Tampilkan postingan dengan label PERISTIWA & SEJARAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERISTIWA & SEJARAH. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Mei 2024

Sejarah 'Penuh Kabut' Organisasi Rahasia Freemason

GMnews, Beberapa pihak kerap mengaitkan Freemason dengan teori konspirasi, illuminati, dan organisasi rahasia. Di luar itu, organisasi ini memiliki sejarah panjang yang 'berkabut' dan rumit.

Freemason adalah persaudaraan yang fokus terhadap nilai moral dan spiritual. Mereka mempromosikan cinta, bantuan dan kebenaran, demikian dikutip The Grand Lodge of Scotland.

Freemason menyebar dengan cepat di hampir seluruh penjuru dunia dan disebut memiliki sekitar 6 juta anggota yang sering disebut Freemasonry atau Mason.

Menurut LiveScience, anggota organisasi ini termasuk politikus, insinyur, ilmuwan, penulis, hingga filsuf. Banyak di antara mereka yang berperan dalam peristiwa dunia, seperti revolusi, perang, dan gerakan intelektual.

Terlepas dari jumlah anggota yang begitu banyak, bagaimana sejarah Freemason?

Persaudaraan tertua di dunia ini memiliki sejarah 'penuh kabut' dan berliku.

The History Press menuliskan sejarah Freemason umumnya terbagi menjadi dua periode yakni sebelum dan sesudah pembentukan Grand Lodge of England pada 1717.

Sebelum pembentukan Grand Lodge of England, sejarah Freemason tak diketahui dengan pasti.

Namun, pakar sejarah asal Inggris, Jessica Harland-Jacobs, mengatakan Freemason muncul dari serikat perajin batu di Eropa abad ke-14 atau sekitar 1300 hingga 1400 M.

"Freemasonry berasal dari serikat perajin batu di Eropa abad pertengahan," kata Jacobs, seperti dikutip Live Science.

Beberapa sumber mengatakan serikat perajin batu itu pertama kali muncul di Skotlandia pada 1599.

Serikat-serikat itu berperan dalam membangun sejumlah arsitektur di Eropa. Beberapa di antaranya Notre Dame di Prancis dan Westminster Abbey di Inggris.

Menjaga kerahasiaan organisasi Freemason di masa lalu

Sebagaimana serikat di masa itu, serikat pengrajin batu tersebut menjaga rahasia mereka dan selektif dalam merekrut anggota.

Untuk menjadi anggota baru, kandidat perlu melewati beberapa tahap. Mereka harus mengikuti pelatihan jangka panjang, mempelajari kerajinan, matematika, dan arsitektur tingkat lanjut.

Serikat pekerja ini juga memberikan perlindungan, upah, kualitas kontrol atas pekerjaan yang dilakukan, dan hubungan sosial yang penting untuk para anggotanya.

Anggota serikat kerap berkumpul di loji, semacam pondok. Tempat ini berfungsi sebagai markas besar dan menjadi arena sosialisasi serta diskusi bagi sesama anggota Mason.

Namun, setelah kapitalisme dan ekonomi pasar bangkit pada abad ke-16, Freemason mulai terguncang.

Untuk menambah anggota dan mengumpulkan dana, serikat ini mulai merekrut orang yang bukan pengrajin batu.

Mulanya, orang-orang yang baru direkrut merupakan kerabat anggota. Perlahan, banyak orang asing, orang kaya, atau yang memiliki status sosial tinggi turut bergabung.

Banyak dari anggota baru ini adalah "orang terpelajar" yang tertarik pada tren filosofis dan pengetahuan yang mengubah lanskap intelektual Eropa pada saat itu.

Selain itu,, banyak anggota yang tertarik dengan masalah moralitas, khususnya ihwal cara membangun karakter moral. Dari fokus baru ini tumbuh "Freemasonry spekulatif", yang dimulai pada abad ke-17.

Bentuk Freemasonry modern itu tak lagi menekankan pada pengerjaan batu atau bangunan. Mereka juga tak lagi mewajibkan pertemuan di loji.

"Freemasonry seperti yang kita kenal sekarang tumbuh dari awal abad ke-18 di Inggris dan Skotlandia," katanya.

Titik balik Freemason

Titik balik besar dalam sejarah Freemason terjadi pada 1717. Ketika itu, anggota dari empat loji London berkumpul membentuk Premier Grand Lodge of England.

Grand Lodge ini menjadi titik fokus Mason Inggris dan membantu menyebarkan serta mempopulerkan organisasi tersebut.

Freemasonry lalu menyebar dengan cepat ke seluruh benua. Loji-loji Masonik pun mulai berdiri di Spanyol, Portugal hingga Rusia.

Pada akhir abad ke-18, Freemasonry membawa label sosial yang cukup besar.

