Tampilkan postingan dengan label mancanegara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mancanegara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Juni 2024

MUI "Serangan Israel Terhadap Umat Islam Saat Shalat Idul Adha di Al Aqsa Bukti Islamofobia

GMnews, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa serangan Israel kepada umat Islam yang melaksanakan ibadah di Masjid Al Aqsa betmotif kebencian terhadap Islam (Islamofobia).

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim.

"Memperhatikan pola serangan Israel yang diarahkan kepada umat Islam yang akan dan sedang melaksanakan ibadah di Masjid Al Aqsa, maka tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa serangan Israel itu juga mengandung motif kebencian terhadap Islam dan umat Islam (Islamofobia)," ujar Sudarnoto Abdul Hakim dalam keterangan di Jakarta, Senin (17/6/2024).

Ia mengatakan ada kombinasi sistemik zionisme, rasisme, Islamofobia dan imperialisme yang didukung oleh Amerikanisme-imperialistik di balik serangan Israel.

"Ini sungguh sangat membahayakan bagi siapapun di belahan dunia ini. Karena itu, ini adalah musuh kita bersama, musuh kemanusiaan," kata Sudarnoto.

Sudarnoto mengatakan teroris rezim zionis Israel memang sudah sangat keterlaluan dan semakin nyata tidak akan pernah mendengar dan mengikuti hukum internasional.

"Serta catatan catatan penting ICJ (Mahkamah Internasional), langkah ICC (Mahkamah Pidana Internasional) dan juga kesepakatan dan resolusi PBB apapun," kata Sudarnoto.

Ia mengatakan proposal terakhir untuk gencatan senjata permanen juga tidak didengar dan diindahkan oleh Israel sehingga tidak ada jaminan sama sekali atas keselamatan warga Palestina baik di Gaza maupun Tepi Barat.

"Gangguan, serangan Dan genosida terus dilakukan dengan jumlah korban yang terus bertambah," ujar Prof Sudarnoto.

Ia mengatakan berbagai serangan Israel ini harus dihentikan segera secara efektif melalui langkah militer untuk melengkapi langkah-langkah politik, diplomasi, boikot ekonomi, kemanusiaan dan tekanan publik yang selama ini sudah dan terus dilakukan.

"Beberapa negara anggota OKI yang selama ini terus speak up (angkat bicara) secara tegas soal kekejaman Israel ini, diharapkan segera bisa melakukan kordinasi membuat Aliansi melawan Israel," kata Sudarnoto.

Sebelumnya, Kantor berita Palestina WAFA melaporkan bahwa pasukan pendudukan Israel menyerang jemaah pada Minggu pagi dalam perjalanan mereka menuju Masjid Al Aqsa, serta saat mereka meninggalkan masjid dan mencegah puluhan lainnya masuk untuk shalat Id.

“Pada dini hari, pasukan pendudukan memasuki halaman Masjid Al Aqsa, memeriksa identitas jamaah, menghalangi pergerakan mereka, dan mencegah banyak pemuda masuk sehingga memaksa mereka untuk shalat di luar pintu masjid,” tambah laporan itu.

Sementara itu, ribuan warga Palestina melaksanakan shalat Idul Adha di Masjid Ibrahimi di Hebron, bagian selatan Tepi Barat yang diduduki, meskipun ada pembatasan keamanan yang diberlakukan oleh tentara Israel terhadap masuknya jamaah.

"Langkah-langkah yang diambil oleh pendudukan pada Idul Adha bertujuan untuk mencegah akses warga Palestina ke tempat-tempat suci, khususnya Masjid Ibrahimi," kata Kepala Departemen Waqaf Hebron, Ghassan Al-Rajabi.

Senin, 13 Mei 2024

Erdogan : Hitler pun Iri dengan Genosida yang Dilakukan Netanyahu

GMnews, Ankara Turki - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut Adolf Hitler iri luar biasa dengan genosida yang dilakukan Perdana Menteri Israel Banjamin Netanyahu.

Ini karena Netanyahu telah menemukan metode yang sesuai untuk melakulan genosida terhadap warga Jalur Gaza, Palestina.

Apakah mungkin untuk melihat apa yang telah dilakukan Israel terhadap rakyat Gaza selama berbulan-bulan dan melihat Israel leluasa mengebom rumah sakit, membunuh anak-anak, menindas warga sipil, dan membuat orang-orang yang tidak bersalah kelaparan, kehausan, dan kekurangan obat-obatan dalam berbagai alasan? Apa yang dilakukan Hitler di masa lalu? Dia menindas dan membunuh orang-orang di kamp konsentrasi,” kata Erdogan, dalam wawancara dengan surat kabar Yunani, Kathimerinin, dikutip Senin (13/5/2024).

Erdogan menambahkan, Gaza sudah menjadi penjara terbuka sejak 2007, bukan dihitung sejak dimulainya perang Israel dengan Hamas,  yakni 7 Oktober 2023. Selama periode itu warga Gaza dikurung dalam kondisi semua kebutuhannya dibatasi, hampir tak ada bedanya dengan kamp konsentrasi yang dibuat Hitler.

