Tampilkan postingan dengan label WISATA & SEJARAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WISATA & SEJARAH. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Juni 2024

10 DESTINASI WISATA SEJARAH DI KOTA MAKASSAR WAJIB DIKUNJUNGI : KLENTENG XIANG MA

GMnews, Makassar - Kota Makassar terletak di sisi selatan pulau Sulawesi. Kota ini menjadi saksi bisu bagaimana perlawanan masyarakat di masa penjajahan hingga pascakemerdekaan.

Di Kota ini terdapat berbagai macam peninggalan bersejarah yang masih dapat disaksikan hingga saat ini. Bahkan tak sedikit dari peninggalan tersebut dijadikan sebagai tempat wisata yang cukup menarik perhatian bagi warga lokal maupun wisatawan.

GMnews menampilkan artikel mengenai 10 tempat bersejarah yang ada di Kota Makassar.

Lantas apa saja wisata sejarah di Kota Makassar? Berikut 10 destinasi wisata sejarah di Kota Makassar, yang dirangkum GMnews dari berbagai sumber.

Kali ini GMnews menampilkan artikel tentang Klenteng Xiang Ma.

Klenteng Xiang Ma

Adanya Klenteng Xiang Ma menunjukkan bahwa Kota Makassar merupakan kota yang memiliki keberagaman budaya serta toleransi. Di mana klenteng ini merupakan tempat ibadah bagi masyarakat yang beragama Konghucu dan Buddha.

Klenteng ini berada di jalan Sulawesi yang letaknya berada di bagian Utara dari Klenteng Kwan Kon. Awalnya bangunan klenteng ini hanya terbuat dari kayu dan bambu serta beratapkan daun nipa. Kemudian di tahun 1860, klenteng ini dirombak menjadi bangunan permanen dari batu bata.

Pada gapura klenteng ini terdapat patung anjing, unit sentral ditempatkan patung Dewi Xiang Ma di atas altar, di ruang belakang terdapat patung Budha. Sebagai bangunan dengan arsitektur Cina maka Klenteng Xiang Ma dipenuhi hiasan berupa molding dan patung-patung naga di kombinasi elemen dekoratif pada susunan balok-balok, kolom, konsol yang bertumpuk ke atas makin lebar menghasilkan perpaduan yang sangat harmonis.

Jika ingin masuk ke klenteng ini alangkah baiknya datang saat pagi dengan memakai pakaian sopan.

Sabtu, 08 Juni 2024

10 DESTINASI WISATA SEJARAH DI KOTA MAKASSAR WAJIB DIKUNJUNGI : KANTOR PENGADILAN NEGERI MAKASSAR

GMnews, Makassar - Kota Makassar terletak di sisi selatan pulau Sulawesi. Kota ini menjadi saksi bisu bagaimana perlawanan masyarakat di masa penjajahan hingga pascakemerdekaan.

Di Kota ini terdapat berbagai macam peninggalan bersejarah yang masih dapat disaksikan hingga saat ini. Bahkan tak sedikit dari peninggalan tersebut dijadikan sebagai tempat wisata yang cukup menarik perhatian bagi warga lokal maupun wisatawan.

GMnews menampilkan artikel mengenai 10 tempat bersejarah yang ada di Kota Makassar.

Lantas apa saja wisata sejarah di Kota Makassar? Berikut 10 destinasi wisata sejarah di Kota Makassar, yang dirangkum GMnews dari berbagai sumber.

Kali ini GMnews menampilkan artikel tentang Kantor Pengadilan Negeri Makassar.

Kantor Pengadilan Negeri Makassar

Kantor Pengadilan Negeri Makassar berada di jalan R.A.Kartini Nomor 18/23, Kelurahan Baru, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan dan berada pada titik koordinat 119º 24' BT-5º 8' 90,7" LS.

Adapun batas-batasnya sebagai berikut :
Sebelah utara berbatasan dengan Jln. Kartini; Sebelah timur berbatasan dengan Jln. Sudirman; Sebelah selatan berbatasan dengan Jln Ammanagappa; Sebelah barat berbatasan dengan gedung kejaksaan negeri makassar.

Menurut catatan sejarah, bangunan ini didirikan pada tahun 1915 dengan nama Raad van Justitia.

