Tampilkan postingan dengan label SOSIAL POLITIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SOSIAL POLITIK. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Juni 2024

Elektoral Andi Sudirman Paling Tinggi Jelang Pilgub

GMnews, Makassar - Dua tahun menjabat Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman atau ASS dikenal sangat dekat dengan semua golongan. Terlebih kepada tokoh lintas agama di Sulsel.

Salah satu buktinya, saat menjabat Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menghadiri perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan di Pura Giri Natha Makassar. Disitu, ASS mengajak umat Hindu untuk terus memperkuat persatuan dan kerukunan.

Termasuk ASS juga menghadiri Konferensi Wilayah ke-XI PW Muslimat NU Sulsel di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (25/7/2023). Hadir Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa (tengah).

Konferensi yang berlangsung 25 Juli 2023 tersebut bertema Penguatan Kelembagaan untuk Membangun Kemandirian dalam Menyongsong Kepemimpinan Nasional.

Kemudian, Andi Sudirman Sulaiman menghadiri perayaan Milad 109 Muhammadiyah di Balai Sidang Muktamar Muhammadiyah Kampus Unismuh Makassar, yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel.

Dalam kesempatan itu, Andi Sudirman Sulaiman menyatakan bangga sering dianggap sebagai kader Muhammadiyah.“Saya juga sering dianggap kader Muhammadiyah, dan saya tidak mengelak. Siapa tidak bangga jadi kader Muhammadiyah?” ungkapnya.

Baca Juga : Elektabilitas Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi Melejit di Angka 56,5 Persen Jelang Pilgub Sulsel

Muhammadiyah, kata Andi sudah berdiri sebelum Proklamasi Kemerdekaan RI. Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno juga bagian dari Muhammadiyah.

“Muhammadiyah sudah hadir berkontribusi untuk bangsa dan negara sebelum Indonesia merdeka. Muhammadiyah hadir di tengah masyarakat, melalui amal usahanya seperti sekolah, panti asuhan, dan rumah sakit,” imbuhnya.

Tidak sampai disitu, meski tidak lagi menjabat Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman masih terus dekat dengan tokoh lintas agama. Terbaru, ASS menghadiri acara resepsi pernikahan keluarga besar Pendeta Luther Taruk dan Benyamin Pongsamma di Toraja Utara pada Senin (10/06/2024) kemarin.

Sebelumnya, Andi Sudirman yang dikenal sebagai Gubernur Andalan juga bertemu dengan komunitas mahasiswa Kristen, yakni Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Pusat Sulsel.

Survei terbaru pada Mei 2024 menunjukkan Andi Sudirman Sulaiman meraih elektabilitas tertinggi di antara kandidat lain untuk Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan. Hal itu jadi bukti masyarakat menginginkannya melanjutkan kepemimpinan sebagai gubernur.

Sentimen positif terhadap Andi Sudirman ditunjukkan dua lembaga survei, yang masing-masing berskala nasional dan lokal.

Menurut laporan Katadata Insight Center (KIC), responden yaitu warga berdomisili di Sulsel menganggap Andi Sudirman paling pantas menjadi Gubernur periode 2024-2029. Dia dipilih mayoritas responden, yaitu 23,8 persen, jauh mengungguli belasan kandidat lain.

Adapun Indeks Politica Indonesia merekam tingkat keterpilihan alias elektabilitas Andi Sudirman teratas, di angka 31,5 persen. Dalam survei simulasi berpasangan dengan Fatmawati Rusdi, elektabilitas mereka mencapai 49,7 persen.

Andi Sudirman -sebelumnya Wakil Gubernur- menjabat Gubernur Sulsel pada tahun 2022 hingga 2023. Dia menggantikan Nurdin Abdullah yang terjerat kasus korupsi.

Jelang Pemilihan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman jadi salah satu kandidat terkuat. Dia digadang-gadang berpasangan dengan Fatmawati Rusdi. Paket bakal calon pasangan ini sudah diusulkan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Sulsel.

Tingginya survei elektabilitas Andi Sudirman jelang Pilgub menggambarkan arah dukungan masyarakat Sulsel. Tingkat keterpilihan tinggi sekaligus jadi bukti bahwa Andi Sudirman merupakan pemimpin semua golongan, bukan segelintir kelompok.

Andi Sudirman selama ini dikenal sebagai tokoh pemimpin nasionalis-religius yang berhasil memimpin Sulsel. Kebijakannya memberikan rasa adil bagi semua warga Sulsel, berkebalikan dengan narasi negatif yang dilontarkan segelintir orang.

Survei KIC yang melibatkan responden dari berbagai latar belakang pun membuktikan. Mayoritas, yakni 72,8 persen responden menyatakan puas. Bahkan 12,5 persen menyatakan sangat puas.