"Siapa yang bertanggung jawab atas pembunuhan massal paling brutal dan sistematis di Gaza setelah 7 Oktober?” kata Erdogan.

Menurut Erdogan, Netanyahu telah melakukan metode genosida pada level yang membuat Hitler iri

"Kita berbicara tentang Israel yang menargetkan ambulans, menyerang titik distribusi makanan, dan menembaki konvoi-konvoi bantuan,” tuturnya.

Erdogan menegaskan, hak dan kebebasan masyarakat Gaza, terutama untuk hidup, telah dilanggar. Saat banyak pihak membela hak-hak warga Gaza serta perdamaian di Palestina, Israel justru melanggar resolusi PBB, hukum internasional, dan hak asasi manusia secara sembrono.

Perang yang saat ini berlangsung di Gaza, kata Erdogan, mungkin tak akan terjadi jika negara Palestina yang berdaulat, merdeka, dan terintegrasi secara geografis sesuai peta perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, telah terwujud.

“Hamas juga telah menyatakan bahwa jika ini terjadi (negara Palestina merdeka), mereka akan membubarkan sayap militernya dan berlanjut sebagai partai politik".

Solusi berdasarkan dua negara adalah cara yang efektif untuk menjamin perdamaian abadi dan berkelanjutan,” kata Erdogan, seraya menegaskan, Hamas sebenarnya sudah menyetujui perjanjian gencatan senjata, namun Israel ingin perang berlanjut untuk menduduki seluruh Gaza.

Serangan Israel ke Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah membunuh 35.000 orang, sebagian besar anak-anak dan perempuan. Agresi brutal pasukan Zionis ke Gaza juga menghancurkan sebagian besar wilayah itu, termasuk tempat-tempat yang seharusnya dilindungi oleh hukum internasional.

Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag, Belanda, pada Januari lalu menyatakan “masuk akal” bahwa Israel melakukan tindakan yang melanggar Konvensi Genosida 1948. Dalam perintah sementara, sebagaimana gugatan yang dilayangkan Afrika Selatan, ICJ mendesak Israel untuk memastikan pasukannya tidak melakukan tindakan apa pun yang dilarang oleh konvensi tersebut.

Kejahatan Israel Sudah Melebihi Adolf Hitler

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali melontarkan pernyataan pedas terhadap Israel, menyebut kejahatan negara itu telah melampaui pemimpin Nazi Adolf Hitler.

Erdogan menuduh Israel melakukan pembantaian di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang menunjukkan perbuatan paling memalukan dalam sejarah umat manusia. Terlebih, tindakan Israel itu mendapat dukungan tanpa syarat dari negara Barat.

Erdogan menegaskan bahwa hidupnya akan digunakan semaksimal mungkin untuk membantu perjuangan Palestina.

“Selama Allah masih memberi nyawa, saya akan terus membela perjuangan Palestina dan akan menjadi suara rakyat Palestina yang tertindas,” kata Erdogan, kepada para anggota parlemen partai berkuasa, Partai Keadilan dan Pembangunan (AK), seperti dilaporkan Anadolu.

Dia juga membandingkan perjuangan kelompok perlawanan Hamas dengan perang kemerdekaan Turki yang berlangsung 1919 hingga 1922.

Lebih lanjut Erdogan mengatakan kepada anggota parlemen, dirinya pasang badan untuk membela Hamas, seperti terjadi di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Saat negara Barat memasukkan Hamas dalam daftar organisasi teroris, Turki membelanya.

“Ketika tidak ada orang lain yang mau bicara, kita berdiri dan mengatakan, 'Hamas bukan organisasi teroris, tapi kelompok perlawanan'. Kami juga menunjukkan peta di PBB bagaimana Israel secara bertahap mencaplok tanah Palestina selama 70 tahun terakhir," tuturnya.

PBB memperkirakan sekitar 85 persen dari total 2,3 juta penduduk Gaza menjadi pengungsi dalam kondisi kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan. Sementara lebih dari separuh infrastruktur telah rusak atau hancur total.

Pelapor khusus Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk Palestina, Francesca Albanese, dalam laporannya yang dipresentasikan belum lama ini menuduh Israel melakukan genosida di wilayah tersebut.

Erdogan Sebut Cara AS Kejam saat Tangani Aksi Bela Palestina

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga mengkritik cara AS menangani demonstrasi anti-Israel yang kini menjalar di kampus-kampus top Amerika. Menurut dia, pihak berwenang negeri Pamana Sam menunjukkan kekejaman dalam menindak para mahasiswa pendukung Palestina.