Dahulu bangunan ini menghadap tiga jalan, yaitu Juliana Weg di utara (sekarang jalan Kartini), Hospital Weg di timur (sekarang jalan Sudirman), dan Justitia Laan di selatan (Sekarang Jalan Ammanagappa) (Asmunandar, 2008).

Pada era pasca kemerdekaan nama kantor ini berganti menjadi Pengadilan Negeri Makassar dan nama ini pun yang tercantum dalam SK Penetapan BCB oleh Menbudpar tahun 2010. Saat ini, namanya berubah lagi menjadi Kantor Pengadilan Negeri Kelas 1a Khusus Makassar.

Dahulu, bangunan ini terbagi menjadi dua fungsi yakni Raad van Justitia, merupakan pengadilan untuk orang-orang cina, dan orang pribumi keturunan bangsawan yang letaknya dibagian utara bangunan, dan Landraad yang merupakan pengadilan untuk orang-orang Pribumi, Letaknya dibagian selatan bangunan.

Jika ingin berkunjung ke destinasi ini, pengunjung tidak dikenakan biaya. Hanya saja pengunjung wajib menjaga kebersihan dan mematuhi aturan aturan yang ada di destinasi ini.

Sabtu, 01 Juni 2024

10 DESTINASI WISATA SEJARAH DI KOTA MAKASSAR WAJIB DIKUNJUNGI : PULAU LAKKANG

GMnews, Makassar - Kota Makassar terletak di sisi selatan pulau Sulawesi. Kota ini menjadi saksi bisu bagaimana perlawanan masyarakat di masa penjajahan hingga pascakemerdekaan.

Di Kota ini terdapat berbagai macam peninggalan bersejarah yang masih dapat disaksikan hingga saat ini. Bahkan tak sedikit dari peninggalan tersebut dijadikan sebagai tempat wisata yang cukup menarik perhatian bagi warga lokal maupun wisatawan.

GMnews menampilkan artikel mengenai 10 tempat bersejarah yang ada di Kota Makassar.

Lantas apa saja wisata sejarah di Kota Makassar? Berikut 10 destinasi wisata sejarah di Kota Makassar, yang dirangkum GMnews dari berbagai sumber.

Kali ini GMnews menampilkan artikel tentang satu Pulau yang sangat unik di Kota Makassar yaitu Pulau Lakkang.

Pulau Lakkang

Secara geografis pulau ini terletak di tengah wilayah perkotaan Makassar, lokasinya berada di delta sungai Tallo dan Pampang.

Di masa penjajahan, Jepang menjadikan pulau ini sebagai tempat persembunyian dan pertahanan. Mereka membuat bungker atau bangunan pertahanan militer di bawah tanah.

Pembuatan bungker-bungker yang terdapat di Pulau Lakkang banyak melibatkan masyarakat setempat. Mengenai letak bunkernya berada tepat di tengah-tengah hutan bambu Pulau Lakkang.


Untuk bisa sampai ke pulau ini, tim GMnews harus menempuh jalur transportasi air. Para calon pengunjung bisa menjangkau dari beberapa lokasi yakni melalui Dermaga Kera-kera Kampus Unhas Tamalanrea, dan Dermaga Lakkang Tol yang berada di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo.

Sabtu, 25 Mei 2024

10 DESTINASI WISATA SEJARAH DI KOTA MAKASSAR WAJIB DIKUNJUNGI : MASJID BABUL FIRDAUS


GMnews, Makassar - Kota Makassar terletak di sisi selatan pulau Sulawesi. Kota ini menjadi saksi bisu bagaimana perlawanan masyarakat di masa penjajahan hingga pascakemerdekaan.

Di Kota ini terdapat berbagai macam peninggalan bersejarah yang masih dapat disaksikan hingga saat ini. Bahkan tak sedikit dari peninggalan tersebut dijadikan sebagai tempat wisata yang cukup menarik perhatian bagi warga lokal maupun wisatawan.

GMnews menampilkan artikel mengenai 10 tempat bersejarah yang ada di Kota Makassar.

Lantas apa saja wisata sejarah di Kota Makassar? Berikut 10 destinasi wisata sejarah di Kota Makassar, yang dirangkum GMnews dari berbagai sumber.

