusan yang membuat tercapainya tujuan dalam organisasi.
Keempat, Jarang sekali pilihan yang memuaskan, oleh karena itu buatlah altenatif-alternatif tandingan. Alternatif seperti pilihanpilihan yang ingin dipilih pada pengambilan keputusan.
Kelima, Pengambilan keputusan merupakan tindakan mental dari tindakan ini harus diubah menjadi tindakan fisik. Dengan kata lain dalam pengambilan keputusan dibutuhkan kebijaksanaan dan ketegasan atau keberanian untuk mencapai tujuan setelah itu keputusan tersebut dapat dilaksanakan dalam kehidupan organisasi.
Keenam, Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang cukup lama. Tidak heran pada saat mengambil keputusan yang mengatasnamakan kepentingan bersama membutuhkan waktu yang cukup lama karena dalam mengambil keputusan bersama harus menampung hasil bersama supaya tidak merugikan siapapun yang ada dalam organisasi.
Ketujuh, Diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Keputusan sebaiknya tidak
menyulitkan , keputusan yang baik m seharusnya bersifat memudahkan dan menghasilkan dampak positif bagi organisasi.
Delapan, Setiap keputusan hendaknya dilembagakan agar diketahui keputusan itu benar. Dengan kata lainnya keputusan yang dibuat harus berdasarkan perjanjian agar saat menentukan keputusan dapat langsung berpatokan kepada kesepakatan yang dibuat. Perjanjian ini dilakukan untuk mengatisipasi bila mana terjadi ketidaksesuaian pada jalannya aktifitas organisasi setelah adanya keputusan tersebut.
Setiap keputusan merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan mata rantai berikutnya. Keputusan biasanya
menjadi dasar atas apa yang akan dilakukan dalam kegiatan organisasi sehingga baiknya keputusan dapat dipertimbangkan secara matang(Ardiprawiro, 2013) .
(Siagian, 1991)menyatakan bahwa ada aspek-aspek tertentu bersifat internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan.
Adapun aspek internal tersebut antara lain :
a. pengetahuan
Biasanya semakin luas pengetahuan seseorang semakin mempermudah pengambilan keputusan karena jika keputusan yang diambil mempedomani minimnya pengetahuan maka bisa saja
keputusan yang ditetapkan tidak tepat dan mungkin malah memperpanjang jalannya pengambilan keputusan. Lain halnya
dengan orang yang memiliki ilmu yang luas , karna banyaknyapengtahuan yang dimilikinya tentang masalah yang dihadapi dapat menunjukan apa saja keputusan yang tepat untuk suatu masalah tertentu.
b. Aspek kepribadian
Aspek kepribadian dilihat dari segi karakter yang ia bawakan. Aspek kepribadian ini tidak nampak oleh mata tetapi besar peranannya bagi pengambilan keputusan. Dimana seseorang yang memiliki karakter yang baik akan menghasilakan keputusan yang rasioanl dan baik pula karena aspek kepribadian yang dimiliki seseorang menentukan hasil yang dipikirkan atas dasar keinginan.
Aspek eksternal dalam pengambilan keputusan :
a. Kultur
Kultur yang dianut oleh individu bagaikan kerangka bagi perbuatan individu. Hal ini berpengaruh terhadap proses pengambilan
keputusan. Karena semua orang pasti berasal dari kultur yang berbeda-beda maka dari itu pola pikir seseorang itu tidak akan sama maka bisa menghasilkan keputusan yang beraneka ragam sesuai dan tentunya keputusan yang diambil mengutamakan masalah yang akan terselesaikan.
b. Orang lain
Orang lain dalam hal ini menunjuk pada bagaimana individu melihat contoh atau cara orang lain (orang terdekat ) dalam melakukan pengambilan keputusan. Sedikit banyak perilaku orang lain dalam mengambil keputusan pada gilirannya juga
berpengaruh pada perilkau individu dalam mengambil keputusan.
Dapat disimpulkan bahwa secara garis besar faktor secara umum dalam pengambilan keputusan meliputi beberapa proses didalamnya begitupun faktor interal dalam pengambilan keputusan yang meliputi beberapa tindakan pada saat mengambil suatu keputusan.
Adanya faktor internal dalam suatu pengambilan keputusan tanpa didorong dari pihak luar akan dapat memutuskan pilihan yang tidak relefan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan dalam organisasi yaitu suatu sarana-sarana yang berasal dari dalam organisasi tersebut dan adanya peran yang berasal dari luar organisasi yang dapat menyukseskan keputusan yang baik atau
bahkan sebaliknya. Juga diperlukan adanya informasi sebagai bahan dasar dalam pengambilan keputusan yang tepat dan kebijaksanaan dan keberanian dalam mengambil keputusan kerana jika keputusan dibuat dengan keragu-raguan maka akan membutuhkan waktu yang lama dalam menyukseskan tujuan organisasi yang dijalankan berdasarkan keputusan yang dibuat oleh organisasi.
Dan jika keputusan yang diambil sudah ditetapkan maka sebaiknya dibuat berdasar kepada tujuan bersama atau kepentingan bersama.