Demonstrasi telah menyebar luas di kampus-kampus di seluruh Amerika Serikat sehubungan dengan tindakan brutal Israel dalam perang di Gaza. Aksi unjuk rasa para mahasiswa itu memicu tindakan keras dari aparat kepolisian. Ratusan mahasiswa pun ditangkap di beberapa tempat, termasuk Universitas Columbia di New York yang menjadi titik mula gerakan protes tersebut.

Kamis, 18 April 2024

ALIRAN INVESTASI DI ARAB SAUDI MENARIK MINAT PARA RAKSASA MANAJEMEN ASET (MANAJEMEN PEMBIAYAAN)

التدفق الاستثماري في السعودية يجذب اهتمام عمالقة إدارة الأصول
يأتي الاهتمام وسط خطط المملكة لتنويع الاقتصاد تزامنا مع رؤية 2030

تعتبر السوق السعودية من بين أبرز اهتمامات شركة إدارة الأصول "بلاك روك" في الوقت الحالي حيث تهبط طائرة لاري فينك، الرئيس التنفيذي لشركة "بلاك روك"، في الرياض عدة مرات في السنة، وفقا لما قاله شخص مطلع على الأمر لوكالة "بلومبرغ".

وفي الوقت نفسه، تعمل شركة "بلاك روك" على زيادة تواجدها في البلاد، حيث تعتبر أول شركة عالمية استثمارية لإدارة الأصول تفتتح مكتبًا في الرياض، وتوظف الشركة الآن حوالي 20 شخصًا هناك، وهي قوة عاملة محلية أكبر من منافسيها. وانضم الرئيس التنفيذي لشركة النفط العملاقة "أرامكو" السعودية، أمين الناصر، إلى مجلس إدارة شركة "بلاك روك" في وقت سابق من العام الماضي.

تشرف الشركة على أكثر من 10 تريليون دولار في جميع أنحاء العالم ولديها أكثر من 100 مليار دولار في الشرق الأوسط وإفريقيا. ويبلغ إجمالي سوق إدارة الأصول في المنطقة الواسعة حوالي 1.6 تريليون دولار، وفقًا لمجموعة بوسطن الاستشارية.


Aliran investasi di Arab Saudi menarik 
minat para raksasa manajemen aset. Minat tersebut muncul di tengah rencana Kerajaan untuk mendiversifikasi perekonomian sehubungan dengan Visi 2030. 

Pasar Saudi adalah salah satu kepentingan paling menonjol dari perusahaan manajemen aset BlackRock saat ini, karena Larry Fink, CEO BlackRock, mendarat di Riyadh beberapa kali dalam setahun, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Bloomberg

Sementara itu, BlackRock semakin meningkatkan kehadirannya di negara tersebut, karena merupakan perusahaan investasi dan manajemen aset global pertama yang membuka kantor di Riyadh, dan perusahaan tersebut kini mempekerjakan sekitar 20 orang di sana, jumlah tenaga kerja lokal yang lebih besar dibandingkan para pesaingnya. CEO raksasa minyak Saudi Aramco.

Amin Nasser, bergabung dengan dewan direksi BlackRock awal tahun lalu. Perusahaan ini mengawasi lebih dari $10 triliun di seluruh dunia dan memiliki lebih dari $100 miliar di Timur Tengah dan Afrika. Total pasar manajemen aset di wilayah ini adalah sekitar $1,6 triliun, menurut Boston Consulting Group

Berita ini dilansir dari halaman web media pemerintah kerajaan Arab Saudi "Al Arabiya"

Senin, 15 April 2024

IRON DOME ISRAEL TAK KUASA CEGAT RUDAL IRAN, PANGKALAN UDARA RUSAK BERAT

GMnews, Palestina - Israel mengonfirmasi pangkalan udara utama mereka rusak akibat serangan rudal-rudal Iran.

Teheran telah berjanji akan melancarkan serangan sepuluh kali lebih besar jika Israel memilih untuk meningkatkan serangannya.

Tentara Israel mengonfirmasi bahwa salah satu pangkalannya rusak akibat serangan drone dan rudal Iran terhadap Israel pada 14 April.

“Beberapa kerusakan tercatat, termasuk di pangkalan militer di selatan negara itu,” kata juru bicara militer Israel Daniel Hagari, seraya menambahkan bahwa kerusakan kecil terjadi di pangkalan itu dan seorang gadis di wilayah Negev terluka akibat pecahan peluru.

Media Iran mengonfirmasi serangan rudal balistik Teheran terhadap pangkalan udara Nevatim Israel di gurun Negev selatan.

Rudal balistik tersebut diluncurkan oleh Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), berkoordinasi dengan unit tentara Iran lainnya.

Rekaman video di media sosial menunjukkan banyak rudal Iran menghujani pangkalan Nevatim.

Pasukan Iran telah melakukan latihan rudal pada bulan Februari tahun lalu, mensimulasikan serangan terhadap fasilitas militer Israel.

Pangkalan udara Nevatim, 1.100 kilometer dari wilayah Iran, menampung pesawat tempur F-35 terbaru.