Kali ini GMnews menampilkan artikel tentang satu Masjid yang mungkin kurang diperhatikan oleh sebagian besar umat Islam Kota Makassar yaitu Masjid Babul Firdaus Makassar.

Masjid Babul Firdaus

Masjid Babul Firdaus Makassar merupakan salah satu masjid tertua di Sulawesi Selatan (Sulsel). Masjid ini sudah berdiri sejak tahun 1980-an.

Lokasi masjid ini berada di Jalan Kumala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Masjid Babul Firdaus ini dibangun di masa kerajaan Raja Gowa yang ke-34 bernama Imakulu Daeng Serang Karaeng Lembang Parang.

Dalam catatan sejarah, masjid ini dulunya tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah saja bagi umat Islam. Namun, para pejuang dan ulama juga kerap kali menggunakannya sebagai tempat persembunyian untuk mengatur taktik melawan penjajah.

Sabtu, 18 Mei 2024

10 DESTINASI WISATA SEJARAH DI KOTA MAKASSAR WAJIB DIKUNJUNGI : PELABUHAN PAOTERE


GMnews, Makassar - Kota Makassar terletak di sisi selatan pulau Sulawesi. Kota ini menjadi saksi bisu bagaimana perlawanan masyarakat di masa penjajahan hingga pascakemerdekaan.

Di Kota ini terdapat berbagai macam peninggalan bersejarah yang masih dapat disaksikan hingga saat ini. Bahkan tak sedikit dari peninggalan tersebut dijadikan sebagai tempat wisata yang cukup menarik perhatian bagi warga lokal maupun wisatawan.

GMnews menampilkan artikel mengenai 10 tempat bersejarah yang ada di Kota Makassar.

Lantas apa saja wisata sejarah di Kota Makassar? Berikut 10 destinasi wisata sejarah di Kota Makassar, yang dirangkum GMnews dari berbagai sumber.

Kali ini GMnews menampilkan artikel tentang satu Pelabuhan yang unik yaitu Pelabuhan Paotere.

Pelabuhan Paotere

Pelabuhan Paotere memiliki tempat tersendiri dalam sejarah Kota Makassar. Terletak di bagian utara tepatnya Kelurahan Gusung, Kecamatan Ujung Tanah, masyarakat mengenalnya sebagai bandar perahu rakyat.

Pelabuhan yang berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat kota ini sudah beroperasi sejak abad ke-16. Pelabuhan Paotere dibangun oleh Raja Tallo ke-2, Karaeng Same'ri Liukang Daeng Marewa, yang memerintah pada abad ke-15.

Pelabuhan ini pula yang menjadi titik pemberangkatan 200 kapal perang, sebagai bagian dari ekspedisi militer ke Malaka dan Kesultanan Samudera Pasai, di tahun 1420. Paotere turut jadi bukti hubungan antara kerajaan-kerajaan di Sulsel dengan Portugis.

Saat ini, setiap hari perahu-perahu masih aktif membawa berbagai jenis barang. Proses bongkar muat dimulai sejak pagi buta hingga malam menjelang. Selain itu, Paotere juga masyhur berkat status sebagai pusat belanja tangkapan laut para nelayan. Semua dijajakan dalam kondisi segar.

Sabtu, 11 Mei 2024

Destinasi Wisata di Kota Makassar "Pantai Losari"

GMnews, Makassar merupakan ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus salah satu kota terbesar di Indonesia. Kota yang dulunya bernama Ujung Pandang ini, menyimpan banyak potensi wisata

Wisata di Makassar mulai dari pantai, pulau, bangunan bersejarah, wisata religi, wahana permainan, dan sebagainya. Jika berkunjung ke Makassar, jangan lupa untuk mampir ke sejumlah destinasi wisata tersebut.

GMnews merangkum beberapa destinasi wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi di Kota Makassar.

Untuk portal kali ini kita akan membahas tentang panorama Pantai Losari.

Sejarah Pantai Losari

Dulu, kawasan di sekitar pantai difungsikan sebagai pasar ikan, baik pagi dan siang hari.

Selain itu, pantai Losari juga digunakan sebagai tempat berjualan beraneka makanan pada sore hingga malam hari.