"Menjadi seorang Mason menandakan bahwa Anda berada di garis depan pengetahuan," demikian label mereka.

Hingga saat itu, anggota Freemasonry adalah laki-laki. Mereka melarang perempuan menjadi bagian organisasi ini karena meyakini perempuan tak bermoral.

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak perempuan yang berperan aktif dalam organisasi ini, terutama di Eropa.

Pada 1740-an, loji di Prancis menerima perempuan dan laki-laki dalam ruang yang sama. Tahun-tahun selanjutnya, loji serupa muncul di Belanda dan AS.

Namun, kini Freemason dianggap kesulitan merekrut anggota.

Salah satu penyebabnya adalah perbedaan nilai yang dianut generasi sekarang dengan generasi sebelumnya yang kerap bertentangan.

Masalah penurunan, kata Jacob, berakar pada komposisi anggota saat ini. Sebagian dari mereka berusia 50 hingga 60 tahun, didominasi kulit putih, dan memiliki pandangan politik yang konservatif.

"Ini tak menarik bagi generasi muda," kata Jacob lagi.

Selain itu, persaingan dari organisasi serupa seperti Odd Fellows, Knight of Columbus, dan Ordo Elks menjadi penyebab anggota Mason tak sebanyak dulu.

Jejak Freemason di Bandung: Tak Cuma Perkumpulan Gelap

Tak hanya di Jakarta, jejak perkumpulan Freemasonry juga ada di Kota Bandung, Jawa Barat. Loji di kota ini, Sint Jan, adalah salah satu loji Fremasonry terbesar yang ada di Hindia Belanda.

Sama seperti di Batavia, banyak yang menyebut perkumpulan Freemasonry di kota ini adalah pemuja setan. Tudingan tersebut sempat dibantah dan disebut bahwa itu plesetan dari nama loji mereka Sint Jan.

Selain besar dari sisi jumlah anggotanya, loji Sint Jan juga dikenal sebagai salah satu loji yang paling aktif. Menurut penulis buku “Okultisme di Bandoeng Doeloe: Menelusuri Jejak Gerakan Teosofi dan Freemasonry di Bandung”, Ryzki Wiryawan, Freemasonry Bandung banyak menggelar aktivitas sosial.

Untuk mendukung kegiatannya, Sint Jan bahkan memiliki beberapa perkumpulan yang ada di bawah mereka. Misalnya organisasi Pro Juventute yang mendidik anak-anak nakal dan lembaga kredit rakyat anti renternir. Loji Sint Jan menurut Ryzki juga membuka perpustakaan dengan koleksi buku yang cukup banyak serta membuka beberapa sekolah.

“Perpustakaan umum Sint Jan tercatat sebagai perpustakaan terbesar yang punya koleksi terbanyak,” kata Ryzki kepada CNN Indonesia.

Perpustakaan ini didirikan pada tahun 1891 dengan nama De Openbare Bibliotheek van Bandoeng di Gedung Kweekschool atau sekolah guru (kini Poltabes Bandung). Setelah dipindahkan ke gedung loji, koleksi perpustakaan ini mencapai 25.883 buku.

Meski belum terkonfirmasi, menurut Ryzki, Soekarno memperoleh asupan buku-buku dari perpustakaan ini saat dipenjara di Banceuy. Di penjara itu, Soekarno menulis pledoi “Indonesia Menggugat”.

Sementara untuk sekolah yang didirikan, Sint Jan mendirikan sekolah-sekolah dari mulai taman kanak-kanak hingga SD dan SMP. Sekolah yang dibangun Sint Jan bersifat netral untuk mengimbangi banyaknya sekolah Kristen dan Katholik saat itu.

Pada tahun 1921, Sint Jan telah membuka tiga SD, tiga sekolah menengah, dan satu TK.

Dalam bukunya, Ryzki menyatakan, Freemasonry di Bandung juga memberi bantuan dalam pendirian lembaga orang buta. Bandoengsche Blinden Instituut ini dibuka pada tahun 1901.

Ryzki menambahkan, jika pada akhirnya Loji Sint Jan dituding sebagai rumah setan itu tidak lebih karena plesetan dari pelafalan nama loji tersebut.

Loji Sint Jan di Bandung berdiri pada tahun 1896. Namun baru pada tahun 1901 bangunan loji mulai dibangun. Sint Jan tercatat sebagai loji ke-13 di Bandung.

Selama proses pembangunan loji, anggota Sint Jan menggunakan sekolah guru (Kweekchool) yang kini menjadi Gedung Poltabes Bandung.

Goerjama, warga Bandung saksi hidup keberadaan Loji Sint Jan yang jadi pusat kegiatan tarekat rahasia Freemason di Kota Kembang.

Loji ditutup saat Jepang datang

Pemerintah Jepang bersama Jerman memang dikenal memusuhi Yahudi dan Freemason. Anggota perkumpulan ini kemudian jadi buronan utama Jepang.