Fasilitas ini memiliki bandara dan tiga landasan pacu.

Teheran mengatakan beberapa lokasi dan sasaran lain diserang dalam serangan yang dijuluki “Operasi Janji Sejati” dan mencakup penggunaan ratusan drone dan rudal.

Serangan Iran tersebut merupakan respons terhadap serangan udara Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus pada tanggal 1 April, yang menghancurkan seluruh bangunan dan menewaskan beberapa pejabat tinggi dan penasihat, termasuk Brigadir Jenderal Mohamed Reza Zahidi dari Pasukan Quds IRGC.

Serangan tersebut merupakan pelanggaran yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap perlindungan hukum internasional terhadap misi diplomatik.

“Misi ini telah tercapai dan memperoleh hasil yang diinginkan,” kata Kepala Staf Angkatan Darat Iran, Mayor Jenderal Mohammad Hossein Baqeri, pada Minggu pagi.

“Sejumlah besar drone, rudal jelajah dan balistik telah digunakan dalam operasi ini dengan taktik yang matang dan perencanaan yang tepat… Meskipun Iran tidak berniat melanjutkan operasi tersebut, rezim Zionis harus ingat bahwa tindakan apa pun terhadap Iran, baik di wilayah Iran atau terhadap pusat-pusat milik Iran di Suriah atau negara lain, akan memicu operasi baru yang lebih besar,” tambahnya.

Dia juga menegaskan bahwa Teheran mampu melakukan serangan puluhan kali lebih besar dan bahwa pangkalan-pangkalan AS akan diserang jika Washington memilih untuk bekerja sama dalam setiap respons Israel.

Iran Akhiri Serangan Lima Jam Pertamanya ke Israel, Lebih dari 360 Rudal Ditembakkan, Diklaim Sukses

Iran dilaporkan telah mengakhiri serangan lima jam pertamanya terhadap Israel dengan 361 rudal, mengklaim kemenangan penting.

Menurut CNN, Iran mengakhiri serangan lima jam pertamanya terhadap Israel dengan total 361 rudal dan UAV diluncurkan.

Iran mengakhiri serangan pertamanya. Kantor berita CNN mengutip dua pejabat AS yang mengatakan bahwa gelombang pertama serangan Iran terhadap Israel telah mereda.

Serangan dimulai pada malam tanggal 13 April dan berlangsung selama 5 jam, dengan ratusan rudal dan UAV ditembakkan secara besar-besaran ke Israel.

Iran mengatakan serangan mereka adalah respons terhadap pemboman Israel terhadap konsulat mereka di Suriah dan menganggap masalah tersebut sudah selesai, serta memperingatkan bahwa mereka akan merespons dalam konteks yang lebih luas jika Israel membalas.

Israel telah berjanji untuk menanggapi serangan itu, dan kabinet perang mereka akan bertemu beberapa jam lagi untuk menyelesaikan rencana mereka. Patut dinantikan, apakah Israel akan merespons serangan Iran ini?

Pejabat Iran Menyatakan Serangan Israel 'Sukses'

Para komandan militer Iran menyebut pemboman udara pada Minggu malam terhadap Israel sebagai “sukses” meskipun faktanya 99 persen dari 350 atau lebih proyektil gagal mencapai wilayah Israel.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, mengatakan bahwa operasi tersebut, yang diluncurkan sebagai serangan balasan menyusul dugaan serangan udara Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus bulan ini, telah selesai, dan tujuannya tercapai.

Bagheri juga mengungkapkan bahwa Teheran telah mengeluarkan peringatan kepada Amerika Serikat melalui kedutaan Swiss.

“Jika AS ikut serta dalam agresi Zionis berikutnya melalui pangkalan atau pangkalan militernya di kawasan dan hal ini menjadi pasti, maka pangkalan, personel, dan fasilitas regional Amerika tidak akan aman di kawasan,” Bagheri memperingatkan.

Menghadapi kegagalan yang memalukan dalam serangan langsung Iran yang pertama terhadap Israel, Hossein Salami, komandan utama Garda Revolusi Iran, juga menuduh bahwa serangan tersebut sukses.

Intersepsi dilakukan di seluruh wilayah sebelum rudal balistik, drone bunuh diri, dan rudal jelajah mencapai wilayah Israel, sebuah upaya bersama antara Israel dan sekutunya AS, Inggris, Prancis, dan Yordania.

Seorang anak perempuan berusia tujuh tahun terluka akibat pecahan peluru di Israel selatan, akibat serangan langsung.

Serangan rudal Iran juga menyebabkan kerusakan minimal pada Pangkalan Udara Nevatim yang beroperasi penuh dalam beberapa jam. Tidak ada korban lain yang diketahui.

Serangan Iran terjadi setelah seruan tingkat tinggi untuk melakukan pembalasan atas serangan konsulat Damaskus yang menewaskan salah satu anggota tertinggi Garda Revolusi Islam Iran, bersama dengan beberapa perwira lainnya.