Pada 1945, pembangunan pertama tepi pantai dilakukan sebagai ide dari walikota pada masa itu.

Saat itu, pembangunan dilakukan dengan memasang lantai dasar beton yang panjangnya 910 meter.

Pemasangan lantai dilakukan untuk menjaga fasilitas yang ada di sekitarnya dari terjangan ombak Selat Makassar.

Setelah itu, pembangunan kian bertambah. Sampai saat ini, pantai Losari menjadi obyek wisata yang banyak dikunjungi warga sekitar dan juga wisawatan dari luar.

Asal usul nama Losari belum diketahui hingga kini, apakah nama tersebut berasal dari bahasa Belanda atau Makassar.

Namun, jika diterjemahkan menggunakan bahasa Jawa, Losari memiliki dua suku kata, yaitu los dan ari.

Los berarti area yang digunakan untuk kegiatan jual beli atau area yang terbagi menjadi beberapa toko.

Sementara, kata ari diambil dari makna selaput pembungkus atau yang menyalurkan, seperti halnya ari-ari.

Keindahan Pantai Losari


Kawasan pantai Losari dimanfaatkan warga sebagai ruang interaksi sosial, baik pagi, siang, dan malam.

Pantai Losari merupakan kawasan favorit warga Makassar untuk menghabiskan waktu pada sore hari atau akhir pekan.

Pantai Losari terletak di Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pantai Losari merupakan salah satu ikon Makassar.

Selain sebagai pantai untuk melihat matahari tenggelam sebagai daya tarik alami, pantai Losari memiliki beberapa spot wisata, seperti Anjungan Pantai Losari, Fort Rotterdam, Pusat Perbelanjaan Somba Opu, kawasan kuliner Makassar, sentra PKL jajanan kuliner, serta berbagai atraksi wisata.

Dari sekian banyak tempat wisata di pantai Losari, Anjungan Pantai Losari lebih dikenal masyarakat luas dan menjadi ikon Kota Makassar.

Spot wisata favorit wisatawan adalah Anjungan Pantai Losari. Anjungan Pantai Losari berupa ruang terbuka publik dengan beberapa fasilitas penunjang di dalamnya.

Destinasi berupa ruang terbuka publik ini menawarkan pemandangan indah ke Selat Makassar, Masjid Terapung, Masjid 99 Kubah, dan sebagainya.

Daya tarik Pantai Losari adalah panorama sunset di Selat Makassar yang eksotis.

Pantai Losari ibarat jendela Kota Makassar. Dimana, masyarakat kota dapat melepaskan pandangannya sejauh mungkin ke laut.

Selain itu, lokasi Pantai Losari sangat strategis dan mudah diakses karena berada di dekat pusat Kota Makassar.

Waktu berkunjung terbaik ke Pantai Losari adalah sore menjelang senja, karena wisatawan bisa menyaksikan sekaligus mengabadikan siluet sunset.

Kondisi pantai yang membentang dari utara ke selatan sepanjang 950 meter dan menghadap matahari tenggelam menjadikan pantai Losari sebagai obyek yang menarik untuk rekreasi.

Keindahan Pantai Losari juga dituangkan dalam suatu tulisan oleh seorang Ulama sekaligus Budayawan Indonesia yaitu Buya Hamka.

Buya Hamka menatap keindahan pantai Losari dan kapal hilir mudik di bibir pantai Losari yang kemudian menuangkan inspirasi ke kepala Buya Hamka untuk lahirnya novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.

Kurang lebih 3 tahun lamanya Buya Hamka pernah menetap di Makassar.
 
Dan bagi umat Islam, selain menikmati sunset juga bisa menikmati kekhusyukan ibadah sholat dengan dimanjakan suara alam yaitu desir air laut yang terhempas dipinggir pantai serta semilir hembusan angin yang bertiup sebagai anugrah yang ALLAH Swt berikan bagi pendengaran dan jiwa manusia di Masjid Terapung Amirul Mukminin.

Sebagai pintu gerbang Kota Makassar, para pendatang yang berlabuh ke Makassar akan langsung melihat wajah Kota Makassar secara utuh di pantai Losari.

Sebagai salah satu penggalan lahan di Kota Makassar, pantai Losari dapat menjadi representasi karakter Kota Makassar.