Setelah Jepang hengkang, Loji Sint Jan coba dihidupkan lagi dengan mengumpulkan para anggotanya. Pasca kemerdekaan, loji Bandung adalah satu dari empat loji yang dihidupkan. Bersama Loji Purwa Daksina (Jakarta), Loji Bhakti (Semarang) dan Loji Pamitran (Surabaya), dibentuk Loji Timur Agung Indonesia. Soemitro Kolopaking diangkat menjadi Suhu Agung pertama di Indonesia.

Setahun setelah Soekarno melarang keberadaan Freemasonry, ia memerintahkan gedung Loji Sint Jan dibongkar.

Menurut Goerjama, salah seorang warga Bandung pernah tinggal di sekitar loji, gedung tersebut pernah menjadi restoran, gedung pramuka dan gedung tempat resepsi pernikahan.

Kini bangunan Loji Sint Jan sudah tak ada lagi. Lahan di mana loji berdiri sudah dibangun Masjid Al Ukhuwah yang jadi salah satu pusat kegiatan keagamaan masyarakat Kota Kembang.

Minggu, 28 April 2024

KMP Terbakar Kapten Abdul Rivai Penuhi Janji jadi Orang Terakhir di Atas Kapal


GMnews, Tampak para penumpang berdesakan memadati haluan dan anjungan kapal menantikan pertolongan. Sedang seutas tali sepanjang 100 meter terentang antara KM Sangihe dengan KMP Tampomas II yang sudah lumpuh itu. Suasana ini diabadikan pada tanggal 26 Januari 1981 pukul 09.00.

Tragedi kapal tenggelam yang paling banyak menyita perhatian adalah Tampomas II.

Tragedi tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tampomas II yang terjadi 43 tahun lalu dan menyebabkan tewasnya 431 orang penumpang kapal ini merupakan sebuah sejarah kelam maritim Indonesia yang masih menyimpan misteri.

Pada 27 Januari 1981, kapal milik PT Pelni tersebut tenggelam di perairan dekat Kepulauan Masalembo, Laut Jawa.

Sejumlah fakta terkuak di balik musibah nahas tersebut.

1. Sejak Awal Sudah Muncul Beberapa Kali Kerusakan

Kapal Tampomas sebenarnya kapal bekas berusia 5 tahun yang dibeli dari Jepang.

Begitu dioperasikan, kapal ini sudah melakukan pelayaran untuk jalur Jakarta-Padang dan Jakarta-Ujungpandang.

Namun setiap pelayaran selesai, kapal ini hanya punya waktu 4 jam untuk istirahat sebelum melakukan pelayaran selanjutnya.

Selain itu, perawatan mesin rutin juga hanya dilakukan sekadarnya.

Pada pelayaran perdananya pada 2-13 Juni 1980 dengan rute Padang-Jakarta-Ujungpandang, sudah terjadi beberapa kerusakan.

Para wartawan dan sejumlah anggota DPR yang turut serta dalam pelayaran ini juga menyaksikan serta mempertanyakan beberapa kerusakan yang terjadi selama pelayaran.

Beberapa di antaranya mulai dari kapal yang berputar-putar di radius yang sama karena rusaknya salah satu knop otomatis pengatur mesin kapal, matinya aliran listrik dalam waktu yang lama, serta 6 kali kerusakan mesin selama perjalanan.

2. Tragedi

Pada 24 Januari 1981 pukul 19.00, Kapal Tampomas II berangkat dari pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dengan tujuan Ujungpandang.


Data menyebutkan bahwa kapal tersebut membawa 1.054 penumpang, 191 mobil dan kurang lebih 200 sepeda motor.

Seorang pemandu kapal menyebutkan bahwa salah satu mesin kapal sebenarnya telah mengalami kerusakan sebelum bertolak.

Hingga akhirnya pada 25 Januari pukul 20.00 Wita, terjadi kebocoran bahan bakar dan puntung rokok yang berasal dari ventilasi kemudian menimbulkan percikan api.

Usaha pemadaman selama 2 jam gagal dan api justru dengan cepat menyebar.

Pada Senin malam, Sekditjen Perhubungan Laut menyatakan bahwa KM Tampomas II mengalami kerusakan mesin namun sudah bisa diatasi.

Tapi nyatanya, Selasa pagi asap tipis masih terlihat di belakang kapal sebelum akhirnya api semakin membesar dan membuat Tampomas 2 miring sebelum akhirnya tenggelam dengan cepat.

27 Januari 1981 sekitar pukul 12.45 WIB atau kurang lebih 30 jam setelah percikan api pertama, KMP Tampomas II tenggelam di Laut Jawa.

Kurang lebih sebanyak 431 orang meninggal dunia dalam tragedi tersebut.