Senin, 03 Juni 2024

Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe Mundur Dari Jabatan di IKN

GMnews, Jelang upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI untuk pertama kalinya di Kompleks Istana Kepresidenan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Pemerintah mengumumkan pengunduran diri Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe dari jabatan Kepala Otorita dan Wakil Kepala Otorita IKN.


Pengumuman pengunduran diri itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno yang didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Wakil Menteri Agraria, Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Raja Juli Antoni dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (3/6/2024).

Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe yang dilantik pada 10 Maret 2022 belum menyelesaikan tugasnya menjabat sebagai Kepala Otorita dan Wakil Kepala Otorita IKN hingga tahun 2027.

Gaji Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe sebenarnya terbilang cukup besar. Sebagai Kepala Otorita IKN. Bambang Susantono setiap bulannya mendapatkan gaji atau hak keuangan sebesar Rp172.718.840 sebagaimana tercantum dalam lampiran Perpres 13 Tahun 2023 Tentang Hak Keuangan dan Fasilitas lainnya Bagi Kepala dan Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara.

Sedangkan gaji yang diterima Dhony Rahajoe sebagai Wakil Kepala Otorita IKN dalam Perpres yang sama sebesar Rp155.180.670.

Hak keuangan tersebut termasuk di dalamnya gaji pokok, tunjangan melekat, tunjangan jabatan, dan tunjangan jabatan.

Namun, Kepala Otorita dan Wakil Kepala Otorita IKN juga berhak mendapatkan fasilitas lain. Sebagaimana termaktub dalam Pasal 2 Perpres 13 Tahun 2023.

Pasal 2 berbunyi, “Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara dan Wakil Kepala Ibu Kota Nusantara diberikan hak keuangan dan fasilitas lainnya”.

Kemudian, Pasal 5 berbunyi, "Fasilitas lainnya bagi Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara diberikan setingkat menteri dan fasilitas lainnya bagi Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara diberikan setingkat wakil menteri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”.

Berdasarkan lampiran Perpres, fasilitas lainnya untuk Kepala Otorita IKN sebesar Rp 178 juta. Sedangkan Wakil Kepala Otorita IKN sebesar Rp 145 juta.

Sesuai Pasal 8, hak keuangan dan fasilitas lainnya tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Namun, hak keuangan dan fasilitas lainnya untuk Kepala Otorita dan Wakil Kepala Otorita IKN dihentikan jika mereka berhenti atau diberhentikan dari jabatannya. Itu termaktub dalam Pasal 7 Perpres 13 Tahun 2023.

Pasal 7 berbunyi, "Pemberian hak keuangan dan fasilitas lainnya Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara dan/atau Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara dihentikan apabila Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara dan/atau Wakil Kepala Ibu Kota Nusantara: a. berhenti; atau b. diberhentikan, dari jabatannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”.

1. Komponen dan besaran hak keuangan

Kepala Otorita IKN
- Gaji pokok: Rp 5.040.000
- Tunjangan melekat (tunjangan keluarga dan tunjangan beras): Rp 648.840
- Tunjangan jabatan: Rp 13.608.000
- Tunjangan kinerja: Rp 153.422.000
- Total hak keuangan yang diterima sebesar Rp 172.718.840 per bulan.

Wakil Kepala Otorita IKN
- Gaji pokok: Rp 4.899.300
- Tunjangan melekat (tunjangan keluarga dan tunjangan beras): Rp 634.770
- Tunjangan jabatan: Rp 11.566.800
- Tunjangan kinerja: Rp 138.079.800
- Totalnya hak keuangan yang diterima sebesar Rp 155.180.670 per bulan.

2. Fasilitas lainnya

Kepala Otorita IKN
Dana operasional: Rp 178.000.000
Wakil Kepala Otorita IKN
Dana Operasional: Rp 145.000.000.

Dana operasional diberikan dengan ketentuan sebesar 80 persen secara lumpsum dan sebesar 20 persen untuk dukungan operasional lainnya.

Tugas Baru Bambang Susantono

Bambang Susantono akan mendapat tugas baru setelah mundur sebagai Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ia ditugaskan membantu langsung Presiden dalam memperkuat kerja sama internasional untuk percepatan pembangunan IKN.

"Pak Bambang Susantono akan diberi penugasan baru, membantu langsung Bapak Presiden untuk memperkuat kerja sama internasional bagi percepatan pembangunan IKN," ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Senin (3/6/2024).

Pelaksana Tugas IKN

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menteri PUPR) Basuki Hadimuljono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Otorita IKN dan Wakil Menteri Agraria, Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Raja Juli Antoni sebagai Plt Wakil Kepala Otorita IKN.

Sejarah Kesesatan Wahabi

Sejarah perkembangan gerakan Wahabi di dunia Arab mempunyai asal muasal yang dikenal dengan gerakan Salafiah klasik yang dirintis oleh Ibnu ...