10 DESTINASI WISATA SEJARAH DI KOTA MAKASSAR WAJIB DIKUNJUNGI : MUSEUM KOTA MAKASSAR

GMnews, Makassar - Kota Makassar terletak di sisi selatan pulau Sulawesi. Kota ini menjadi saksi bisu bagaimana perlawanan masyarakat di masa penjajahan hingga pascakemerdekaan.

Di Kota ini terdapat berbagai macam peninggalan bersejarah yang masih dapat disaksikan hingga saat ini. Bahkan tak sedikit dari peninggalan tersebut dijadikan sebagai tempat wisata yang cukup menarik perhatian bagi warga lokal maupun wisatawan.

GMnews menampilkan artikel mengenai 10 tempat bersejarah yang ada di Kota Makassar.

Lantas apa saja wisata sejarah di Kota Makassar? Berikut 10 destinasi wisata sejarah di Kota Makassar, yang dirangkum GMnews dari berbagai sumber.

Kali inu GMnews menampilkan artikel tentang Museum Kota Makassar

Museum Kota Makassar

Museum Kota Makassar menyimpan informasi bersejarah mengenai identitas Kota Makassar, sejarah, dan budaya masyarakatnya. Museum ini terletak di Jalan Balai Kota No. 11 A, Kelurahan Baru, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Museum Kota Makassar pertama kali dibangun pada tahun 1906. Pembangunan gedung ini bersamaan dengan peningkatan status Makassar sebagai Gemeente (Kota Besar).

Pada awal pembangunannya, museum ini diperuntukkan sebagai kantor Pemerintah 'Gemeente Makassar'. Museum Kota Makassar yang saat itu difungsikan sebagai Kantor Walikota dan merupakan bangunan Kantor pertama di luar Benteng Rotterdam.

Hingga awal masa kemerdekaan yakni 1947-1993, gedung tersebut masih difungsikan sebagai Kantor Walikota Makassar. Barulah pada masa pemerintahan Suwahyo yang saat itu menjabat sebagai Walikotamadya Ujung Pandang (periode masa jabatan 1988-1993), Kantor Walikota dipindahkan ke Kantor Gubernur Celebes yang sekarang menjadi gedung Kantor Balai Kota.

Setelah Kantor Walikota dipindahkan, kantor gubernur dipindahkan ke Jalan Urip Sumoharjo. Sementara itu, gedung yang sebelumnya menjadi Kantor Walikota Makassar difungsikan sebagai Museum Kota dan sekarang dikenal sebagai 'Museum Kota Makassar'.

Di museum ini ini terdapat sejumlah koleksi diantaranya, bola meriam, koleksi naskah dari masa lalu dalam bentuk foto produksi, serta Foto peristiwa dan bangunan sejarah. Selain itu juga terdapat koleksi patung, koleksi mantan Walikota Makassar, Patompo, pernak-pernik tradisional, dan foto-foto mantan Walikota Makassar.

Sabtu, 04 Mei 2024

10 DESTINASI WISATA SEJARAH DI KOTA MAKASSAR WAJIB DIKUNJUNGI : MONUMEN MANDALA


GMnews, Makassar - Kota Makassar terletak di sisi selatan pulau Sulawesi. Kota ini menjadi saksi bisu bagaimana perlawanan masyarakat di masa penjajahan hingga pascakemerdekaan.

Di Kota ini terdapat berbagai macam peninggalan bersejarah yang masih dapat disaksikan hingga saat ini. Bahkan tak sedikit dari peninggalan tersebut dijadikan sebagai tempat wisata yang cukup menarik perhatian bagi warga lokal maupun wisatawan.

Kali ini GMnews menampilkan artikel mengenai 10 tempat bersejarah yang ada di Kota Makassar.

Lantas apa saja wisata sejarah di Kota Makassar? Berikut 10 destinasi wisata sejarah di Kota Makassar, yang dirangkum GMnews dari berbagai sumber.

Kali ini GMnews menampilkan artikel tentang Monumen Mandala.

Monumen Mandala

Monumen Mandala adalah tempat bersejarah selanjutnya yang wajib detikers kunjungi. Monumen Mandala menjadi salah satu simbol sejarah yang sangat penting dalam perjuangan bangsa Indonesia dalam mengambil kembali kekuasaan wilayah Irian Barat dari para belenggu penjajah Belanda pada tahun 1962 silam.

Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat ini tercatat mulai dibangun pada 1994 dan diprakarsai oleh Gubernur Sulawesi Selatan, H. A. Zaenal Basri Palaguna. Peletakan batu pertama dilakukan pada 11 Januari 1994 oleh Soesilo Soedarman yang saat itu menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan.

Kemudian, monumen ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 19 Desember 1995. Monumen tersebut dibuat untuk menjadi pengingat yang kuat atas usaha serta pengorbanan besar yang dilakukan oleh para pahlawan dalam meraih kemerdekaan dan kedaulatan wilayah tersebut.

Tempat bersejarah tersebut memiliki menara setinggi 62 meter. Angka itu menjadi sebuah simbol tahun 1962, tahun dimana perjuangan pembebasan Irian Barat berlangsung.

Monumen ini berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 2, Kelurahan Baru, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar. Tempat bersejarah ini hanya dapat dikunjungi pada hari Senin sampai Jumat mulai pukul 11.00-18.00 Wita.

Sabtu, 27 April 2024

10 DESTINASI WISATA SEJARAH DI KOTA MAKASSAR WAJIB DIKUNJUNGI : KOMPLEKS MAKAM RAJA RAJA TALLO

GMnews, Makassar - Kota Makassar terletak di sisi selatan pulau Sulawesi. Kota ini menjadi saksi bisu bagaimana perlawanan masyarakat di masa penjajahan hingga pascakemerdekaan.

Di Kota ini terdapat berbagai macam peninggalan bersejarah yang masih dapat disaksikan hingga saat ini. Bahkan tak sedikit dari peninggalan tersebut dijadikan sebagai tempat wisata yang cukup menarik perhatian bagi warga lokal maupun wisatawan.

Kali ini GMnews menampilkan artikel mengenai 10 tempat bersejarah yang ada di Kota Makassar.

Lantas apa saja wisata sejarah di Kota Makassar? Berikut 10 destinasi wisata sejarah di Kota Makassar, yang dirangkum GMnews dari berbagai sumber.

Kali ini GMnews menampilkan artikel tentang Kompleks Makam Raja-Raja Tallo.

Kompleks Makam Raja-Raja Tallo

Kompleks Makam Raja-Raja Tallo
Makam Raja-Raja Tallo merupakan sebuah makam kuno tempat Raja-Raja Tallo dimakamkan mulai abad ke-17 sampai dengan abad ke-19. Dahulu Kompleks Makam Raja-Raja Tallo dikelilingi oleh Benteng Tallo yang dihancurkan oleh Belanda akibat Perjanjian Bongaya 1667.

Di kompleks makam ini terdapat makam Mangkubumi kerajaan Gowa-Tallo, bernama I Mallingkaang Daeng Manyonri. I Mallingkaang Daeng Manyonri, merupakan orang pertama yang memeluk agama Islam di Kerajaan Gowa-Tallo yang diislamkan oleh Datuk Ri Bandang.

Bentuk bangunan makam-makam kuno pada kompleks makam ini mirip konstruksi candi. Terdapat beberapa ragam hias yakni berupa hiasan tumbuhan-tumbuhan, sulur-suluran daun, dan seni kaligrafi (huruf Arab).

Secara administratif lokasi Makam Raja-Raja Tallo ini berada di Jalan sultan Abdullah 3, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Akses menuju tempat wisata sejarah ini relatif mudah, Anda dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Sabtu, 20 April 2024

10 DESTINASI WISATA SEJARAH DI KOTA MAKASSAR WAJIB DIKUNJUNGI : MAKAM PANGERAN DIPONEGORO

GMnews, Makassar - Kota Makassar terletak di sisi selatan pulau Sulawesi. Kota ini menjadi saksi bisu bagaimana perlawanan masyarakat di masa penjajahan hingga pascakemerdekaan.

Di Kota ini terdapat berbagai macam peninggalan bersejarah yang masih dapat disaksikan hingga saat ini. Bahkan tak sedikit dari peninggalan tersebut dijadikan sebagai tempat wisata yang cukup menarik perhatian bagi warga lokal maupun wisatawan.