Israel Yakin Ancaman Iran Telah Berlalu

Saat ini, Komando Belakang Israel telah mencabut persyaratan perlindungan bagi warganya – sebuah tanda bahwa militer Israel yakin ancaman serangan Iran telah berlalu.

The New York Times mengutip dua pejabat Israel yang mengatakan bahwa selama serangan ini, Iran meluncurkan total 185 UAV, 36 rudal jelajah dan 110 rudal permukaan-ke-permukaan, peningkatan dibandingkan statistik. Sebagian besar peluncuran berasal dari Iran, dan sebagian kecil berasal dari Irak dan Yaman.

Sebelumnya, AS bersama Israel memantau secara ketat serangkaian peluncuran UAV dan rudal dari Iran, dimulai pada malam tanggal 13 April dan berlangsung hingga pagi hari tanggal 14 April.

Pada dini hari tanggal 14 April, jumlah peluncuran secara bertahap menurun.

Pasukan AS di seluruh wilayah telah dikerahkan untuk mendukung pertahanan Israel terhadap serangan tersebut.

Kantor berita Reuters mengutip tiga pejabat AS yang mengatakan bahwa militer AS menembak jatuh puluhan rudal Iran yang ditujukan ke Israel, serta serangkaian UAV.

Menurut dua pejabat tersebut, beberapa rudal Iran ditembak jatuh oleh Angkatan Laut AS.

Dalam pernyataannya pada 14 April, Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa hampir semua UAV dan rudal Iran telah dicegat, dan mengumumkan bahwa ia akan mengadakan pertemuan dengan para pemimpin G7 hari ini untuk membahas masalah terkait.

Presiden AS juga mengutuk serangan tersebut dan menekankan bahwa Iran mendapat dukungan dari pasukan proksi di Yaman, Suriah, dan Irak.

“Atas arahan saya, untuk mendukung pertahanan Israel, militer AS telah mengirimkan pesawat pertahanan rudal balistik dan kapal perusak ke wilayah tersebut selama seminggu terakhir. Berkat pengerahan ini dan keterampilan yang sangat baik. Dengan upaya keras dari tentara Amerika, kami membantu Israel menghancurkan hampir seluruh wilayah Israel semua UAV dan rudal Iran,” kata Biden.

Pemimpin AS tersebut menegaskan kembali bahwa ia menegaskan kembali komitmen kuat Amerika terhadap Israel melalui panggilan telepon dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

“Saya mengatakan kepadanya bahwa Israel telah menunjukkan kemampuan luar biasa untuk mempertahankan dan mengalahkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya – sehingga mengirimkan pesan yang jelas kepada musuh-musuhnya bahwa mereka tidak dapat secara efektif mengancam keamanan Israel” kata Biden.

Teheran mengklaim kemenangan penting

Bertentangan dengan klaim AS dan Israel, menurut RIA Novosti, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan mereka telah berhasil menghancurkan sasaran militer penting di wilayah Israel.

“Untuk menanggapi kejahatan ini seperti peringatan sebelumnya, untuk menghukum para agresor, kami telah menggunakan kemampuan pengintaian strategis, rudal, dan UAV untuk menyerang sasaran militer penting negara tersebut," pernyataan IRGC menyatakan.

Kekuatan ini juga mengeluarkan peringatan keras kepada AS, dengan menekankan bahwa setiap dukungan atau partisipasi Washington dalam tindakan yang bertentangan dengan kepentingan Iran akan mendapat tanggapan yang drastis.

Sementara itu, televisi pemerintah Iran mengutip pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran yang mengatakan:

“Jika perlu, Iran tidak akan ragu untuk mengambil tindakan defensif lebih lanjut untuk melindungi kepentingannya dari segala tindakan agresi ilegal dan penggunaan kekuatan. Namun, Teheran sekali lagi menegaskan komitmennya terhadap prinsip-prinsip PBB, Piagam, dan hukum internasional” .

Delegasi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutip Pasal 51 Piagam PBB tentang hak membela diri dan mengatakan bahwa serangan Teheran adalah respons atas agresi Israel terhadap sasaran diplomatik.

"Masalah ini dapat dianggap selesai" - kata delegasi Iran dalam komentarnya setelah serangan itu.

Menurut kantor berita AFP, ribuan warga Iran turun ke jalan pada pagi hari tanggal 14 April untuk menunjukkan dukungan terhadap serangan balasan Iran terhadap Israel.

Sekelompok pengunjuk rasa berkumpul di luar kedutaan Inggris di Teheran.

Para pengunjuk rasa juga berkumpul di dekat makam komandan Garda Revolusi terkenal Qassem Suleimani di kota Kerman, yang terbunuh dalam serangan UAV AS tahun 2020 di Bagdad.