3. Cerita Tragis Penumpang Tampomas 2

Berbagai cerita tragis dituturkan oleh para penumpang yang selamat.

Lantai geladak luar kapal hanya terbuat dari pelat baja tanpa pelapis kayu juga banyak memakan korban.

Beberapa penumpang yang tidak sempat memakai alas kaki akhirnya menjadi korban plat panas tersebut.

Tidak hanya itu saja, proses penyelamatan yang sangat lambat dan memakan waktu 37 jam membuat para penumpang harus bertahan tanpa makanan dan minuman.

Dropping makanan dari udara juga tidak semua jatuh di lokasi para penumpang.

Yang lebih miris, 30 menit setelah api muncul, para penumpang diperintahkan untuk naik ke dek atas dan langsung menaiki sekoci.

Namun usaha ini juga berlangsung lambat karena hanya ada satu pintu yang mengarah ke dek atas. Sedangkan di dek atas, para ABK, Mualim II dan Markonis II malah tidak ada yang memandu penumpang ke arah sekoci.

Beberapa ABK malah lari dari tanggung jawab dan menurunkan sekoci untuk diri mereka sendiri sehingga sebagian penumpang memilih nekat terjun ke laut.

4. Keselamatan yang Tidak Diperhitungkan

Memang penumpang yang terdaftar hanya 1.054 orang, namun jumlah penumpang gelap yang turut menaiki kapal ternyata berjumlah ratusan orang.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa jumlah penumpang sebenarnya mencapai 1.442 orang.

Kapal tersebut hanya membawa 6 buah sekoci yang masing-masing berkapasitas 50 orang. Itupun yang berhasil diturunkan hanya dua buah saja.

Bahkan saat berada di geladak, ABK malah mencari selamat sendiri-sendiri dengan meluncurkan sekoci.

Kru pelayaran KM Tampomas juga tidak lengkap di hari itu. Hanya ada Kapten, Mualim II dan Markonis II. Sementara Mualim I dan Markonis I cuti dan tidak dicarikan pengganti.

Parahnya lagi, Mualim dan Markonis yang bertugas malah kabur duluan hanya dalam waktu 30 menit setelah api muncul.

Bahkan Markonis II membawa radio portabel bersamanya tanpa memikirkan lebih banyak orang di kapal yang masih memerlukan pertolongan.

Beberapa orang saksi juga sempat mendengar kemarahan Kapten Abdul Rivai yang berteriak, "Kalau ketemu, saya cekik dia!"

ABK yang selamat mengaku tidak tahu cara menurunkan sekoci karena selama ini latihan penyelamatan yang ada hanyalah formalitas untuk mengisi daftar hadir.

Sebelumnya tidak pernah adalah latihan penyelamatan yang benar-benar dilakukan dengan lengkap.

Sementara itu, perwakilan Pelni Ujungpandang mengaku bahwa saat Tampomas II baru terbakar, ia mendapatkan instruksi dari Jakarta agar memberikan keterangan bahwa kebakaran yang terjadi tidak membahayakan.

Karena informasi inilah akhirnya beberapa pihak mengurungkan niatnya untuk membantu penyelamatan.

Ternyata kesalahan informasi ini akhirnya berakibat fatal.

5. Kapten Abdul Rivai, Pahlawan di Tengah Kepanikan Hidup dan Mati

Dengan kondisi yang hampir tenggelam, Kapten Abdul Rivai menolak meninggalkan kapal dan masih sibuk berusaha menyelamatkan para penumpang.

Ia sempat mengirimkan pesan kepada nahkoda KM Sangihe untuk mengiriminya air dan makanan karena dirinya akan tetap berada di kapal sampai detik terakhir.

Bahkan saat kapal sudah mulai miring, ia masih sibuk membagikan pelampung kepada para penumpang yang tidak berani terjun.

Di saat detik-detik terakhir kapal mulai tenggelam, ia masih berada di anjungan kapal sambil berpegangan pada jendela.

Ia memenuhi janjinya untuk menjadi orang terakhir yang meninggalkan kapal saat terjadi bencana.

Ia akhirnya meninggal dunia dalam tragedi tersebut.

Tenggelamnya Kapal Tampomas II tentu menjadi sebuah sejarah kelam bagi maritim Indonesia. Namun dengan adanya tragedi tersebut, setidaknya Indonesia bisa belajar dari kesalahan masa lalu dan hal-hal semacam ini tidak terulang.

Kapten Abdul Rivai Penuhi Janji jadi Orang Terakhir, Tragedi Kapal Tampomas II Terbakar.

Sejarah Kesesatan Wahabi

Sejarah perkembangan gerakan Wahabi di dunia Arab mempunyai asal muasal yang dikenal dengan gerakan Salafiah klasik yang dirintis oleh Ibnu ...