GMnews, Manggala - Rapat dan Sidang LPJ (Laporan PertanggungJawaban) Keamanan Perumahan Bukit Graha Praja Indah Kecamatan Manggala yang semula dijadwalkan pada hari senin 15 April 2024 pukul 20:00 wita di depan rumah Ketua RT 008 Perumahan PNS PEMPROV SULSEL Bukit Graha Praja Indah Kecamatan Manggala berubah menjadi diskusi apik yang membahas berbagai masalah keamanan lingkungan perumahan serta solusinya antara ketua RT Rusman Ali dan warga.
Pak RT demikian sapaan akrab warga terhadap Rusman Ali selaku ketua RT dilingkungan perumahan mengatakan, "masalah penyerobotan lahan termasuk berdirinya bangunan liar yang ada di wilayah lingkungannya adalah suatu bentuk pelanggaran".
Pak RT pun berjanji akan membereskan masalah pelanggaran tersebut secara baik baik melalui sistem legalitas administrasi. Beliau meminta dukungan warga dan organisasi kemasyarakatan di lingkungan perumahan.
Di dalam diskusi tersebut, H Budi Amin selaku Bendahara Keamanan juga mengeluhkan beberapa orang warga yang merupakan penduduk tetap di kompleks enggan untuk membantu donasi keamanan setiap bulan.
"Ketika kolektor donatur keamanan menanyakan alasan orang tersebut tidak membayar, maka orang itu hanya menjawab kenapai ka kalau Saya tidak mau bayar?" ucap Pak Budi menirukan orang tersebut.
Seorang warga berinisial YR pun mencoba untuk mengajak berfikir positif, "mungkin ada yang bikin dia tidak mau sampaikan alasannya sama kita" kata warga tersebut.
Dalam diskusi tersebut juga turut hadir Muhammad Yusuf, ST (sekretaris Forum Keluarga Besar Perumahan Graha Manggala) selaku wakil dari lembaga sosial kemasyarakatan yang baru saja didirikan beberapa waktu lalu dan mendapatkan legitimasi hukum dari KEMENKUMHAM.
Yusuf menambahkan "mungkin ada solusi yang bisa kita lakukan untuk menampung aspirasi berupa saran atau kritik dari masyarakat agar mereka juga merasa terlindungi secara privacy dan tidak mendapat intimidasi, misalnya dengan membuat kotak aspirasi yang akan dibawa oleh kolektor saat mengumpulkan donasi warga".
Kembali pada masalah keamanan, Pak Sudirman selaku tokoh masyarakat yang belatar belakang seorang Aparat Hukum memberi saran tentang pentingnya pengadaan CCTV yang bisa memantau setiap jalan di masing masing blok. Bahkan tenaga ahli IT untuk menangani CCTV sangat dibutuhkan di lingkungan ini.
Sudirman juga menyampaikan tentang perbandingan estimasi biaya menggunakan jasa vendor keamanan profesional dengan jasa keamanan menggunakan tenaga kerja dari warga sendiri yang akan dilatih secara profesional.
Ada juga saran disampaikan oleh YR yang juga sekaligus sebagai perwakilan dari Lembaga FKBPGM mengenai Sistem Keamanan Lingkungan (SISKAMLING) dengan menghidupkan kembali Posko Keamanan Lingkungan (POSKAMLING) di setiap blok dan tetap memakai petugas keamanan tambahan maksimal 3 orang untuk berpatroli dan saling berkomunikasi dengan para warga yang mendapat tugas jaga di POSKAMLING dengan tetap menghidupkan fungsi keamanan CCTV agar anggaran bisa diminimalisir serta tepat sasaran dan timbul kesadaran warga untuk dapat saling menjaga.
Berhubung karena warga yg hadir hanya beberapa orang saja, maka rapat serta sidang LPJ Keamanan akan di jadwal ulang. Rencana Rapat dan Sidang LPJ Keamanan akan diadakan di Masjid Ulil Amri setelah Sholat Jumat.
Penentuan jadwal Rapat dan Sidang LPJ Keamanan akan diatur ketika Narasumber yaitu Sudirman yang sedianya akan memberi solusi masalah masalah yang terkait keamanan lingkungan, memiliki waktu luang untuk bisa hadir dalam rapat dan sidang LPJ. Ucap H Budi Amin
Muhammad Yusuf dari FKBPGM jugq memberi saran, jika nanti rapat di masjid, sebaiknya disediakan kertas, alat tulis dan kotak aspirasi, agar semua yg hadir dalam rapat dapat menuliskan aspirasinya.
Setelah semua aspirasi (saran maupun kritik) masuk, maka langsung dibuka dan dibacakan agar diketahui apa saja keinginan warga terhadap keamanan lingkungan di Perumahan PNS PEMPROV SULSEL Bukit Graha Praja Indah Kecamatan Manggala.