Kali ini GMnews menampilkan artikel mengenai 10 tempat bersejarah yang ada di Kota Makassar.

Lantas apa saja wisata sejarah di Kota Makassar? Berikut 10 destinasi wisata sejarah di Kota Makassar, yang dirangkum GMnews dari berbagai sumber.

Untuk hari ini GMnews menampilkan artikel tentang Makam Pangeran Diponegoro.

Makam Pangeran Diponegoro

Pangeran Diponegoro merupakan pahlawan nasional yang pernah menjadi pemimpin dalam pertempuran besar melawan penjajahan Belanda.

Pada tahun 1830 Jenderal De Kock berhasil menjepit pasukan Diponegoro di Magelang. Di waktu itu Pangeran Diponegoro menyatakan bersedia menyerahkan diri dengan syarat sisa anggota laskarnya dilepaskan.

Belanda pun menyetujuinya kemudian menangkap Pangeran Diponegoro dan mengasingkannya ke Manado. Tiga tahun berjalan Pangeran Diponegoro kemudian dipindahkan ke penjara Benteng Fort Rotterdam, Makassar.

Pangeran Diponegoro berada di penjara hingga akhir akhir hayatnya. Saat meninggal Pangeran Diponegoro tidak dipulangkan ke kampungnya, ia dimakamkan di Kota Makassar.

Kompleks Makam Pangeran Diponegoro berlokasi di Jalan Diponegoro, Kecamatan Wajo, Kota Makassar. Lokasinya sangat mudah dijangkau, dari arah Pelabuhan Sukarno Hatta hanya berjarak sekitar 1 kilometer dan dari Lapangan Karebosi ke arah Jalan Irian berjarak sekitar 1,5 kilometer.

Selain Makam Pangeran Diponegoro dan istrinya, di Kompleks makam tersebut juga terdapat 99 makam lain yang merupakan makam para keluarga atau keturunan Pangeran Diponegoro.

Sabtu, 13 April 2024

10 DESTINASI WISATA SEJARAH DI KOTA MAKASSAR WAJIB DIKUNJUNGI : BENTENG FORT ROTTERDAM

GMnews, Makassar - Kota Makassar terletak di sisi selatan pulau Sulawesi. Kota ini menjadi saksi bisu bagaimana perlawanan masyarakat di masa penjajahan hingga pascakemerdekaan.

Di Kota ini terdapat berbagai macam peninggalan bersejarah yang masih dapat disaksikan hingga saat ini. Bahkan tak sedikit dari peninggalan tersebut dijadikan sebagai tempat wisata yang cukup menarik perhatian bagi warga lokal maupun wisatawan.

GMnews menampilkan artikel mengenai 10 tempat bersejarah yang ada di Kota Makassar.

Lantas apa saja wisata sejarah di Kota Makassar? Berikut 10 destinasi wisata sejarah di Kota Makassar, yang dirangkum GMnews dari berbagai sumber.

Kali ini GMnews menampilkan artikel tentang satu Benteng yang sangat unik yaitu Benteng Fort Rotterdam. 

Benteng Fort Rotterdam

Destinasi wisata sejarah pertama yang dapat dikunjungi di Kota Makassar adalah Benteng Fort Rotterdam. Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-10 yang bernama I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung atau Karaeng Tunipalangga Ulaweng.

Benteng Fort Rotterdam sebelumnya bernama Benteng Ujung Pandang. Bangunan benteng ini menyerupai seekor penyu, yang melambangkan kerajaan Gowa dapat berjaya di lautan maupun di darat.

Pada tahun 1655-1669 Benteng Ujung Pandang ini hancur dalam Perang Makassar. Saat itu Belanda menyerang Kesultanan Gowa yang dipimpin oleh Sultan Hasanuddin.

Puncak peperangan terjadi pada tanggal 18 November 1667. Peperangan ini mengakibatkan sebagian bangunan benteng hancur dan Kesultanan Gowa mengalami kekalahan. Sultan Hasanuddin akhirnya dipaksa untuk menandatangani Perjanjian Bongaya.