Iran Tegaskan Serangan ke Israel Sesuai Pasal 51 Piagam PBB. Misi Tetap Iran untuk PBB mengatakan tindakan militer negara tersebut terhadap Israel didasarkan pada Pasal 51 Piagam PBB mengenai hak sah untuk membela diri dan sebagai tanggapan atas serangan mematikan Israel terhadap konsulat Iran di Suriah, kantor berita resmi Iran IRNA melaporkan pada hari Minggu.

Misi Iran membuat pernyataan tersebut ketika menguraikan serangan rudal dan drone skala besar yang diluncurkan negara itu pada Minggu dini hari terhadap Israel sebagai pembalasan atas serangan rudal Israel pada tanggal 1 April di bagian konsuler Kedutaan Besar Iran di Damaskus yang menewaskan tujuh orang warga Iran termasuk dua komandan veteran, kata laporan itu.

Misi tersebut mengatakan bahwa serangan terhadap Israel dapat dianggap selesai.

Namun, jika Israel kembali melakukan kesalahan, maka reaksi Republik Islam Iran akan jauh lebih parah.

“Ini adalah konflik antara Iran dan rezim Israel, dan Amerika Serikat harus menjauhinya,” peringatannya.

Misi tersebut menambahkan bahwa jika Dewan Keamanan PBB mengutuk agresi Israel terhadap misi diplomatik Iran di Damaskus, dan kemudian mengadili mereka yang berada di belakangnya, mungkin Iran tidak perlu menghukum Israel.

Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) mengatakan dalam dua pernyataan terpisah bahwa mereka telah meluncurkan puluhan rudal dan drone dan berhasil menyerang dan menghancurkan sasaran militer penting milik tentara Israel di wilayah pendudukan Palestina, sebagai tanggapan terhadap banyak serangan dan kejahatan Israel.

IRGC juga memperingatkan bahwa setiap ancaman Amerika Serikat dan Israel dari negara mana pun akan mendapat tanggapan timbal balik dan proporsional dari Iran.

BANDARA DI ISRAEL LULUH LANTAK DIHANTAM DRONE DAN RUDAL IRAN

GMnews, Palestina - Menurut sumber keamanan, pemerintah pendudukan Israel mengeluarkan instruksi yang mencakup memasuki tempat perlindungan yang dibentengi dengan kemampuan yang lebih baik daripada yang ditetapkan untuk rudal presisi.

Serangan drone dan rudal secara bersamaan akan membingungkan 'sistem pertahanan' udara 'Israel'.

Serangan simultan dengan drone dan rudal dapat membingungkan sistem anti-udara “Israel”, karena mereka mungkin datang dengan kecepatan, ketinggian, dan arah yang berbeda, Bloomberg mengutip seorang pejabat AS, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya saat membahas penilaian internal.

Keadaan panik dan kecemasan meningkat di wilayah pendudukan Israel, di mana tindakan ketat dikeluarkan sesuai dengan perkiraan keamanan pendudukan, ketika media Israel mengungkapkan bahwa semua politisi Israel menerima perintah untuk tinggal di "Israel" dan membatalkan perjalanan mereka ke luar negeri.

Dalam konteks ini, juru bicara pasukan pendudukan Israel Hagari mengumumkan perubahan perintah front dalam negeri yang akan berlaku mulai pukul 23.00 hari ini, Sabtu, dan akan berlanjut hingga jam yang sama Senin depan.

Secara rinci, langkah-langkah tersebut, menurut juru bicara tersebut, termasuk, “di wilayah Gaza, hingga 100 orang diperbolehkan berkumpul di area terbuka dan hingga 300 orang di area terbangun, dan pantai ditutup.”

Sementara di wilayah lain permukiman, hanya 30 warga Israel yang diperbolehkan berkumpul di area terbuka dan 300 warga Israel di kawasan terbangun, sedangkan di permukiman lainnya, hanya 30 warga Israel yang diperbolehkan berkumpul di kawasan terbuka dan 300 warga Israel di kawasan terbangun.

Selasa, 26 Maret 2024

RESOLUSI PBB UNTUK GENCATAN SENJATA DI TANAH PALESTINA


GMnews, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu tiba-tiba membatalkan pengiriman delegasi ke Washington.

Pembatalan pengiriman delegasi tersebut terjadi pasca Amerika Serikat (AS) tidak memveto resolusi gencatan senjata di Gaza.

AS dalam rapat Dewan Keamanan PBB menyatakan abstain ketika pemungutan suara dilakukan untuk melakukan gencatan senjata di Gaza, Senin (25/3/2024).

Dengan AS menyatakan abstain, maka resolusi gencatan senjata tersebut disahkan.

Langkah AS ini ternyata membuat "ngambek" Netanyahu dengan membatalkan pengiriman delegasi ke Washington.

Padahal, pengiriman delegasi ini diminta secara pribadi oleh Presiden AS, Joe Biden seminggu yang lalu.

Dikutip dari CNN, sikap Netanyahu ini menjadi titik terendah dalam keretakan yang semakin mendalam antara Biden dengan Netanyahu.

