Tampilkan postingan dengan label AGAMA & IBADAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AGAMA & IBADAH. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Mei 2024

SEPUTAR PERSIAPAN IBADAH HAJI 2024 OLEH KEMENAG RI

Kementerian Agama (Kemenag) direncanakan memulai memberangkatkan jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi pada bulan Mei 2024 ini.

Pada ibadah haji tahun ini, Indonesia mendapatkan 241.000 kuota dari pihak pemerintah Arab Saudi. Jumlah ini terdiri dari 213.320 jemaah haji reguler serta 27.680 jemaah haji khusus.

Direktur Layanan Haji dalam Negeri Saiful Mujab mengatakan, pihaknya sudah membagi kelompok terbang (kloter) dan menyusun jadwal keberangkatan jemaah dengan kloter pertama akan berangkat pada 12 Mei 2024.

"Kloter pertama akan mulai terbang pada 12 Mei 2024 ke Tanah Suci,” ujar Saiful dikutip dari laman resmi Kemenag.

Dalam Rencana Perjalanan Haji (RPH) 1445 H/2024 M, Kementerian Agama telah merilis jadwal perjalanan ibadah Haji 2024 untuk jemaah Indonesia. 

Gelombang pertama berangkat ke Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) di Madinah, Arab Saudi, pada 12-23 Mei 2024. Gelombang kedua berangkat ke Bandara Internasional King Abdul Azis (KAAIA) di Jeddah, Arab Saudi, pada 21 Mei-1 Juni 2024. 

Pada hari pertama gelombang pertama, 22 kloter jemaah akan berangkat lebih dulu ke Arab Saudi, berasal dari berbagai embarkasi di Indonesia.

Jadwal Keberangkatan dan Pemulangan Jamaah Haji Indonesia 2024

Berikut link download jadwal keberangkatan dan pemulangan jemaah haji Indonesia 2024 di tiap embarkasi dibawah ini (format pdf)

https://kemenag.go.id/informasi/jadwal-pemberangkatan-dan-pemulangan-jemaah-haji-indonesia-1445-h-2024-m-per-embarkasi

Rincian Rencana Perjalanan Haji 2024

Dilansir dari situs Kemenag, berikut rincian rencana perjalanan Haji 2024:

3 Dzulqa’idah 1445/11 Mei 2024: jemaah masuk asrama haji

4-15 Dzulqa’idah 1445/12-23 Mei 2024: jemaah haji gelombang 1 dari Indonesia berangkat ke Madinah

13-24 Dzulqa’idah 1445/21 Mei-1 Juni 2024: jemaah haji gelombang 1 dari Madinah berangkat ke Mekkah

16 Dzulqa’idah-4 Dzulhijjah 1445/24 Mei-10 Juni 2024: jemaah haji gelombang 2 dari Indonesia berangkat ke Jeddah

4 Dzulhijjah 1445/10 Juni 2024: tanggal penutupan

8 Dzulhijjah 1445/14 Juni 2024: jemaah haji berangkat dari Mekkah ke Arafah

9 Dzulhijjah 1445/ 5 Juni 2024: wukuf di Arafah

10 Dzulhijjah 1445/16 Juni 2024: Idul Adha

11-13 Dzulhijjah 1445/17-19 Juni 2024: Hari Tasyrik I, Tasyrik II (Nafar Awal), Tasyrik III (Nafar Tsani)

16-27 Dzulhijjah 1445/22 Juni-3 Juli 2024: pemulangan jemaah haji gelombang 1 dari Jeddah ke Indonesia

16 Dzulhijjah 1445/22 Juni 2024: awal kedatangan jemaah haji gelombang 1 di Indonesia

20 Dzulhijjah 1445-7 Muharram 1446/26 Juni-13 Juli 2024: pemberangkatan jemaah haji gelombang 2 dari Mekkah ke Madinah

28 Dzulhijjah 1445-15 Muharram 1446/4-21 Juli 2024: pemulangan jemaah haji gelombang 2 dari Madinah ke Indonesia

1 Muharram 1446/7 Juli 2024: Tahun Baru Hijriah

16 Muharram 1446/22 Juli 2024; akhir kedatangan jemaah haji gelombang 2 di Indonesia

Tim Akomodasi dan Tim Katering sudah berangkat ke Arab Saudi

Kementerian Agama (Kemenag) juga mulai mempersiapkan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M. Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) memberangkatkan tim pengadaan akomodasi dan katering untuk mulai mempersiapkan hotel dan konsumsi jamaah di Arab Saudi.

“Tim Akomodasi dan Tim Katering sudah berangkat ke Arab Saudi pada 27 November 2023,” terang Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid dikutip dari situs Kemenag, Jumat (1/12/2023).

“Tim Transportasi akan menyusul, berangkat ke Arab Saudi pada 30 November 2023 untuk menyiapkan kebutuhan layanan bus bagi jamaah haji 1445 H/2024 M,” sambungnya.

Menurut Subhan, jamaah haji Indonesia akan tinggal di Arab Saudi selama lebih kurang 41 hari. Selama sembilan hari di Madinah dan sisanya di Makkah.

“Tim akan mempersiapkan hotel jamaah baik di Makkah dan Madinah,” jelas Subhan.

Untuk layanan katering, tahun 2024 jamaah haji akan mendapat 126 kali makan, terdiri atas: 27 kali makan di Madinah, 84 kali makan di Makkah, dan 15 kali makan selama di Arafah dan Mina (Armuzna). Selain itu, jamaah juga mendapat 1 kali snack berat di Muzdalifah.

“Tim akan menyiapkan pengadaan dapur penyedian layanan haji di Arab Saudi. Mereka harus dapat menyiapkan makanan bercita rasa nusantara,” papar Subhan.

Selain akomodasi dan katering, jemaah haji Indonesia juga akan mendapat layanan transportasi.Ada tiga jenis layanan transportasi. Pertama, layanan dari bandara Madinah ke hotel di Madinah (dan sebaliknya). Kedua, layanan bus antar kota dari Madinah ke Makkah (dan sebaliknya). Ketiga, layanan dari bandara Jeddah ke hotel di Makkah (dan sebaliknya). Keempat, layanan bus salawat.

“Tim transportasi akan menyiapkan pengadaan armada bus yang digunakan jamaah haji Indonesia. Kita sudah rumuskan sejumlah spesifikasi kendaraannya, termasuk usia tahun pembuatan maksimal 5 tahun,” tegasnya.

“Tim akomodasi, katering, dan transportasi akan bertugas lebih kurang 30 hari di Arab Saudi. Semoga proses pengadaan layanan bisa berjalan lancar dan optimal,” tandasnya.

Sejarah Kesesatan Wahabi

Sejarah perkembangan gerakan Wahabi di dunia Arab mempunyai asal muasal yang dikenal dengan gerakan Salafiah klasik yang dirintis oleh Ibnu ...