Setelah berhasil menaklukkan Kerajaan Gowa, Gubernur Jendral Speelman kemudian membangun kembali benteng yang sebagian bangunannya sudah hancur dengan gaya arsitektur Belanda. Benteng ini kemudian berubah nama menjadi Fort Rotterdam yang diambil dari nama kota tempat kelahiran Speelman di Belanda.

Bangunan ini juga sempat menjadi tempat penawanan Pangeran Diponegoro pada tahun 1833 sampai 1855. Serta menjadi tempat tawanan perang tentara Jepang selama masa Perang Dunia ke-II.

Kemudian pada tahun 1945-1949 saat agresi militer Belanda, benteng ini sempat kembali dikuasai Belanda. Hingga pada akhirnya di tahun 1970-an, benteng ini mengalami pemugaran oleh pemerintah dan dijadikan destinasi wisata.

Bangunan Benteng Rotterdam ini terletak di Jalan Ujung Pandang, Kelurahan Bulo Gading, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar. Anda dapat mengunjungi tempat ini mulai dari pukul 09.00-18.00 WITA.

PENGUSAHA PISANG TANJUNG BAYANG RAUP SATU JUTA RUPIAH SEHARI SAAT LEBARAN

GMnews, Makassar Pengusaha banana (pisang ing.) boat dan rabel di Pantai Tanjung Bayang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) meraup cuan hingga Rp 1 juta dalam sehari pada momen libur Lebaran 2024. Banana boat dan rabel disewakan Rp 25 ribu per orang.

"Kurang lebih Rp 1 juta mi (didapat) hari ini. Yang banyak disewa itu rabel (kapal karet) karena ada sandarannya yang bikin nda capek orang naik di atasnya," kata pengusaha penyewaan banana boat dan rabel di Tanjung Bayang Makassar, Rahman (35) kepada GMnews, Kamis (11/4/2024).

Rahman mengaku sudah 10 tahun menggeluti usaha penyewaan banana boat dan rabel di Tanjung Bayang. Dia menjalankan usahannya itu bersama ibunya, Hajjah Sibo (70) dan dibantu timnya.

"Deh lebih mi (10 tahun). Di sini ka datang sekali-kali ji cek para penyewa banana boat. Kah di sini ada 5 orang yang urus (penyewaan), ada sopirnya, ada yang urus pembayaran, ada juga yang bersih-bersih kapal," katanya.

Sementara itu, Hajjah Sibo mengatakan penyewaan banana boat dan rabel meningkat pada momen libur lebaran. Dia mematok harga Rp 25 ribu per orang untuk menikmati serunya bermain air dengan banana boat dan rabel.

"Rp 25 ribu per orang. Ini ada 7 tempat untuk banana boat dan 5 orang untuk rabel," terangnya.

Dia mengungkapkan peralatan seperti banana boat dan rabel dicuci dengan air tawar setelah digunakan. Hal ini dilakukan agar kondisinya tetap baik dan tidak lengket saat dipakai pengunjung.

"Kalau (banana boat dan sejenisnya) sudah dipakai maka harus dicuci. Pakai air tawar, bukan air laut yang asin. Karena kalau air asin yang ada garamnya begitu nanti lengket-lengket ki," ucap Hajjah Sibo.

Ramainya pengunjung pantai Tanjung Bayang Makassar juga menjadi berkah bagi tukang sewa ban bernama Lia (33). Dia bisa meraup penghasilan hingga Rp 200 ribu dalam sehari.

"Kalau hari biasa Rp 50 ribu ji ku dapat. Kalau hari ini (sudah lebaran) Rp 200-an ribu didapat. Kan mulai ka buka (sewa) dari pagi," ujar Lia kepada GMnews di lokasi.

Lia mengaku menyewakan ban pelampung bagi pengunjung Tanjung Bayang setiap harinya. Total dia menyiapkan 100 ban untuk disewakan.

"Setiap hari menyewakan ini (ban-ban). Sama suami juga. Ada pekerjaan lain, bersih-bersih ka biasa, tapi ini (menyewakan ban) yang sering ku kerja," ungkapnya.

Sejarah Kesesatan Wahabi

Sejarah perkembangan gerakan Wahabi di dunia Arab mempunyai asal muasal yang dikenal dengan gerakan Salafiah klasik yang dirintis oleh Ibnu ...