Para pejabat AS telah merencanakan untuk menawarkan kepada delegasi Israel serangkaian pilihan alternatif untuk menyerang Hamas di Kota Rafah, Gaza selatan.


Pilihan alternatif ini ditawarkan dengan harapan dapat mencegah apa yang diyakini AS akan menjadi bencana kemanusiaan jika Israel melancarkan invasi darat besar-besaran.

Alternatif-alternatif tersebut akan tetap didiskusikan, kata para pejabat Amerika, termasuk dalam pembicaraan awal pekan ini antara penasihat utama Biden dan menteri pertahanan Israel.

Namun terhentinya perundingan tatap muka di depan umum memberikan gambaran yang jelas tentang dinamika yang semakin rumit antara Israel dan pendukung utamanya.

Para pejabat Amerika mengatakan mereka bingung dengan keputusan Netanyahu untuk membatalkan delegasi tersebut.

Di Gedung Putih, tindakan tersebut dipandang sebagai reaksi berlebihan yang kemungkinan besar mencerminkan kekhawatiran politik dalam negeri Netanyahu, kata seorang pejabat.

Beberapa jam setelah delegasi dibatalkan, Menteri Israel Gideon Sa'ar mengajukan pengunduran dirinya dari pemerintahan saat ini setelah tidak dimasukkan dalam kabinet perang.

Netanyahu tidak berkomunikasi langsung dengan Biden mengenai keputusan tersebut, dan Biden tidak berencana menelepon Netanyahu untuk membahas masalah tersebut, kata pejabat itu.

Kesabaran Biden terhadap Netanyahu semakin menipis dan kemampuannya untuk membengkokkan pengambilan keputusan Israel tampaknya semakin berkurang.

Di AS, seruan untuk mengakhiri konflik telah melampaui batas-batas politik.

Bahkan, mantan Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam sebuah wawancara pada akhir pekan ini bahwa sudah waktunya bagi Israel untuk "menyelesaikan perang" dan "mencapai perdamaian".

Mantan Presiden AS, Donald Trump memperingatkan Israel dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Senin bahwa mereka kehilangan dukungan atas perang di Gaza.

Komentar Trump, yang diperkirakan akan menjadi calon dari Partai Republik untuk menghadapi Presiden Joe Biden pada pemilu AS bulan November, muncul ketika Washington abstain pada pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB.

"Anda harus menyelesaikan perang Anda. Untuk menyelesaikannya. Anda harus menyelesaikannya," kata Trump kepada surat kabar Israel Hayom.

"Dan menurut saya, Israel harus sangat berhati-hati, karena Anda kehilangan banyak wilayah di dunia, Anda kehilangan banyak dukungan, Anda harus menyelesaikannya, Anda harus menyelesaikan pekerjaan," lanjutnya.

Trump sering menyebut dirinya sebagai sekutu setia Israel, merujuk pada keputusannya untuk memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem dan peran pemerintahannya dalam menengahi Perjanjian Abraham tahun 2020.

Trump mengatakan bahwa dia akan menanggapi serangan Hamas "dengan cara yang sama" yang dilakukan Israel.

Namun ia menyatakan keprihatinannya mengenai dampak perang di mana serangan Israel telah menyebabkan sebagian besar wilayah Gaza hancur.

"Saya pikir itulah salah satu alasan mengapa terjadi banyak aksi balasan," kata Trump.

"Jika orang-orang tidak melihatnya, setiap malam saya menonton semuanya. Dan saya pikir Israel ingin menunjukkan bahwa ini sulit, namun terkadang Anda tidak seharusnya melakukan hal itu," pungkasnya.

Para pemimpin dunia menyambut baik resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera antara Israel dengan Hamas di Gaza.

Meski AS abstain dalam pemungutan suara, 14 anggota dewan lainnya memberikan suara untuk resolusi tersebut.

Berikut beberapa reaksi pemimpin dunia, dikutip dari Al Jazeera.

Kementerian Luar Negeri Palestina

Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan bahwa mengadopsi resolusi tersebut adalah sebuah langkah ke arah yang benar untuk mengakhiri perang lima bulan, untuk memungkinkan masuknya bantuan, dan untuk memulai kembalinya para pengungsi.

Kementerian juga meminta negara-negara anggota DK PBB untuk memenuhi tanggung jawab hukum mereka untuk segera menerapkan resolusi tersebut.

Kementerian menekankan pentingnya mencapai gencatan senjata permanen setelah bulan Ramadhan – bersama dengan mengamankan masuknya bantuan, berupaya membebaskan tahanan, dan mencegah pengungsian paksa.

Anggota Komite Sentral Fatah Sabri Saidam

Saidam mengatakan resolusi tersebut "merupakan langkah ke arah yang benar menuju berakhirnya pembantaian yang sedang berlangsung di Palestina".

“Konsensus yang kita saksikan hari ini harus membuka jalan bagi pengakuan penuh atas hak-hak rakyat Palestina dan kemerdekaan Negara Palestina yang banyak tertunda,” kata Saidam kepada Al Jazeera.

Pejabat Hamas Basem Naim

Kelompok Palestina Hamas mengatakan mereka berkomitmen terhadap ketentuan resolusi tersebut dan mengatakan Israel harus bertanggung jawab dalam menaatinya.

“Adalah peran komunitas internasional untuk mewajibkan Israel dan mengakhiri standar ganda ini,” Basem Naim, pejabat senior di biro politik Hamas, mengatakan kepada Al Jazeera.

“Pertanyaannya adalah 'seberapa kuat komunitas internasional mewajibkan Israel menerapkan resolusi ini?'” katanya.

Kelompok ini juga menekankan perlunya mencapai gencatan senjata permanen yang mengarah pada penarikan seluruh pasukan Israel dari Jalur Gaza, dan menegaskan kesiapannya untuk segera terlibat dalam proses pertukaran yang mengarah pada pembebasan tahanan di kedua belah pihak.

Duta Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan

Erdan mengatakan resolusi tersebut gagal menuntut gencatan senjata tanpa “mengkondisikan” pembebasan tawanan di Gaza, dan mengatakan bahwa resolusi tersebut “merusak upaya untuk menjamin pembebasan mereka”.

“Ini merugikan upaya-upaya ini karena memberikan harapan kepada Hamas untuk mendapatkan gencatan senjata tanpa membebaskan para sandera. Semua anggota dewan seharusnya memberikan suara menentang resolusi yang tidak tahu malu ini,” katanya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

Tak lama setelah resolusi tersebut disahkan, Netanyahu membatalkan kunjungan delegasi Israel ke Washington yang diminta AS untuk membahas kekhawatiran atas usulan invasi Israel ke Rafah.

Sikap abstain AS adalah “kemunduran yang jelas dari posisi konsisten AS”, dan akan merugikan upaya perang Israel dan upaya untuk membebaskan sandera yang masih ditahan oleh Hamas, kata kantor perdana menteri.

Gedung Putih AS

Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa abstainnya Washington dari pemungutan suara tersebut “tidak mewakili perubahan dalam kebijakan kami… tetapi karena teks final tidak menggunakan bahasa yang kami anggap penting, seperti kecaman terhadap Hamas, kami tidak dapat mendukungnya”.

Juru bicara Gedung Putih, John Kirby mengatakan bahwa para pejabat AS “sangat kecewa dengan keputusan Netanyahu untuk tidak mengirim penasihatnya untuk melakukan pembicaraan di Gedung Putih mengenai operasi Rafah”.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres

Pejabat PBB tersebut mengatakan resolusi tersebut “harus dilaksanakan”, dan menambahkan bahwa kegagalan untuk melakukan hal tersebut “tidak dapat dimaafkan”.

Duta Besar Tiongkok untuk PBB Zhang Jun

“Setelah berulang kali melakukan veto terhadap tindakan dewan, Amerika Serikat akhirnya memutuskan untuk berhenti menghalangi tuntutan dewan untuk segera melakukan gencatan senjata. Terlepas dari semua ini, AS masih berusaha mencari segala macam alasan dan melontarkan tuduhan terhadap Tiongkok,” kata Duta Besar Tiongkok untuk PBB, Zhang Jun.

“Bagi mereka yang sudah meninggal, resolusi DK PBB saat ini sudah terlambat, namun bagi jutaan orang di Gaza yang masih terperosok dalam bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, resolusi ini, jika diterapkan secara penuh dan efektif, masih dapat memberikan harapan yang telah lama dinantikan. ," dia menambahkan.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vasily Alekseyevich Nebenzya

Nebenzya mengatakan Moskow berharap resolusi tersebut akan digunakan untuk “kepentingan perdamaian” daripada memajukan “operasi tidak manusiawi Israel terhadap Palestina”.

Dia mengatakan Rusia lebih memilih versi teks yang menuntut gencatan senjata di bulan Ramadhan akan mengarah pada “gencatan senjata permanen yang berkelanjutan”.

“Kami kecewa karena tidak lolos. Meskipun demikian, kami percaya bahwa pada dasarnya penting untuk memberikan suara yang mendukung perdamaian. Dewan harus terus berupaya mencapai gencatan senjata permanen,” katanya.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen menyambut baik disahkannya resolusi tersebut.

“Implementasi resolusi ini sangat penting untuk melindungi seluruh warga sipil,” katanya di X.

Afrika Selatan

Menteri Luar Negeri Afrika Selatan, Naledi Pandor menyambut baik resolusi tersebut di radio publik tetapi menekankan bahwa “keputusan ada di tangan Dewan Keamanan”.

Sejarah Kesesatan Wahabi

Sejarah perkembangan gerakan Wahabi di dunia Arab mempunyai asal muasal yang dikenal dengan gerakan Salafiah klasik yang dirintis oleh Ibnu ...